Kevin Keegan Meninggal Dunia di Usia 75 Tahun, Dunia Sepak Bola Kehilangan Peraih Ballon d'Or 2 Kali Beruntun

Legenda Inggris Kevin Keegan ketika masih membela klub Liga Inggris Newcastle United. (Foto: newcastleunited.com)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID -- Dunia sepak bola kembali berduka. Legenda sepak bola Inggris Kevin Keegan meninggal dunia pada usia 75 tahun setelah berjuang melawan kanker stadium empat yang didiagnosis pada awal tahun ini.

Kepergian Keegan menjadi kehilangan besar bagi sepak bola internasional. Sosok yang dikenal sebagai pemain penuh determinasi sekaligus pelatih karismatik itu meninggalkan jejak panjang dalam sejarah olahraga paling populer di dunia.

Berdasarkan laporan One Football, Senin (20/7/2026), mantan kapten Timnas Inggris tersebut mengembuskan napas terakhir setelah beberapa bulan menjalani perawatan intensif. Kabar wafatnya langsung memicu ucapan belasungkawa dari berbagai klub, mantan pemain, hingga para penggemar sepak bola di seluruh dunia.

Nama Kevin Keegan bukanlah sosok asing dalam sejarah sepak bola Inggris. Lahir pada 14 Februari 1951, ia menjelma menjadi salah satu pemain terbaik Eropa pada era 1970-an hingga awal 1980-an. Kecepatan, kerja keras, kemampuan mencetak gol, serta jiwa kepemimpinannya membuat Keegan disegani lawan dan dicintai para pendukung klub yang dibelanya.

Puncak karier Keegan dimulai ketika memperkuat Liverpool. Bergabung pada awal 1970-an, ia menjadi bagian penting dari era keemasan The Reds di bawah asuhan Bob Paisley.

Bersama Liverpool, Keegan sukses mempersembahkan tiga gelar Liga Inggris, satu Piala FA, dua trofi Piala UEFA, serta satu European Cup yang kini dikenal sebagai Liga Champions UEFA. Kesuksesan tersebut menjadikan Liverpool sebagai salah satu kekuatan terbesar di Eropa pada masanya.

Tak hanya berjaya secara kolektif, penampilan individu Keegan juga memikat perhatian publik sepak bola Eropa. Ia dikenal sebagai penyerang yang memiliki mobilitas tinggi, pantang menyerah, serta mampu menciptakan peluang maupun mencetak gol pada momen-momen penting.

Setelah meninggalkan Liverpool, Keegan melanjutkan karier ke Liga Jerman bersama Hamburger SV. Kepindahan tersebut sempat mengejutkan publik Inggris, namun justru menjadi salah satu keputusan terbaik dalam perjalanan kariernya.

Di Bundesliga, Keegan kembali membuktikan kualitasnya. Ia membawa Hamburger SV meraih gelar juara Bundesliga musim 1978/1979 sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain terbaik dunia.

Prestasi luar biasa itu berbuah penghargaan individu paling prestisius bagi seorang pesepak bola. Kevin Keegan sukses meraih Ballon d'Or pada 1978 dan kembali mempertahankannya pada 1979. 

Hingga kini, ia masih tercatat sebagai salah satu dari sedikit pemain Inggris yang mampu memenangkan penghargaan tersebut dalam dua tahun berturut-turut.

Karier internasional Keegan bersama Timnas Inggris juga tak kalah mengesankan. Ia mencatatkan 63 penampilan bersama The Three Lions dan menyumbangkan 21 gol di berbagai ajang internasional.

Meski Inggris belum mampu meraih gelar besar pada era tersebut, Keegan tetap dikenang sebagai ikon tim nasional. Ia beberapa kali dipercaya mengenakan ban kapten dan menjadi inspirasi bagi generasi pesepak bola Inggris setelahnya.

Usai gantung sepatu, kecintaannya terhadap sepak bola tidak pernah pudar. Keegan memilih melanjutkan kiprahnya sebagai pelatih dan menangani sejumlah klub besar Inggris.

Nama Newcastle United menjadi klub yang paling identik dengan perjalanan kepelatihannya. Di St James' Park, Keegan berhasil mengubah Newcastle menjadi tim yang disegani melalui filosofi sepak bola menyerang yang atraktif. 

Di bawah kepemimpinannya pada pertengahan 1990-an, Newcastle sempat menjadi penantang serius gelar Liga Inggris dengan diperkuat sejumlah pemain bintang.

Selain Newcastle United, Keegan juga pernah menangani Fulham dan Manchester City. Bersama Manchester City, ia berhasil membawa klub tersebut kembali ke kasta tertinggi sepak bola Inggris setelah menjuarai Divisi Satu Inggris pada musim 2001/2002.

Pengalaman Keegan di dunia kepelatihan semakin lengkap ketika dipercaya memimpin Timnas Inggris. Meski masa kepelatihannya tidak berlangsung lama, ia tetap memberikan kontribusi penting dalam proses regenerasi skuad nasional.

Ucapan belasungkawa pun datang dari Newcastle United. Klub yang memiliki hubungan emosional kuat dengan Keegan itu menyebutnya sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah klub.

"Kami sangat terpukul mendengar kabar meninggalnya Kevin Keegan, salah satu sosok paling ikonik, berpengaruh, dan sangat dicintai dalam sejarah klub kami," demikian bunyi pernyataan resmi Newcastle United.

Warisan Kevin Keegan tidak hanya diukur dari jumlah trofi yang diraih, tetapi juga dari semangat kompetitif, gaya bermain menyerang, dan dedikasinya terhadap sepak bola. Baik sebagai pemain maupun pelatih, ia menjadi inspirasi bagi banyak generasi dan meninggalkan jejak yang akan terus dikenang dalam sejarah olahraga ini.

Kepergian Kevin Keegan menutup perjalanan salah satu legenda terbesar yang pernah dimiliki Inggris. Namun, nama dan prestasinya dipastikan akan tetap hidup dalam ingatan para pecinta sepak bola di seluruh dunia.

(Berbagai Sumber)