Usai Nobar Final Piala Dunia 2026, Ruang Bupati Lombok Barat Disegel KPK, Nomor Ponsel tak Lagi Aktif

Seorang mendokumentasikan ruangan bupati yang terpasang segel berlogo KPK di kantor Bupati Lombok Barat, NTB, Senin (20/7/2026). (Foto: Antara).
Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID, JAKARTA -- Ruangan Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, yang berada di kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), disegel oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (20/7/2026) pagi.

Penyegelan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Bupati Lombok Barat bersama jajaran pejabat pemerintah daerah mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 yang digelar di halaman Kantor Bupati pada Senin dini hari.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Barat, Akhmad Saikhu, membenarkan adanya penyegelan tersebut. Menurutnya, saat para pegawai datang ke kantor pada pagi hari, ruangan bupati sudah dalam kondisi tersegel dengan logo KPK.

"Iya, begitu paginya kami masuk kantor, situasinya sudah seperti itu (tersegel dengan lambang KPK)," kata Saikhu di Gerung, Lombok Barat.

Saikhu menjelaskan, sebelum penyegelan berlangsung, Bupati Lombok Barat bersama sejumlah pejabat pemkab menghadiri acara nonton bareng pertandingan final Piala Dunia 2026. "Selesai nonton, kami pada pulang, dan paginya pas balik kantor, situasinya sudah seperti ini. Kami kaget," ujarnya.

Saikhu mengungkapkan pihaknya telah berupaya menghubungi Bupati Lombok Barat melalui ajudannya. Namun, nomor telepon kepala daerah tersebut sudah tidak dapat dihubungi. "Dikontak, sudah tidak aktif," katanya.

Meski demikian, Saikhu belum dapat memastikan apakah penyegelan yang dilakukan KPK berkaitan dengan keberadaan Bupati Lombok Barat yang belum diketahui.

Saikhu juga menyebut tidak hanya ruang kerja bupati yang disegel. KPK turut melakukan penyegelan terhadap ruangan di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Lombok Barat yang lokasinya berada tidak jauh dari kantor bupati.

"Kami belum bisa menyampaikan informasi apa pun. Sebaiknya kita menunggu keterangan resmi dari pihak yang sedang melakukan kegiatan penyegelan ini," ujar Saikhu.

Hingga berita ini diturunkan, KPK belum memberikan pernyataan resmi mengenai alasan penyegelan sejumlah ruangan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat maupun terkait keberadaan Bupati Lalu Ahmad Zaini.

(Sumber: Antara)