Editor: Devona R
Film independen Indonesia berjudul Solata terus menorehkan prestasi di panggung internasional. (Foto: Tangkapan layar Youtube)
GEBRAK.ID, MAKASSAR – Film independen Indonesia berjudul Solata terus menorehkan prestasi di panggung internasional. Setelah sukses menyabet penghargaan di Golden FEMI Film Festival 2026 di Sofia, Bulgaria, film garapan sutradara Ichwan Persada kini membidik langkah lebih besar dengan menargetkan tampil di ajang Academy Awards atau Piala Oscar.
Film yang mengusung tagline "Teman Adalah Keluarga yang Kita Pilih" itu berhasil meraih penghargaan Special Award for Cinema from the Emerald of the Equator: Cultural Contribution and Humanism dalam festival film bergengsi di Bulgaria.
Sutradara sekaligus produser Solata, Ichwan Persada, mengaku bersyukur atas apresiasi yang diterima filmnya selama menjalani rangkaian pemutaran di sejumlah negara Eropa.
"Alhamdulillah, film Solata diterima baik oleh penikmat film-film di Eropa, khususnya Eropa Timur. Kami telah berkeliling Eropa membawa film ini hingga akhirnya berhasil meraih penghargaan," ujar Ichwan Persada di Makassar, Selasa (7/7/2026).
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Ichwan pada 6 Juni 2026 bersama produser pelaksana Irfan Syam dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Bulgaria, Albania, serta Makedonia Utara, Listiana Operananta.
Kisah Guru Relawan di Toraja
Dirilis di bioskop sejak November 2025, Solata mengangkat kisah seorang guru relawan asal Jakarta yang mengabdi di Ollon, Toraja.
Dalam perjalanannya, tokoh utama bertemu enam murid dengan nama depan yang sama seperti nama para Presiden Indonesia. Cerita tersebut dibalut dengan pesan tentang persahabatan, pendidikan, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Film ini dibintangi Rendy Kjaernett dan Rachel Natasya.
Tur Promosi ke Empat Negara Eropa
Keberhasilan di Bulgaria menjadi awal perjalanan internasional Solata yang kemudian diputar di lima kota di empat negara Eropa Timur, yakni:
* Sofia, Bulgaria
* Bratislava, Slovakia
* Budapest, Hungaria
* Ankara, Turki
* Istanbul, Turki
Pemutaran khusus di Bratislava dan Budapest difasilitasi Kedutaan Besar Republik Indonesia dan mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat maupun diaspora Indonesia.
Ichwan mengaku terharu melihat respons para penonton yang berasal dari latar belakang budaya berbeda.
"Saya sangat terharu karena kekuatan sinema mampu menjembatani perbedaan bahasa dan budaya melalui dialog serta visual yang universal," katanya.
Ia bahkan mengungkapkan ada sinematografer di Bratislava yang tertarik membuat film di Indonesia. Selain itu, perwakilan UNESCO Artist for Peace di Budapest mengaku tersentuh oleh cerita Solata karena mengingatkannya kepada sang putra.
Bidik Produksi Internasional
Tak hanya memperkenalkan film Indonesia, tur Eropa tersebut juga dimanfaatkan untuk membuka peluang kerja sama produksi lintas negara.
Tim Solata telah melakukan pertemuan dengan sejumlah institusi perfilman, antara lain:
* Bulgaria Film Center
* Slovakia Film Commission
* Ankara Bilim University
Ichwan optimistis kerja sama produksi internasional tersebut dapat direalisasikan paling lambat pada tahun depan.
Target Tembus Piala Oscar
Usai meraih penghargaan di Bulgaria, Solata kini melangkah ke kompetisi berikutnya dengan didaftarkan pada Tirana International Film Festival di Albania.
Festival tersebut memiliki status sebagai salah satu ajang kualifikasi menuju Academy Awards. Apabila mampu meraih hasil terbaik, peluang Solata untuk mewakili Indonesia di Piala Oscar akan semakin terbuka.
Pencapaian ini menjadi bukti bahwa film independen Indonesia semakin mampu bersaing di tingkat internasional, sekaligus membawa cerita dan budaya Nusantara dikenal lebih luas oleh penonton dunia.
(Sumber: Antara)