Garry Sesumbar Rebut Sabuk UFC dari Islam Makhacev, Siap Bungkam Cemoohan Fans Philadelphia

gary machado

Petarung Ian Machado Garry menanggapi cemoohan publik dalam konferensi pers menjelang pertarungan melawan juara kelas welter (77,1 kg) Ultimate Fighting Championship (UFC) Islam Makhachev. (Foto: MMA Fighting)

Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID — Ian Machado Garry tidak gentar menghadapi cemoohan penonton Philadelphia menjelang pertarungannya melawan Islam Makhachev. Petarung kelas welter Ultimate Fighting Championship (UFC) itu justru melontarkan janji berani untuk merebut sabuk juara dunia.

Garry akan menghadapi Makhachev dalam pertarungan utama UFC 330 di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia, Amerika Serikat, Sabtu (15/8/2026) waktu setempat.

Dalam konferensi pers sebelum pertandingan, Garry mendapat sambutan kurang bersahabat dari penonton. Setiap kali mencoba berbicara, petarung asal Irlandia itu berulang kali dihujani cemoohan dan teriakan dari para pendukung di arena.

Alih-alih terpancing, Garry memilih membalas dengan keyakinan tinggi. Ia bahkan memprediksi sikap para penonton akan berubah setelah pertarungan berakhir.

“Sabtu malam nanti sabuk (kelas welter UFC) itu akan melingkari pinggang saya dan kalian semua akan berubah. Akan ada teriakan ‘ayo Garry’, aku juga menyayangimu,” kata Garry dalam laporan MMA Fighting yang dipantau di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Garry sebelumnya memberikan pujian kepada Makhachev. Namun, perlakuan berbeda justru ia dapatkan dari penonton Philadelphia yang tampak lebih berpihak kepada sang juara.

Meski terus mendapat cemoohan, Garry mengaku sama sekali tidak terganggu. Ia mengatakan fokusnya hanya tertuju pada kesempatan yang sudah lama diimpikannya.

“Aku sama sekali tidak peduli. Aku tidak peduli sama sekali. Anakku ada di sini tertawa, tersenyum, dan membuat ekspresi lucu. Aku sedang mewujudkan mimpiku. Islam ada di sini. Aku bisa tampil pada Sabtu malam dan bertarung memperebutkan gelar juara dunia,” ujarnya.

Mimpi Sejak Usia 16 Tahun

Garry mengungkapkan pertarungan melawan Makhachev merupakan momentum yang sudah ia bayangkan sejak masih berusia 16 tahun. Saat itu, ia memimpikan dirinya menjadi petarung yang mampu mencapai level tertinggi dan tampil dalam perebutan gelar juara dunia UFC.

“Akhir pekan ini, pada tanggal 15 Agustus di Philadelphia, Pennsylvania, semua mimpi saya menjadi kenyataan, dan tidak seorang pun dapat mengambilnya dari saya,” kata Garry.

Sementara itu, Makhachev justru mendapatkan sambutan meriah dari penonton. Setiap kali juara asal Dagestan, Rusia, tersebut berbicara, arena memberikan sorakan keras.

Makhachev mengaku tidak terkejut melihat Garry mendapat cemoohan. Menurut dia, petarung Irlandia tersebut memang tidak banyak mendapat dukungan dari penggemar.

“Tidak, saya tidak terkejut (mereka mencemoohnya). Saya tahu. Tidak ada yang menyukai Ian Garry, termasuk saya sendiri. Karena orang-orang bingung negara mana yang Anda wakili. Brasil atau Irlandia? Orang-orang tidak tahu. Orang-orang tahu siapa yang harus mereka dukung,” ujar Makhachev.

Duel tersebut menjadi kesempatan besar bagi Garry untuk merebut sabuk kelas welter UFC. Ia harus menghadapi Makhachev yang datang dengan ambisi memperpanjang rekor kemenangan beruntunnya.

Makhachev membidik kemenangan beruntun ke-17 dalam karier UFC. Jika berhasil, ia berpeluang memecahkan rekor Anderson Silva untuk jumlah kemenangan beruntun terbanyak dalam sejarah UFC.

Pertarungan di Philadelphia juga menjadi ujian besar bagi Garry. Selain menghadapi juara bertahan, ia harus menghadapi atmosfer arena yang kemungkinan kembali memberikan dukungan penuh kepada Makhachev.

Namun, Garry sudah menyatakan sikapnya. Ia ingin menjadikan cemoohan tersebut sebagai bagian dari perjalanan menuju impian yang telah dibangunnya sejak remaja: merebut sabuk juara dunia UFC.

(Sumber: UFC)