Editor: Devona R
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (kanan) dan Kepala Kantor Staf Presiden
Jenderal (Purn) TNI Dudung Abdurachman (kiri) di Jakarta, Rabu
(10/6/2026). (Foto: Kemensos)
GEBRAK.ID; JAKARTA – Pemerintah terus memperluas jangkauan Program Sekolah Rakyat sebagai upaya membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Pada 2026, jumlah peserta didik yang akan diterima meningkat signifikan menjadi lebih dari 32 ribu siswa, atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan kapasitas tersebut disampaikan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf saat bertemu Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) TNI Dudung Abdurachman di Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Menurut pria yang akrab disapa Gus Ipul, peningkatan jumlah siswa sejalan dengan bertambahnya pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat yang dilakukan pemerintah sesuai arahan Presiden RI.
“Tahun lalu kami mengalokasikan lebih dari 15 ribu siswa Sekolah Rakyat. Tahun ini jumlah yang akan diterima mencapai lebih dari 32 ribu siswa. Peningkatan ini mengikuti perkembangan jumlah gedung permanen yang telah dibangun pemerintah,” ujar Gus Ipul.
Program Sekolah Rakyat merupakan sekolah berasrama (boarding school) yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan, termasuk mereka yang berisiko putus sekolah. Melalui program ini, pemerintah berupaya memastikan setiap anak memperoleh kesempatan pendidikan yang layak tanpa terbebani biaya.
Memasuki Juli 2026, penyelenggaraan Sekolah Rakyat genap berjalan satu tahun. Momen tersebut, kata Gus Ipul, akan dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi menyeluruh guna meningkatkan kualitas pelaksanaan program.
Evaluasi tersebut mencakup tata kelola sekolah, pemenuhan sumber daya manusia, kualitas pembelajaran, hingga berbagai tantangan yang masih ditemui di lapangan.
“Kami berharap dukungan dari KSP terus berlanjut agar penyelenggaraan Sekolah Rakyat semakin baik dan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, serta memiliki keterampilan sesuai harapan Presiden,” kata Gus Ipul.
Sementara itu, Kepala KSP Dudung Abdurachman menegaskan pihaknya siap terus mengawal dan mendukung keberlanjutan program tersebut. Menurut Dudung, Sekolah Rakyat menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Dudung menjelaskan, program ini memberikan kesempatan bagi anak-anak yang tidak bersekolah atau terancam putus sekolah untuk kembali mendapatkan pendidikan melalui sistem berasrama yang terintegrasi.
“Anak-anak yang putus sekolah maupun yang belum mendapatkan akses pendidikan akan ditampung dan disekolahkan melalui sistem boarding di Sekolah Rakyat,” ujar Dudung.
Selain mendukung pembangunan gedung permanen, KSP juga berkomitmen membantu penyelesaian berbagai kendala yang muncul dalam pelaksanaan program. Dengan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah berharap proses pembangunan fasilitas hingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan berkelanjutan dan semakin optimal.
Bertambahnya kuota siswa pada 2026 menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius menjadikan Sekolah Rakyat sebagai salah satu solusi pemerataan pendidikan dan pengentasan kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
(Sumber: Kemensos)