Editor: A. Rayyan K
Petenis putri Filipina Alexandra Eala yang tampil memukau di Grand Slam Wimbledon 2026. (Foto: WTA)
GEBRAK.ID, JAKARTA – Alexandra Eala kembali menorehkan tinta emas bagi dunia tenis Filipina. Petenis kidal berusia 21 tahun itu sukses mencatat sejarah sebagai petenis putri pertama dari negaranya yang berhasil melaju ke babak ketiga turnamen Grand Slam setelah bangkit mengalahkan Maya Joint di Wimbledon 2026.
Bertanding pada babak kedua di All England Club, London, Kamis (2/7/2026), Eala sempat kehilangan set pertama sebelum membalikkan keadaan dan menang dengan skor 4-6, 6-4, 6-2. Kemenangan tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam perjalanan karier petenis yang kini menempati peringkat ke-32 dunia itu.
Usai pertandingan, Eala mengaku sangat emosional karena keberhasilannya tidak hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga membawa kebanggaan bagi Filipina.
"Ini sangat berarti. Luar biasa bagi saya bisa melakukan ini untuk negara saya. Namun, setiap kali saya berhasil melewati satu langkah baru atau menciptakan sejarah, itu juga sangat emosional karena ini adalah tujuan dan pencapaian pribadi," ujar Eala seperti dikutip dari WTA.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras yang telah dibangun bersama tim selama bertahun-tahun. Ia merasa seluruh pengorbanan, latihan, dan proses panjang akhirnya membuahkan hasil di salah satu turnamen tenis paling bergengsi di dunia.
"Semua ini adalah sesuatu yang telah saya perjuangkan dengan sangat keras. Tim saya juga bekerja sangat keras untuk mencapainya. Saya sangat menghargai bisa berbagi momen ini dengan negara saya, tetapi yang paling utama saya bangga karena semua kerja keras yang telah saya lakukan akhirnya membuahkan hasil," kata Eala.
Tak hanya penampilannya di lapangan yang mencuri perhatian, Eala juga membawa identitas budaya Filipina melalui perlengkapan yang dikenakannya. Ia tampil menggunakan visor putih dengan bordiran kalimat berbahasa Tagalog, "Kapag lumago, hindi na hihinto", yang berarti "Sekali tumbuh, tidak akan berhenti."
Menurut Eala, desain tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan sponsor perlengkapannya, Nike, yang ingin mengangkat unsur budaya Filipina di panggung olahraga dunia. Sebelumnya, pada penampilannya di Wimbledon tahun lalu, ia juga mengenakan ornamen bunga sampaguita yang merupakan bunga nasional Filipina.
"Sangat berarti bagi saya bisa mengenakan atau membawa bagian dari budaya saya saat berada di lapangan. Asal-usul saya merupakan bagian besar dari siapa diri saya dan juga bagian dari pribadi yang ingin saya bangun di masa depan," ungkap Eala.
Popularitas Eala juga terus meningkat seiring prestasinya di berbagai turnamen internasional. Ia mengaku selalu mendapat dukungan luar biasa dari masyarakat Filipina, baik saat bertanding di Melbourne, Miami, Dubai, hingga London. "Bagi saya, bisa mewakili Filipina di Wimbledon dan tampil di panggung-panggung terbesar dunia memiliki arti yang sangat besar," ujarnya.
Meski kini menjadi salah satu sorotan di dunia tenis putri, Eala menegaskan dirinya tetap ingin menjadi pribadi yang sederhana dan tidak melupakan nilai-nilai yang selama ini membentuk karakternya.
"Kisah perjalanan saya sangat tulus dan dekat dengan hati saya. Saya tidak berusaha menjadi orang lain atau meninggalkan nilai-nilai yang saya pegang. Tekanan selalu ada dalam kehidupan sehari-hari, terlebih sebagai atlet profesional. Saya hanya berusaha menemukan cara terbaik untuk menghadapinya," cetus Eala.
Keberhasilan Alexandra Eala menembus babak ketiga Wimbledon semakin menegaskan kiprahnya sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di tenis dunia. Prestasi tersebut sekaligus membuka babak baru bagi perkembangan tenis Filipina di level internasional.
(Sumber: WTA)