Terinspirasi Gelar Fajar/Fikri, Raymond/Joaquin Bidik Prestasi Lebih Tinggi di China Open 2026

Ganda putra muda Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin mengaku semakin termotivasi setelah melihat keberhasilan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjuarai Japan Open 2026. Semangat itu menjadi bekal Raymond/Joaquin mengawali langkah di China Open 2026. (Foto: PBSI)
Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID -- Ganda putra muda Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin mengaku semakin termotivasi setelah melihat keberhasilan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjuarai Japan Open 2026. Semangat itu menjadi bekal Raymond/Joaquin mengawali langkah di China Open 2026.

Raymond/Joaquin sukses melaju ke babak 16 besar setelah menaklukkan pasangan Taiwan, Lee Fang-Chih/Lee Fang-Jen, lewat pertandingan tiga gim dengan skor 21-13, 19-21, 21-16 di Changzhou, China, Selasa (21/7/2026).

Menurut Raymond, gelar yang diraih Fajar/Fikri pekan lalu menjadi inspirasi besar bagi mereka untuk terus berkembang dan mengejar prestasi di level tertinggi.

"Pastinya terinspirasi dan termotivasi dengan juaranya Aa Fajar dan Aa Fikri pekan lalu di Jepang. Kami mau mengejar mereka," ujar Raymond dalam keterangan resmi PP PBSI.

Pada pertandingan tersebut, Raymond/Joaquin tampil dominan di gim pertama. Namun, mereka kehilangan momentum pada akhir gim kedua sehingga lawan mampu memaksakan pertandingan berlanjut ke gim penentuan.

Joaquin mengakui kesalahan sendiri di poin-poin krusial menjadi penyebab pasangan Indonesia gagal menuntaskan pertandingan dalam dua gim.

"Saya rasa main tadi sudah cukup baik, tapi memang gim kedua kami terus tertinggal. Sudah mencoba mengejar, tapi saya melakukan kesalahan fatal di poin-poin kritis akhirnya lepas," kata Joaquin.

Memasuki gim ketiga, keduanya mencoba melupakan kegagalan pada gim sebelumnya dan kembali fokus membangun permainan sejak awal. Strategi itu terbukti berhasil hingga mereka memastikan tiket ke babak 16 besar.

"Di gim ketiga kami berusaha fokus lagi, tidak memikirkan yang sudah terjadi, reset dari nol pikirannya dan Puji Tuhan berhasil memegang kendali lagi dan menang," ujar Joaquin.

Kemenangan tersebut sekaligus menjadi respons positif setelah Raymond/Joaquin tersingkir lebih awal pada Japan Open 2026. Mereka mengaku telah melakukan evaluasi menyeluruh sehingga mampu tampil lebih baik di China Open.

"Pertandingan hari ini Puji Tuhan diberi kemenangan. Kekalahan di Jepang minggu lalu coba dievaluasi kenapa dan tadi coba direvisi," kata Raymond.

Bagi pasangan muda Indonesia ini, China Open menjadi turnamen Super 1000 terakhir yang mereka ikuti pada musim 2026. Kesempatan tampil di seluruh seri Super 1000 tahun ini menjadi pengalaman berharga untuk meningkatkan kualitas permainan.

"Tahun ini cukup luar biasa buat kami karena sudah bisa ikut semua Super 1000 dan di penutupan Super 1000 ini pastinya kami mau hasil yang terbaik untuk meningkatkan kepercayaan diri sendiri juga. Tapi kami tahu tidak akan mudah, step by step, jadi kami mohon doa dan dukungan," kata Joaquin menandaskan.

(Sumber: PBSI)