KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, 172 Orang Selamat dan 1 Meninggal

KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok. Tim SAR mengevakuasi 172 orang selamat dan satu penumpang meninggal dunia.

KMP Putri Yasmin yang terbakar di perairan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu (12/8/2026) dini hari WITA.

KMP Putri Yasmin yang terbakar di perairan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu (12/8/2026) dini hari WITA. (Foto: Tangkapan layar Tim SAR)

Editor: Saeful Imam

GEBRAK.ID, MATARAM – Tim SAR gabungan bergerak cepat mengevakuasi penumpang dan kru KMP Putri Yasmin yang terbakar di perairan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (12/7/2026). Hingga data sementara yang tercatat di Posko SAR, sebanyak 173 orang berhasil dievakuasi.

Sebanyak 172 orang selamat, sedangkan satu penumpang perempuan meninggal dunia dalam insiden tersebut. Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi mengatakan, tim gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal.

“Berdasarkan data sementara yang terkonfirmasi di Posko SAR hingga saat ini, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 173 orang. Dari jumlah tersebut, 172 orang dinyatakan selamat, sementara satu orang dilaporkan meninggal dunia,” ujar Hariyadi di Mataram, Rabu.

KMP Putri Yasmin mengalami kebakaran sekitar pukul 04.15 WITA ketika kapal berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok. Kantor SAR Mataram menerima laporan darurat sekitar pukul 04.39 WITA dan langsung mengerahkan personel serta sejumlah kapal untuk membantu proses evakuasi.

Proses penyelamatan berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur. KN SAR 220 Mataram, KN SAR Arjuna, KMP PortLink II, KAL Lembar, Kapal Yacht No Comment dan Still Here, Speedboat Polairud, Rigid Inflatable Boat (RIB), serta Rigid Buoyancy Boat (RBB) ikut bergerak menuju lokasi.

Sebagian penumpang kemudian dibawa ke Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, dan sebagian lainnya menuju Pelabuhan Padangbai, Bali.

Hariyadi menjelaskan, sebanyak 30 orang dievakuasi menggunakan KMP PortLink II menuju Padangbai. Sementara itu, 59 orang dibawa KN SAR Arjuna ke Pelabuhan Lembar dan 17 orang lainnya dievakuasi menggunakan kapal milik TNI AL menuju Lembar.

“Para penumpang yang selamat ada dievakuasi ke Pelabuhan Padangbai dan Pelabuhan Lembar,” kata Hariyadi.

Operasi penyelamatan juga melibatkan Kantor SAR Denpasar, SGi Air Bali, TNI AL, Ditpolairud Polda NTB, Polres Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, KMP Parama Kalyani, awak kapal yacht, tim medis, masyarakat setempat, serta instansi terkait lainnya.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi turut mengapresiasi gerak cepat seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kecelakaan tersebut. Menurutnya, karakter arus di Selat Lombok membuat kecepatan respons menjadi faktor penting dalam proses penyelamatan.

“Tentunya, kami mengapresiasi respons yang sangat cepat dan baik dari tim SAR gabungan dan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat,” kata Dudy di Pelabuhan ASDP Lembar, Lombok Barat.

Dudy menyebut KMP Putri Yasmin telah menjalani pemeriksaan sebelum berlayar dan dinyatakan laik melaut. Namun, dia meminta semua pihak tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kebakaran, termasuk terkait informasi dugaan ledakan dari truk ekspedisi di geladak kapal.

“Kami tidak ingin terlalu cepat mengambil kesimpulan penyebab kapal terbakar. Yang paling penting tim SAR gabungan cepat bertindak mengevakuasi menekan timbulnya korban,” ujar Dudy.

Sebanyak 12 orang dari korban selamat juga mendapat perawatan medis di rumah sakit.

Setelah proses evakuasi selesai, pemerintah akan memberikan ruang kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menyelidiki penyebab kebakaran. Hasil penyelidikan nantinya menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pengawasan, pencegahan, dan kesiapan menghadapi kecelakaan transportasi laut.

“Nantinya kita berikan kesempatan KNKT untuk menyelidiki sebab musabab kejadian. Dari situ kita bisa melihat apa yang harus dilakukan dan evaluasi,” jelas Dudy.

Tim SAR gabungan hingga Rabu malam masih bersiaga dan terus memperbarui data sesuai perkembangan pencarian serta penanganan korban di lapangan.

(Berbagai Sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *