Siap Pimpin Skuad Garuda tanpa Jay Idzes, Rizky Ridho Disebut Kevin Diks Layak Jadi Kapten Timnas Indonesia

Bek timnas Indonesia Kevin Diks dalam sesi jumpa pers pra-pertandingan FIFA Match Day melawan Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (4/6/2026). Laga ini akan digelar Jumat (5/6/2026) pukul 20.00 WIB di stadion yang sama. (Foto: PSSI/Antara)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID; JAKARTA – Absennya Jay Idzes akibat cedera membuka peluang bagi Rizky Ridho untuk kembali mengenakan ban kapten Timnas Indonesia. Keputusan tersebut mendapat dukungan penuh dari rekan setimnya, Kevin Diks, yang menilai bek Persija Jakarta itu memang memiliki kualitas kepemimpinan yang dibutuhkan skuad Garuda.

Rizky Ridho dipastikan akan memimpin Timnas Indonesia dalam dua agenda FIFA Matchday edisi Juni 2026, yakni saat menghadapi Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (5/6/2026), serta laga melawan Mozambik pada Selasa (9/6/2026).

Menurut Diks, penunjukan Ridho bukanlah keputusan yang mengejutkan. Bek berusia 24 tahun tersebut dinilai memiliki karakter kuat di dalam maupun luar lapangan sehingga layak dipercaya mengemban tanggung jawab sebagai kapten tim.

"Dia akan memimpin kami besok. Menurut saya, dia memang pantas untuk itu," ujar Kevin Diks dalam konferensi pers jelang pertandingan di SUGBK, Kamis (4/6/2026).

Pujian Diks bukan tanpa alasan. Rizky Ridho memang sudah beberapa kali menunjukkan kapasitasnya sebagai pemimpin. Sebelumnya, ia pernah dipercaya mengenakan ban kapten saat Indonesia menghadapi Vietnam pada putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Maret 2024. Dalam laga tersebut, Tim Garuda berhasil meraih kemenangan penting dengan skor 1-0.

Kepercayaan serupa kembali diberikan kepada Ridho pada September 2025 ketika Indonesia menjalani laga uji coba melawan Taiwan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Bermain di kota kelahirannya, Ridho sukses membawa tim meraih kemenangan telak 6-0.

Bagi Diks, sosok Ridho tidak hanya dihormati karena kualitas permainannya sebagai bek tengah, tetapi juga karena kepribadiannya yang mampu menjadi panutan di ruang ganti.

"Dia seorang pemimpin. Dia pribadi yang baik dan mendapatkan rasa hormat yang sangat besar dari seluruh pemain, termasuk saya," kata pemain yang kini membela Borussia Moenchengladbach tersebut.

Meski demikian, Diks tidak menampik bahwa absennya Jay Idzes tetap menjadi kehilangan besar bagi Timnas Indonesia. Bek yang musim ini bermain untuk Sassuolo di Liga Italia itu selama ini dikenal sebagai salah satu figur sentral dalam skuad Garuda.

Sejak memperkuat Indonesia, Idzes hampir selalu dipercaya menjadi kapten. Dari total 18 penampilan bersama Timnas Indonesia, hanya empat pertandingan yang dijalaninya tanpa mengenakan ban kapten. Statistik tersebut menunjukkan betapa pentingnya peran pemain berusia 25 tahun itu di dalam tim.

Diks pun mengakui seluruh pemain merindukan kehadiran Idzes. Namun di sisi lain, kondisi tersebut harus menjadi kesempatan bagi pemain lain untuk tampil lebih bertanggung jawab dan menunjukkan kualitas mereka.

"Kami kehilangan pemimpin kami, tetapi pemain lain harus melangkah maju, termasuk saya. Kami merindukannya, semoga dia segera pulih," ungkap Diks.

Kini sorotan akan tertuju kepada Rizky Ridho. Selain dituntut menjaga kokohnya lini pertahanan Indonesia, ia juga diharapkan mampu menjadi pemimpin yang menyatukan tim saat menghadapi tantangan berat melawan Oman dan Mozambik. 

Jika mampu menjalankan peran tersebut dengan baik, Ridho berpeluang semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu calon pemimpin masa depan Timnas Indonesia.

(Sumber: PSSI)