
Pebulu tangkis ganda putri Indonesia, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti. (Foto: PBSI)
Editor: Damar Pratama
GEBRAK.ID; JAKARTA – Langkah ganda putri Indonesia, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, terus berlanjut di ajang Polytron Indonesia Open 2026. Bermain di hadapan publik sendiri di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Kamis (4/6/2026), pasangan yang akrab disapa Tiwi/Fadia itu sukses mengamankan tiket perempat final setelah mengalahkan wakil Hong Kong, Yeung Nga Ting/Yeung Pui Lam, dengan skor 21-19, 21-18.
Kemenangan tersebut tidak hanya membawa Tiwi/Fadia ke delapan besar turnamen level BWF World Tour Super 1000, tetapi juga mempertegas kekuatan sektor ganda putri Indonesia yang berhasil menempatkan tiga wakil di babak perempat final.
Fadia mengaku atmosfer Istora menjadi faktor penting yang membantu mereka melewati pertandingan yang berlangsung ketat. Menurutnya, dukungan ribuan penonton memberikan energi tambahan sekaligus tekanan tersendiri bagi lawan.
“Bermain di Istora itu jadi motivasi karena main di rumah sendiri. Penonton menjadi modal buat kami untuk terus semangat. Lawan juga pasti merasakan tekanan dari dukungan yang begitu besar,” ujar Fadia usai pertandingan.
Meski menang dua gim langsung, Tiwi/Fadia tidak sepenuhnya tampil mulus. Pada gim pertama mereka sempat unggul jauh, namun sejumlah kesalahan sendiri membuat pasangan Hong Kong mampu memangkas ketertinggalan hingga mendekati skor.
Fadia menilai kondisi tersebut menjadi evaluasi penting menjelang pertandingan berikutnya. Ia menegaskan dirinya dan Tiwi harus lebih tenang ketika sudah berada dalam posisi unggul agar tidak memberi kesempatan lawan bangkit.
“Ketika sudah unggul, kami justru melakukan banyak kesalahan sendiri. Itu menjadi pelajaran agar ke depan tidak terburu-buru dan lebih fokus menjaga permainan,” katanya.
Hal senada disampaikan Tiwi. Ia mengakui sempat terbawa pola permainan lawan sehingga ritme pertandingan tidak berjalan sesuai rencana. Namun, mereka mampu bangkit dan mengendalikan laga pada momen-momen krusial.
“Di gim pertama kami sempat mengikuti pola permainan lawan dan agak terburu-buru. Syukurnya kami bisa kembali fokus dan merebut poin-poin penting,” ungkap Tiwi.
Pada babak perempat final yang berlangsung Jumat (5/6/2026), Tiwi/Fadia akan menghadapi tantangan yang lebih berat. Mereka dijadwalkan bertemu unggulan kelima asal Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto, yang sebelumnya menyingkirkan pasangan Thailand Benyapa Aimsaard/Nuntakarn Aimsaard.
Laga tersebut diprediksi berlangsung sengit mengingat pasangan Jepang memiliki pengalaman panjang di level elite dunia. Namun, modal kepercayaan diri dan dukungan penuh publik Istora diharapkan menjadi kekuatan tambahan bagi Tiwi/Fadia untuk melangkah lebih jauh.
Keberhasilan Tiwi/Fadia juga menyusul dua pasangan Indonesia lainnya, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari serta Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum yang lebih dulu memastikan tempat di perempat final. Dengan tiga wakil yang masih bertahan, peluang Indonesia untuk meraih hasil terbaik di sektor ganda putri Indonesia Open 2026 pun tetap terbuka lebar.
(Sumber: PBSI)