Kemendikdasmen Salurkan Bantuan untuk Murid dan Guru Korban Gempa NTT
Gempa bumi kembali mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga membuat warga Kabupaten Manggarai kembali diliputi kepanikan. Di tengah situasi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bergerak menyalurkan bantuan bagi murid dan guru yang terdampak. (Foto: Humas Kemendikdasmen)
Editor: Devona R
GEBRAK.ID, JAKARTA — Gempa bumi kembali mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga membuat warga Kabupaten Manggarai kembali diliputi kepanikan. Di tengah situasi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bergerak menyalurkan bantuan bagi murid dan guru yang terdampak.
Gempa berkekuatan magnitudo 5,8 mengguncang wilayah tersebut pada Kamis (20/8/2026) pagi. Sehari sebelumnya, gempa dengan kekuatan magnitudo 5,7 juga dirasakan masyarakat pada Rabu malam.
Tim Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen tiba di wilayah terdampak untuk melihat langsung kondisi warga sekaligus menyalurkan bantuan. Perjalanan menuju lokasi tidak mudah karena tim masih menemukan sejumlah longsoran di sisi jalan.
“Semoga kami selamat dan tidak terjadi tsunami,” ujar salah satu warga yang ditemui Tim Kemendikdasmen, seperti dikutip Kasman, anggota Tim Direktorat Sekolah Dasar yang berada di lokasi, Kamis (20/8/2026).
Meski guncangan masih terasa, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah tim untuk mendatangi lokasi pengungsian. Bantuan kemudian disalurkan kepada ratusan murid yang terdampak gempa.
Di pengungsian SD Inpres Robo, Kecamatan Feri Ruteng, Kabupaten Manggarai, Kemendikdasmen membagikan goodie bag berisi makanan kepada 29 anak PAUD, 229 murid SD, dan 116 murid SMP.
Bantuan tersebut berisi kebutuhan sederhana untuk anak-anak selama berada di pengungsian, seperti susu, air minum kemasan, dan makanan ringan. Tim Kemendikdasmen juga menyerahkan school kit secara simbolis kepada perwakilan murid jenjang PAUD, SD, dan SMP.
Tidak hanya murid, para guru yang berada di lokasi pengungsian turut mendapatkan family kit untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka selama masa tanggap darurat.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan, kehadiran pemerintah di tengah situasi bencana menjadi bagian dari upaya memastikan anak-anak tetap mendapatkan perhatian, termasuk dalam memenuhi kebutuhan belajar.
“Di tengah kondisi darurat, Kemendikdasmen hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan perhatian, dukungan, dan kebutuhan belajar,” ujar Abdul Mu’ti di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Menurut Abdul Mu’ti, bantuan yang diberikan memang tidak dapat menggantikan seluruh kebutuhan warga yang terdampak. Namun, langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap murid, guru, dan keluarga yang menghadapi situasi sulit akibat bencana.
“Bantuan yang kami bawa mungkin sederhana, tetapi ini adalah bentuk kepedulian dan komitmen kami untuk terus hadir bersama anak-anak, guru, dan keluarga yang terdampak bencana,” katanya.
Kemendikdasmen juga memberikan santunan secara langsung kepada guru dan murid yang mengalami dampak serius akibat gempa.
Salah seorang guru di SDK Ri’i, Desa Bea Mese, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, menerima santunan Rp2 juta beserta family kit setelah rumahnya tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa.
Bantuan juga diberikan kepada seorang murid kelas V SDK Ri’i yang terdampak runtuhan puing bangunan sekolah. Murid tersebut menerima santunan Rp1 juta dan school kit.
Duka mendalam juga menyelimuti keluarga besar SDK Ri’i setelah seorang murid kelas V, Febriani Evika Jas, meninggal dunia akibat bencana tersebut. Kemendikdasmen menyerahkan santunan Rp5 juta serta bantuan sembako kepada orang tua almarhumah.
Kepala Susteran Misionaria Claris Ruteng, Sr. Flaviana Dia, MC, menyambut baik kehadiran pemerintah di tengah kondisi sulit yang dihadapi para suster, guru, murid, dan masyarakat Ruteng.
Gempa tidak hanya menimbulkan kerusakan pada bangunan, tetapi juga mengganggu aktivitas pendidikan. Sejumlah fasilitas sekolah ikut terdampak sehingga kebutuhan terhadap dukungan bagi murid dan guru menjadi semakin penting.
Kehadiran Tim Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen di lokasi bencana menjadi bentuk respons pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar sekaligus kebutuhan belajar anak tetap mendapat perhatian.
Penyaluran bantuan tersebut juga mendapat sambutan dari sesepuh adat dan tokoh masyarakat yang hadir menyaksikan proses pemberian bantuan di lokasi pengungsian.
Kemendikdasmen berharap dukungan tersebut dapat membantu murid dan guru melewati masa darurat sekaligus menjaga semangat belajar anak-anak di tengah kondisi pascagempa.
(Sumber: Kemendikdasmen)
