PM India Narendra Modi Tiba Besok, Bahas Rudal BrahMos hingga Restorasi Candi Prambanan

 

Perdana Menteri India Narendra Modi berkunjung ke Indonesia 6-8 Juli 2026. Agendanya meliputi pertemuan dengan Prabowo, bahas kerja sama rudal BrahMos hingga restorasi Candi Prambanan. (Foto: Wikipedia) 

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID,JAKARTA - Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi dijadwalkan tiba di Indonesia pada Senin (6/7/2026) malam, untuk memenuhi undangan Presiden Prabowo Subianto. Kunjungan kenegaraan yang berlangsung hingga 8 Juli ini merupakan balasan atas lawatan Presiden Prabowo ke India pada Januari 2025 lalu. 

Kedatangan PM Modi dikonfirmasi langsung oleh Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty. "Perdana Menteri Modi akan berada di sini. Kunjungan ini akan singkat, hanya untuk dua malam," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (3/7/2026). 

Kunjungan ini menjadi yang keempat kalinya bagi PM Modi ke Indonesia dan menjadi lawatan bilateral pertamanya sejak hubungan kedua negara ditingkatkan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif pada Mei 2018.

Agenda di Jakarta dan Yogyakarta

Selama di Indonesia, PM Modi akan mengunjungi dua kota, yaitu Jakarta dan Yogyakarta. Rangkaian agenda puncak akan berlangsung pada Selasa (7/7/2026) di Jakarta, meliputi pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo di Istana Merdeka yang dilanjutkan dengan jamuan kenegaraan. 

Pada malam harinya, PM Modi dijadwalkan berpidato di hadapan komunitas India yang berada di Indonesia. Antusiasme diaspora India sangat tinggi, dengan lebih dari 200 relawan terlibat dalam persiapan acara yang akan dihadiri peserta tidak hanya dari Jakarta, tetapi juga dari Bali, Medan, Semarang, dan Surabaya. 

Setelah menyelesaikan agendanya di Jakarta, pada Rabu (8/7/2026), PM Modi akan bertolak ke Yogyakarta untuk mengunjungi kompleks Candi Prambanan sebelum melanjutkan perjalanan ke Australia . Kunjungan ke Candi Prambanan ini terkait dengan kesepakatan dalam Pernyataan Bersama 2025, di mana India akan mendukung upaya restorasi candi tersebut melalui kolaborasi dengan Archaeological Survey of India (ASI) .

Fokus Kerja Sama Lima Pilar

PM Modi dan Presiden Prabowo dijadwalkan membahas penguatan kerja sama di sejumlah bidang prioritas atau lima pilar utama. Duta Besar Sandeep Chakravorty menyebutkan kelima pilar tersebut meliputi sektor pertahanan dan keamanan, perdagangan dan investasi, ketahanan pangan dan energi, hilirisasi serta pengembangan mineral kritis, dan peningkatan kapasitas di bidang kesehatan dan pendidikan. 

Salah satu poin penting yang menjadi sorotan adalah pembahasan kerja sama pengadaan sistem rudal jelajah supersonik BrahMos. Dubes Chakravorty mengungkapkan bahwa pembahasan dengan Indonesia telah mencapai tahap yang sangat maju . "BrahMos merupakan sistem yang sangat terjangkau sekaligus andal, sehingga cocok untuk diakuisisi oleh negara-negara seperti Indonesia," ujarnya. 

Selain itu, sejumlah Nota Kesepahaman (MoU) juga dipersiapkan untuk ditandatangani, mencakup kerja sama di bidang kesehatan, antariksa, ilmu pengetahuan dan teknologi, farmasi, serta pendidikan. 

Penguatan Hubungan Bilateral

Kunjungan ini menandai babak baru dalam hubungan bilateral Indonesia-India yang telah berlangsung lama dan berakar pada ikatan peradaban yang kuat. "Tantangan ke depan adalah memastikan persahabatan tersebut semakin relevan bagi kedua masyarakat, serta mampu memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari," kata Dubes Chakravorty. 

India memandang Indonesia sebagai mitra strategis utama di kawasan Indo-Pasifik, terutama karena posisi geografis kedua negara sebagai negara maritim yang bertetangga di wilayah laut . Kunjungan ini juga merupakan bagian dari kebijakan "Act East" India untuk memperkuat keterlibatannya di kawasan timur. 

(berbagai sumber)