Harimau Sumatra Masuk Kandang Jebak BKSDA Sumbar, Sebelumnya Makan Kambing Warga
Harimau sumatra masuk kandang jebak BKSDA Sumbar setelah memangsa kambing warga di Agam. Evakuasi segera dilakukan.
Satu individu harimau sumatra sedang berada di kandang jebak BKSDA Sumbar di Kampuang Tengek, Jorong Palimbatan, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Selasa (11/8/2026). (Foto: Antara/Yusrizal)
Editor: Saeful Imam
GEBRAK.ID, AGAM – Seekor harimau sumatra akhirnya masuk ke kandang jebak yang dipasang Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) setelah satwa tersebut memangsa kambing milik warga di Kabupaten Agam.
Harimau betina yang masih berusia remaja itu masuk ke kandang jebak di Kampuang Tengek, Jorong Palimbatan, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, pada Selasa (11/8/2026) malam.
Kepala Balai Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar Ade Putra mengatakan, petugas memasang kandang jebak setelah menerima laporan warga terkait keberadaan harimau di sekitar permukiman.
“Harimau masuk kandang kurang dari satu jam usai kami memasang kandang jebak di lokasi tersebut,” kata Ade Putra di Lubuk Basung, Rabu (12/8/2026).
Petugas memasang perangkap setelah harimau tersebut memangsa seekor kambing milik warga bernama Afkir Soni (45 tahun) pada Minggu (9/8/2026).
Laporan dari pemerintah nagari kemudian membuat BKSDA Sumbar bergerak ke lokasi. Petugas melakukan verifikasi lapangan, meminta keterangan pemilik ternak, serta menelusuri tanda-tanda keberadaan satwa sebelum menentukan langkah penanganan.
“Usai mendapatkan laporan, petugas BKSDA Sumbar langsung turun ke lokasi melakukan penanganan,” ujar Ade.
Lokasi kemunculan harimau tersebut menjadi perhatian karena berada tidak jauh dari permukiman warga. Di sekitar lokasi juga terdapat SDN 10 Angge Palimbatan dan SMPN 1 Palupuh.
BKSDA Sumbar kemudian bekerja sama dengan Tim Patroli Anak Nagari (Pagari), TNI, Polri, dan pemerintah nagari untuk memasang kandang jebak di dekat kandang kambing yang sebelumnya menjadi sasaran harimau. Tak butuh waktu lama, perangkap itu membuahkan hasil.
Ade mengatakan Wali Jorong Palimbatan melaporkan adanya suara pintu kandang jebak yang turun. Petugas kemudian mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi perangkap. “Mendapatkan laporan, kami langsung ke lokasi untuk memastikan dan ternyata harimau sudah masuk kandang,” katanya.
Kandang jebak terpasang sekitar pukul 18.30 WIB. Sekitar satu jam kemudian, tepatnya pukul 19.35 WIB, harimau tersebut masuk ke dalam perangkap.
Saat ini, BKSDA Sumbar menyiapkan proses evakuasi terhadap harimau tersebut. Petugas akan melakukan penanganan lebih lanjut sesuai prosedur konservasi dan kondisi satwa.
Keberhasilan menangkap harimau tersebut menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko konflik antara satwa liar dengan masyarakat, terutama karena lokasi kemunculannya berada di kawasan yang berdekatan dengan aktivitas warga dan fasilitas pendidikan.
BKSDA Sumbar bersama unsur terkait sebelumnya langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan warga. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan masyarakat sekaligus memastikan harimau sumatra mendapat penanganan yang tepat.
(Sumber: Antara)
