Segera Pensiunkan Lokomotif Lawas, KAI Pesan Lokomotif Baru B50 Generasi Terbaru dari INKA

PT. KAI akan memesan lokomotif-lokomotif baru dengan spesifikasi canggih yang mampu mengonsumsi bahan bakar Biodiesel B50 dari PT Industri Kereta Api atau INKA. ( Foto:Gebrak.id) 

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID; JAKARTA– PT Kereta Api Indonesia (Persero) secara resmi mengumumkan rencana strategis untuk melakukan regenerasi armada besar-besaran. Perusahaan akan memesan lokomotif-lokomotif baru dengan spesifikasi canggih yang mampu mengonsumsi bahan bakar Biodiesel B50 dari PT Industri Kereta Api atau INKA.

Keputusan ini diambil sebagai solusi atas kondisi darurat yang terjadi pada 151 unit lokomotif seri CC201. Direktur Utama PT KAI (Persero), Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa rata-rata usia lokomotif tersebut saat ini hampir mencapai setengah abad, tepatnya buatan tahun 1977.

"Di mana, satu, kalau dikasih B50 dia sudah kurang menerima, karena teknologi biodiesel pada tahun 1977 itu belum ada," ujar Bobby dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/6/2026). 

Selain tidak kompatibel dengan kebijakan energi hijau pemerintah yang akan memberlakukan mandatori B50 mulai Juli 2026 , lokomotif tua tersebut juga dinilai sudah sering mengalami gangguan operasional sehingga menghambat kinerja.

Spesifikasi Lebih Gahar dan Ramah Lingkungan

KAI menargetkan lokomotif baru yang diproduksi INKA ini memiliki kemampuan yang jauh lebih unggul. Salah satu peningkatan paling signifikan adalah pada aspek beban gandar (axle load) , yang dinaikkan dari 15 ton menjadi 18 ton.

Bobby menjelaskan bahwa dengan beban gandar 18 ton, lokomotif baru ini memiliki kelebihan bobot angkut sekitar 15 ton dibandingkan pendahulunya. "Jadi kalau yang tadinya bisa bawa hanya 50 ton, sekarang bisa bawa 65 ton," jelasnya . Peningkatan kapasitas ini akan membuat angkutan barang menjadi lebih efisien.

Namun, peningkatan spesifikasi ini berdampak pada kebutuhan infrastruktur. KAI mengakui konsekuensinya adalah keharusan melakukan upgrade pada jaringan rel di Pulau Jawa. Perbaikan menyeluruh pada 275 titik bangunan jalan rel diperkirakan menelan biaya sekitar Rp200 miliar yang akan dikerjakan hingga tahun 2027.

Uji Coba B50 yang Berjalan Sukses

Rencana pemesanan lokomotif ini sejalan dengan keberhasilan uji coba B50 yang telah dilakukan KAI beberapa waktu lalu.  Uji coba perdana telah dilakukan di Daop 8 Surabaya menggunakan lokomotif CC206 pada rute Surabaya Pasar Turi–Gambir.

Hasil awal menunjukkan bahwa biodiesel B50 dapat digunakan tanpa mengganggu kinerja operasional lokomotif . Uji coba ini akan berlangsung selama enam bulan dengan pemantauan intensif untuk memastikan keamanan dan ketahanan mesin sebelum implementasi penuh pada 1 Juli 2026 .

Selama tahun 2025, KAI mencatat dengan penggunaan B40 saja, emisi karbon berhasil ditekan meski melayani 47,4 juta pelanggan. Dengan B50 yang lebih ramah lingkungan, emisi gas buang diperkirakan akan semakin berkurang. 

( berbagai sumber