GEBRAK.ID, JAKARTA -- Mayoritas masyarakat Indonesia mengaku belum puas terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu terungkap dalam hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis pada Selasa (28/7/2026).
Survei bertajuk Program Khusus Presiden: MBG dan KDMP tersebut menunjukkan sebanyak 61,6 persen publik nasional menyatakan kurang puas atau tidak puas sama sekali terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Sementara itu, tingkat kepuasan masyarakat hanya mencapai 33,8 persen.
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, mengatakan tingkat pengetahuan masyarakat terhadap program MBG sebenarnya sudah sangat tinggi.
"Awareness masyarakat terhadap program MBG sudah mencapai 95,4 persen, namun tingkat kepuasan terhadap pelaksanaannya masih relatif rendah," ujar Deni saat memaparkan hasil survei melalui kanal YouTube SMRC TV, Selasa (28/7/2026).
Dalam survei tersebut, sebanyak 6,2 persen responden mengaku sangat puas terhadap pelaksanaan MBG, sedangkan 27,6 persen menyatakan cukup puas. Di sisi lain, 31 persen responden merasa kurang puas dan 30,6 persen mengaku tidak puas sama sekali. Sisanya, 4,6 persen memilih tidak menjawab atau mengaku belum mengetahui.
Deni menilai tren kepuasan masyarakat terhadap Program MBG terus mengalami penurunan dalam sembilan bulan terakhir.
Pada November 2025, tingkat kepuasan publik masih berada di angka 62,5 persen. Angka tersebut turun menjadi 53,1 persen pada Februari-Maret 2026, kemudian kembali merosot hingga hanya 33,8 persen pada survei Juli 2026.
Sebaliknya, tingkat ketidakpuasan masyarakat meningkat signifikan. Jika pada November 2025 hanya 33,9 persen responden yang menyatakan kurang atau tidak puas, angka itu naik menjadi 44,6 persen pada Februari-Maret 2026 dan mencapai 61,6 persen pada Juli 2026.
Menurut Deni, meningkatnya sikap negatif masyarakat terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan menurunnya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden RI Prabowo Subianto.
"Secara umum, sikap negatif warga terhadap pelaksanaan program MBG menjelaskan mengapa terjadi penurunan kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo," jelas Deni.
Survei SMRC dilakukan pada 5-19 Juli 2026 dengan melibatkan 749 responden yang merupakan warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih.
Sebanyak 83,8 persen responden diwawancarai melalui sambungan telepon, sedangkan 16,2 persen lainnya diwawancarai secara tatap muka. Survei ini memiliki margin of error sekitar ±3,7 persen, sehingga perbedaan hasil dianggap signifikan apabila melebihi 7,4 persen.
(Sumber: SMRC)
