Bos Lamborghini tak Gentar Hadapi Supercar China, Kecepatan Saja Dinilai Belum Cukup

mobil sport ev china-carsguide

Sejumlah produsen otomotif China kini tidak hanya bermain di segmen mobil massal, tetapi juga mengembangkan mobil sport dan supercar berperforma tinggi. (Foto ilustrasi: Cars Guide)

Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID — Persaingan industri supercar dunia mulai menghadirkan tantangan baru dari China. Sejumlah produsen otomotif Negeri Tirai Bambu kini tidak hanya bermain di segmen mobil massal, tetapi juga mengembangkan mobil sport dan supercar berperforma tinggi.

Namun, Lamborghini belum melihat perkembangan tersebut sebagai ancaman serius. CEO Lamborghini Stephan Winkelmann menilai produk-produk supercar listrik asal China belum mampu menawarkan pengalaman berkendara yang menjadi ciri khas Lamborghini.

“Kami tidak melihat ini sebagai ancaman karena mereka membuat mobil listrik,” kata Winkelmann, seperti dikutip Carscoops, Rabu (26/8/2026).

Menurut Winkelmann, Lamborghini memiliki pendekatan berbeda dalam menghadirkan mobil performa tinggi. Selain kecepatan dan kemampuan teknis, ia menilai suara mesin serta sensasi emosional menjadi bagian penting dari pengalaman berkendara sebuah supercar.

“Jika kami mengatakan bahwa kami tidak membuat mobil listrik karena suatu alasan, maka ada juga gagasan di balik cara kami memandang para pesaing kami dari China atau produsen China,” ujarnya.

Winkelmann menegaskan, persaingan tidak hanya ditentukan oleh angka tenaga atau kecepatan maksimum. Lamborghini, kata dia, memiliki karakter yang dibangun melalui performa, suara, dan emosi.

“Mereka tidak dapat bersaing dalam hal performa mobil kami, suara, dan emosi,” tegas Winkelmann.

Supercar listrik China mulai unjuk gigi

Pernyataan bos Lamborghini itu muncul ketika sejumlah produsen China semakin agresif memasuki pasar mobil performa tinggi.

Salah satu contohnya adalah Yangwang U9 besutan BYD. Supercar listrik tersebut mengandalkan empat motor listrik dan baterai berkapasitas besar untuk menghasilkan performa ekstrem. Mobil ini bahkan mencatatkan rekor kecepatan tinggi untuk mobil produksi.

Tidak berhenti di sana, Denza juga memperkenalkan model Z dengan sistem tiga motor listrik. Mobil tersebut diklaim mampu menghasilkan tenaga hingga 1.582 hp.

Perkembangan itu menunjukkan bahwa produsen China mulai serius membangun citra sebagai pemain di segmen kendaraan berperforma tinggi. Teknologi baterai dan motor listrik memberi mereka peluang menghasilkan tenaga besar tanpa harus menggunakan mesin berkapasitas besar.

Bagi Lamborghini, persoalannya tidak sesederhana membandingkan angka tenaga. Merek asal Italia itu masih mempertahankan mesin pembakaran internal pada sejumlah modelnya dan menjadikan karakter suara serta respons kendaraan sebagai bagian dari daya tarik.

China mulai lirik mesin V8

Meski demikian, peta persaingan supercar bisa berubah jika produsen China mulai menggabungkan teknologi elektrifikasi dengan mesin pembakaran internal.

Great Wall Motors (GWM), misalnya, tengah mengembangkan supercar bermesin tengah yang tidak sepenuhnya mengandalkan tenaga listrik. Model tersebut diproyeksikan menggunakan mesin V8 4,0 liter twin-turbocharged yang dipadukan dengan sistem plug-in hybrid (PHEV).

GWM juga menyiapkan struktur monokok berbahan serat karbon untuk menjaga bobot kendaraan tetap ringan. Perusahaan tersebut sebelumnya menyatakan supercar barunya akan diarahkan untuk bersaing dengan Ferrari SF90 Stradale.

Langkah GWM menjadi menarik karena memperlihatkan perubahan strategi produsen China. Jika sebelumnya mobil performa tinggi dari China identik dengan tenaga listrik, kini sejumlah produsen mulai mengeksplorasi kombinasi mesin pembakaran dan elektrifikasi.

Kondisi tersebut berpotensi membuat persaingan di kelas supercar semakin ketat. Produsen China tidak hanya mengejar keunggulan tenaga dari motor listrik, tetapi juga mulai mencoba menghadirkan karakter berkendara yang selama ini menjadi wilayah merek-merek Eropa.

Lamborghini untuk sementara masih percaya diri dengan kekuatan mereknya. Akan tetapi, perkembangan teknologi dan keberanian produsen China menggarap supercar bermesin V8 membuat persaingan di segmen tersebut layak mendapat perhatian lebih besar dalam beberapa tahun mendatang.

(Sumber: Carscoops)