Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Gugur Ditembak Tentara Israel di Gaza, Dunia Sepak Bola Berduka

Dunia sepak bola Palestina kembali diselimuti duka. Kiper klub Khan Younis Services, Saleem Al-Ashqar, dilaporkan meninggal dunia setelah terkena tembakan tentara Israel di Jalur Gaza. (Foto: PFA)
Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID, JAKARTA – Dunia sepak bola Palestina kembali diselimuti duka. Kiper klub Khan Younis Services, Saleem Al-Ashqar, dilaporkan meninggal dunia setelah terkena tembakan tentara Israel di Jalur Gaza. Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Asosiasi Sepak Bola Palestina (Palestine Football Association/PFA).

Dalam pernyataan resminya, Kamis (2/7/2026), PFA menyebut Al-Ashqar meninggal dunia pada awal pekan ini setelah ditembak di wilayah Al-Qarara, timur laut Khan Younis, Gaza selatan.

"Penjaga gawang tim Khan Younis Services, Salim Khader Al-Ashqar (32 tahun), bergabung dengan barisan para martir gerakan olahraga Palestina setelah ia gugur akibat tembakan tentara pendudukan di kota Al-Qarara, timur laut Khan Younis," demikian pernyataan PFA yang dikutip Anadolu.

Kepergian Al-Ashqar menambah panjang daftar insan olahraga Palestina yang menjadi korban sejak konflik bersenjata di Gaza pecah pada Oktober 2023. PFA menyatakan jumlah korban dari kalangan atlet kini telah mencapai lebih dari 1.000 orang.

"Dengan gugurnya Al-Ashqar, jumlah korban dari gerakan olahraga sejak dimulainya perang meningkat menjadi 1.009 orang, termasuk 567 dari keluarga besar sepak bola Palestina," tulis PFA.

Sebelum memperkuat Khan Younis Services, Al-Ashqar juga pernah membela klub Al-Aqsa dan Al-Masdar yang berkompetisi di Jalur Gaza. Selama bertahun-tahun, ia dikenal sebagai salah satu penjaga gawang berpengalaman di kompetisi domestik Palestina.

Di balik kariernya sebagai pesepak bola, Al-Ashqar juga tengah menanti babak baru dalam kehidupan pribadinya. Menurut PFA, ia baru menikah sekitar lima bulan lalu dan istrinya kini sedang mengandung anak pertama mereka.

"Asal-usul keluarga Al-Ashqar juga menyisakan kisah pilu. Ia merupakan satu-satunya anak laki-laki di keluarganya dan memiliki tujuh saudara perempuan," tulis PFA dalam keterangannya.

Kabar meninggalnya Al-Ashqar langsung memicu gelombang belasungkawa dari berbagai kalangan. Rekan-rekan sesama atlet, komunitas sepak bola Palestina, hingga klub-klub di luar negeri menyampaikan penghormatan atas kepergiannya.

Salah satunya datang dari klub asal Cile, Deportivo Palestino, yang memiliki ikatan historis dengan diaspora Palestina.

"Kami berduka atas wafatnya kiper Palestina berusia 32 tahun, Salim Al-Ashqar. Ia tewas dibunuh tentara Israel. Kami sangat sedih atas terus berlanjutnya peristiwa seperti ini. Kami menyerukan keadilan dan perdamaian," tulis Deportivo Palestino dalam pernyataannya.

Konflik bersenjata yang terus berlangsung di Jalur Gaza tidak hanya menimbulkan korban dari kalangan warga sipil, tetapi juga berdampak besar terhadap dunia olahraga Palestina. Sejumlah stadion, fasilitas olahraga, hingga klub sepak bola dilaporkan mengalami kerusakan akibat perang, sementara banyak atlet kehilangan kesempatan untuk berlatih maupun berkompetisi.

Kepergian Saleem Al-Ashqar menjadi pengingat bahwa konflik berkepanjangan telah meninggalkan dampak kemanusiaan yang luas, termasuk bagi komunitas olahraga yang selama ini menjadi simbol persatuan dan harapan.

(Berbagai Sumber)