Michael Owen Kritik Manchester United, Seharusnya Rekrut Bintang Chelsea Ini 4 Tahun Lalu
Michael Owen menilai Manchester United melewatkan kesempatan besar ketika tidak merekrut Cole Palmer kini menjadi bintang Chelsea. (Foto: Chelsea FC)
Editor: Damar Pratama
GEBRAK.ID, JAKARTA — Michael Owen menilai Manchester United (MU) melewatkan kesempatan besar ketika tidak merekrut salah satu pemain yang kini menjadi bintang Chelsea. Mantan penyerang MU dan Liverpool itu menyebut klub berjuluk Iblis Merah seharusnya bergerak lebih cepat sekitar empat tahun lalu.
Menurut Owen, pemain tersebut sudah menunjukkan kualitas yang bisa membuat perbedaan jika mendapatkan kesempatan berkembang di Old Trafford. Pemain yang dimaksud adalah Cole Palmer.
Palmer kini menjadi salah satu pemain paling penting di Chelsea. Perkembangannya di Stamford Bridge membuat keputusan Manchester United pada masa lalu kembali menjadi sorotan.
Palmer sebelumnya tumbuh di akademi Manchester City setelah bergabung sejak usia delapan tahun. Menariknya, pemain asal Inggris tersebut memiliki kedekatan dengan Manchester United sejak kecil. Ia bahkan pernah mengenakan atribut United di balik seragam Manchester City ketika masih muda.
Namun, perjalanan Palmer akhirnya membawa dirinya ke Chelsea. The Blues mendatangkannya dari Manchester City dengan nilai transfer sekitar 42,5 juta poundsterling atau sekitar Rp940 miliar, menggunakan asumsi kurs Rp22.100 per poundsterling.
Kepindahan tersebut kemudian terbukti menjadi salah satu keputusan transfer terbaik Chelsea.
Palmer langsung berkembang menjadi pemain utama di Stamford Bridge. Pada musim pertamanya, ia mencetak 22 gol di Premier League dan menjadi pusat kreativitas Chelsea. Performa tersebut membuat namanya semakin diperhitungkan di level tertinggi sepak bola Inggris.
Bagi Owen, situasi tersebut menunjukkan bahwa Manchester United seharusnya lebih jeli melihat potensi Palmer sejak masih berada di fase awal perkembangannya.
Komentar Owen juga tidak bisa dilepaskan dari pandangannya mengenai masalah yang selama ini menghambat banyak pemain di Manchester United. Ia pernah menilai sejumlah pemain yang datang ke Old Trafford justru mengalami penurunan performa setelah bergabung.
“Harry Kane seharusnya sudah terjadi beberapa tahun lalu. Mereka sebenarnya bisa mendapatkannya,” ujar Owen dalam kesempatan sebelumnya ketika membahas kegagalan United merekrut pemain berkualitas.
Owen melihat persoalan United bukan semata-mata terletak pada kualitas pemain yang mereka datangkan. Lingkungan klub juga ikut menentukan apakah seorang pemain mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
Ia bahkan menilai banyak pemain top mengalami penurunan performa setelah bergabung dengan United karena tekanan dan kondisi klub.
“Ini tempat yang sulit untuk tampil saat ini, dan sudah berlangsung selama sekitar satu dekade,” kata Owen dalam wawancara yang dikutip The Standard.
Kasus Palmer memberikan gambaran berbeda. Setelah meninggalkan Manchester City, ia justru menemukan panggung utama di Chelsea dan berkembang menjadi pemain yang mampu menentukan pertandingan.
Chelsea juga mendapatkan keuntungan besar dari keberanian memberikan peran sentral kepada Palmer. Ia bukan sekadar pemain muda pelapis, tetapi menjadi salah satu tumpuan utama serangan The Blues.
Situasi itu membuat ucapan Owen terasa semakin menarik. Jika Manchester United benar-benar mengambil Palmer ketika masih muda, perjalanan karier sang pemain bisa saja berlangsung sangat berbeda.
Namun, sepak bola memang penuh dengan keputusan yang baru terlihat nilainya beberapa tahun kemudian. Manchester City akhirnya melepas Palmer, Chelsea memanfaatkannya, sementara Manchester United kini hanya bisa melihat perkembangan sang pemain dari luar.
Bagi Chelsea, Palmer menjadi bukti bahwa investasi terhadap pemain muda bisa menghasilkan aset sekaligus pemain utama. Bagi Manchester United, kisah tersebut kembali membuka pertanyaan tentang bagaimana klub membaca potensi pemain dan membangun lingkungan yang mampu mengeluarkan kemampuan terbaik mereka.
Satu hal yang jelas, Palmer kini sudah menjadi bintang Chelsea. Penyesalan tentang keputusan empat tahun lalu pun menjadi pengingat bahwa kesempatan mendapatkan pemain berbakat tidak selalu datang dua kali.
(Sumber: Sportskeeda, The Standard, BBC Sport)
