Pesawat Listrik Terbesar di Dunia Segera Terbang, FAA Beri Lampu Hijau ke Heart X1

1000289960

 

Pesawat listrik terbesar Heart X1 mendapat izin FAA untuk uji terbang. Teknologi ini menjadi langkah penting menuju penerbangan regional rendah emisi. ( Foto: ist) 

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID,JAKARTA—Era pesawat listrik berukuran besar memasuki tahap penting. Heart Aerospace X1, pesawat demonstrator bertenaga listrik yang diklaim sebagai pesawat listrik terbesar yang akan diterbangkan, kini mendapat izin dari otoritas penerbangan Amerika Serikat untuk memulai pengujian di udara.

Izin tersebut diberikan oleh Federal Aviation Administration (FAA) melalui Special Airworthiness Certificate in the Experimental Category (SAC-EC) pada 23 Juli 2026.

Dengan sertifikat tersebut, Heart Aerospace dapat segera menjalankan rangkaian uji terbang X1 dari fasilitas pengujian mereka di Plattsburgh International Airport, New York. 

Setelah Lebih dari Setahun Pengujian Darat

Sertifikat FAA diperoleh setelah regulator melakukan inspeksi terhadap X1 sekaligus meninjau pesawat, dokumentasi teknis pendukung, serta rencana operasi pengujian penerbangan.

Proses tersebut merupakan hasil kerja sama Heart Aerospace dan FAA yang telah berlangsung selama lebih dari satu tahun.

Sebelum mendapatkan izin terbang, X1 menjalani serangkaian pengujian di darat. Pengujian mencakup struktur pesawat, sistem propulsi, sistem pendukung, hingga pengujian taxi berkecepatan rendah dan tinggi.

Heart Aerospace menyebut rangkaian tersebut diperlukan untuk memastikan pesawat berada dalam kondisi yang aman sebelum memasuki fase pengujian penerbangan. 

Bagi FAA, sertifikat kategori eksperimental bukanlah sertifikasi bahwa pesawat tersebut sudah boleh digunakan untuk penerbangan komersial. Sertifikat jenis ini memungkinkan pesawat yang belum memiliki type certificate menjalani operasi tertentu untuk tujuan eksperimental atau pengujian. 

Seberapa Besar Heart X1?

X1 memiliki ukuran yang cukup besar untuk sebuah pesawat listrik eksperimental.

Heart Aerospace menyebut demonstrator tersebut memiliki rentang sayap sekitar 32 meter. Pesawat ini dikembangkan sebagai platform pengujian teknologi yang nantinya menjadi dasar pengembangan pesawat regional ES-30. 

Data yang dihimpun dari laporan terbaru mengenai X1 menunjukkan pesawat tersebut memiliki panjang sekitar 23 meter dan bobot lepas landas lebih dari 11 ton.

Heart Aerospace sendiri mencatat X1 menggunakan sistem propulsi 100 persen baterai listrik dalam konfigurasi pengujian awal. Dalam fase uji terbang, pesawat direncanakan beroperasi dalam batasan tertentu, termasuk ketinggian sekitar 2.000 kaki atau 610 meter dan kecepatan jelajah sekitar 204 kilometer per jam. 

Dengan ukuran tersebut, X1 menjadi salah satu demonstrator pesawat listrik terbesar yang memasuki tahap pengujian penerbangan.

Bukan Sekadar Pesawat Eksperimental

Yang membuat proyek X1 menarik bukan hanya ukurannya.

Pesawat ini dikembangkan sebagai bagian dari program Heart Aerospace untuk membuktikan teknologi yang nantinya digunakan pada ES-30, pesawat regional berkapasitas 30 penumpang.

Berbeda dari X1 yang digunakan untuk pengujian dengan konfigurasi listrik penuh, ES-30 dirancang menggunakan sistem hybrid-electric.

Heart Aerospace menargetkan ES-30 mampu membawa hingga 30 penumpang dan memiliki jangkauan sekitar 200 kilometer dalam mode listrik penuh.

Untuk penerbangan yang lebih jauh, sistem hibrida memungkinkan jangkauan meningkat. Data terbaru perusahaan menyebut ES-30 memiliki target jangkauan hybrid hingga 800 kilometer, tergantung konfigurasi penumpang dan operasi. 

Heart Aerospace saat ini menargetkan sertifikasi tipe ES-30 pada 2031. 

Mengapa X1 Penting?

Pengembangan pesawat listrik menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks dibandingkan kendaraan listrik di darat.

Persoalan utama antara lain bobot baterai, kapasitas energi, sistem propulsi, keselamatan, serta kemampuan pesawat mempertahankan performa ketika terbang.

Karena itu, X1 tidak dirancang semata-mata sebagai produk akhir yang akan mengangkut penumpang. Pesawat ini berfungsi sebagai laboratorium terbang untuk menguji berbagai teknologi sebelum diterapkan pada pesawat komersial.

Heart Aerospace menyebut X1 sebagai bagian dari pendekatan pengembangan penuh untuk ES-30, mulai dari desain hingga pengujian sistem dan operasi penerbangan. 

Targetnya Mengubah Penerbangan Regional

Heart Aerospace melihat penerbangan regional sebagai salah satu segmen yang paling memungkinkan untuk elektrifikasi.

ES-30 dirancang untuk melayani penerbangan jarak pendek dengan kapasitas 30 penumpang. Pesawat ini ditujukan untuk menekan emisi dan biaya operasional pada rute-rute regional.

Perusahaan mengklaim ES-30 dapat memangkas biaya operasional lebih dari 40 persen dibandingkan pesawat regional konvensional pada saat mulai beroperasi. 

Namun, jalan menuju penerbangan komersial bertenaga listrik masih panjang. X1 baru memasuki tahap pengujian penerbangan, sedangkan ES-30 masih harus melewati proses pengembangan, pengujian, dan sertifikasi sebelum dapat mengangkut penumpang secara komersial.

Karena itu, izin FAA untuk X1 lebih tepat dilihat sebagai tonggak penting dalam proses pengembangan, bukan tanda bahwa pesawat listrik komersial berukuran besar sudah siap menggantikan pesawat berbahan bakar konvensional.

Langkah Awal Menuju Era Pesawat Listrik

Jika pengujian X1 berjalan sesuai rencana, Heart Aerospace akan memperoleh data penerbangan yang sangat penting untuk menyempurnakan teknologi ES-30.

Dalam laman resminya, Heart Aerospace menyebut X1 akan menjalani pengujian dalam flight envelope yang dikendalikan, termasuk operasi listrik penuh pada ketinggian rendah. 

Tahap ini menjadi salah satu ujian paling penting bagi perusahaan. Keberhasilan X1 terbang bukan hanya akan menjadi pencapaian bagi Heart Aerospace, tetapi juga menjadi bukti bahwa teknologi propulsi listrik dapat dikembangkan pada pesawat dengan ukuran yang jauh lebih besar dibandingkan pesawat listrik eksperimental sebelumnya.

Jika teknologi tersebut berhasil dibawa menuju sertifikasi dan operasi komersial, penerbangan jarak pendek berpotensi menjadi salah satu segmen pertama yang mengalami transformasi besar menuju sistem propulsi rendah emisi.

Untuk saat ini, dunia penerbangan masih menunggu satu momen penting: kapan Heart X1 benar-benar meninggalkan landasan dan melakukan penerbangan perdananya.

( berbagai sumber) 

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID