Alasan PBSI Coret Jafar/Felisha dari Kejuaraan Dunia BWF 2026 Akhirnya Terungkap, Minta Publik tak Berspekulasi
| Sekretaris Jenderal PP PBSI Ricky Soebagdja. (Foto: PBSI) |
Editor: A. Rayyan K
GEBRAK.ID, JAKARTA — Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) akhirnya memberikan penjelasan terkait absennya pasangan ganda campuran Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dari Kejuaraan Dunia BWF 2026. Selain Jafar/Felisha, pasangan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil juga dipastikan tidak masuk dalam daftar wakil Indonesia.
PBSI menegaskan keputusan tersebut merupakan bagian dari penyesuaian komposisi tim nasional sekaligus untuk memastikan seluruh proses administrasi dan keikutsertaan atlet berjalan sesuai aturan yang ditetapkan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).
Sekretaris Jenderal PP PBSI Ricky Soebagdja mengatakan, perubahan komposisi dilakukan setelah mempertimbangkan mekanisme yang berlaku pada ajang internasional.
“PP PBSI melakukan penyesuaian komposisi wakil Indonesia pada sektor ganda campuran untuk Kejuaraan Dunia BWF 2026. Sebagai bagian dari penyesuaian tersebut, pasangan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu serta Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil tidak akan mengikuti Kejuaraan Dunia BWF 2026,” ujar Ricky dalam keterangan resmi, Senin (3/8/2026).
Meski demikian, PBSI tidak mengungkap secara rinci persoalan administrasi maupun regulasi yang menjadi dasar tidak diberangkatkannya kedua pasangan tersebut.
Sebelumnya, pembaruan daftar peserta yang dirilis BWF menunjukkan Jafar/Felisha mengundurkan diri dari Kejuaraan Dunia pada 29 Juli 2026. Mundurnya pasangan tersebut sempat membuka peluang bagi Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana untuk naik dari daftar cadangan ke daftar utama.
JANGAN TERLEWATKAN Daftar Wakil Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF 2026: Jafar/Felisha Mundur, Ini Ranking Dunia Skuad Merah Putih
Namun, kesempatan itu tidak berlanjut setelah promosi Dejan/Bernadine tercatat ditolak oleh BWF pada hari yang sama.
Di sisi lain, PBSI juga mengungkapkan bahwa BWF saat ini tengah menjalankan proses peradilan independen terkait dugaan pelanggaran integritas yang melibatkan sejumlah pemain Indonesia.
Meski demikian, organisasi bulu tangkis nasional itu menegaskan tidak akan memberikan komentar mengenai substansi perkara maupun mengaitkannya dengan atlet tertentu selama proses hukum masih berlangsung.
“Sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam proses tersebut, PP PBSI tidak akan memberikan komentar lebih lanjut mengenai substansi perkara maupun mengaitkan proses yang sedang berlangsung dengan atlet tertentu,” kata Ricky.
PBSI meminta seluruh pihak, termasuk media dan masyarakat, tidak membangun spekulasi atau menghubungkan proses yang sedang berjalan dengan nama atlet tertentu sebelum ada keputusan resmi dari Independent Hearing Panel BWF.
Menurut PBSI, organisasi akan terus berkoordinasi dengan BWF dan memastikan setiap langkah yang diambil mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, kepatuhan terhadap regulasi, perlindungan hak atlet, serta menjaga integritas olahraga bulu tangkis.
Dengan perubahan komposisi tersebut, Indonesia kini hanya mengirim dua pasangan di sektor ganda campuran pada Kejuaraan Dunia BWF 2026, yakni Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah serta Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata.
Kejuaraan Dunia BWF 2026 akan berlangsung di New Delhi, India, pada 17 hingga 23 Agustus 2026 dan menjadi salah satu ajang paling bergengsi dalam kalender bulu tangkis dunia.
(Sumber: PBSI)
