Kemendikdasmen Bantu Pulihkan 71 LKP Terdampak Banjir dan Perkuat Kompetensi Guru SMK
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyalurkan bantuan Rp4,18 miliar untuk memulihkan 71 lembaga kursus dan pelatihan (LKP) yang terdampak banjir di Aceh dan Sumatra Utara di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bidang Bangunan dan Listrik (BBL) Medan, Rabu (26/8/2026). (Foto: Humas Kemendikdasmen)
Editor: Devona R
GEBRAK.ID, MEDAN — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyalurkan bantuan Rp4,18 miliar untuk memulihkan 71 lembaga kursus dan pelatihan (LKP) yang terdampak banjir di Aceh dan Sumatra Utara.
Bantuan tersebut diberikan bersamaan dengan program peningkatan kompetensi bagi 118 guru SMK dari 11 provinsi. Kegiatan berlangsung di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bidang Bangunan dan Listrik (BBL) Medan, Rabu (26/8/2026).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, pendidikan bermutu tidak hanya berlangsung melalui sekolah formal. Pendidikan nonformal juga memiliki peran penting dalam membuka kesempatan belajar bagi masyarakat.
“Education is not only about schooling but the essence of education is learning. Esensi pendidikan itu belajar, tidak hanya sekolah,” ujar Abdul Mu’ti.
Menurut dia, pendidikan vokasi juga perlu diarahkan agar lulusan SMK tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi berani menciptakan peluang usaha. Kreativitas dan kemampuan beradaptasi menjadi bekal penting karena keterampilan teknis dapat berubah mengikuti perkembangan teknologi.
“Jangan selalu anak SMK itu didorong kerja kantor pakai lamaran berlapis-lapis, beri mereka visi tentang entrepreneurship,” kata Abdul Mu’ti.
Kemendikdasmen juga mendorong SMK mengembangkan keahlian berdasarkan potensi daerah, seperti kopi, teh, nilam, hingga perikanan. Dengan pendekatan tersebut, siswa dapat mengolah potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Kemendikdasmen menggelar program upskilling dan reskilling bagi 118 guru dari 11 provinsi pada 20 Agustus hingga 2 September 2026.
Program itu mencakup tiga bidang, yakni Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Sepeda Motor, serta Teknik Komputer dan Jaringan. Peserta mengikuti lokakarya, kunjungan industri, dan uji kompetensi.
Abdul Mu’ti menekankan peningkatan kemampuan guru tidak cukup hanya pada keterampilan teknis. Guru juga perlu menguasai kreativitas, inovasi, pemecahan masalah, kemampuan beradaptasi, teknologi digital, coding, dan kecerdasan artifisial.
Di sisi lain, bantuan pemulihan diberikan kepada 71 LKP yang terdampak banjir di Aceh dan Sumatra Utara.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin mengatakan, bencana tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga mengganggu kegiatan belajar karena sejumlah peralatan praktik ikut terendam.
“Bantuan peningkatan mutu sebesar Rp4,18 miliar kepada 71 lembaga kursus dan pelatihan,” ujar Tatang.
Sebanyak 49 LKP penerima bantuan berada di Aceh, terdiri atas 21 LKP di Bireuen, 12 LKP di Aceh Tamiang, 10 LKP di Langsa, dan 6 LKP di Lhokseumawe. Sementara 22 LKP lainnya berada di Sumatra Utara, yakni 17 LKP di Langkat dan 5 LKP di Deli Serdang.
Pimpinan LKP Sakinah, Samsinar, mengatakan bantuan tersebut membantu lembaganya kembali menjalankan kursus setelah banjir merusak mesin jahit dan peralatan tata busana serta kecantikan.
“Alhamdulillah dengan adanya bantuan dari Kemendikdasmen, kami hari ini sudah pelan-pelan bangkit kembali untuk menjalankan kursus ini,” kata Samsinar.
Bantuan juga diterima LKP Rita di Kabupaten Langkat. Pimpinan LKP Rita, Dewi Rita, menyebut dana Rp50 juta akan digunakan untuk mengganti mesin dan mendukung kegiatan pelatihan.
“Semoga dengan bantuan ini kami dapat meningkatkan dan mengembalikan kembali sarana sebagai penunjang dalam melaksanakan program kami,” ujar Dewi Rita menandaskan.
(Sumber: BKHM Setjen Kemendikdasmen)
