Exit Tol Jembatan Tiga Arah Pluit Ditutup Mulai 4 September 2026, Ini Rute Alternatifnya
Penutupan dilakukan untuk mendukung percepatan proyek strategis nasional Harbour Road II yang ditargetkan selesai 2027. ( Foto: jasamarga)
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK. ID, JAKARTA–PT Citra Nusaphala Persada Tbk (CMNP) selaku pengelola ruas Tol Cawang-Tanjung Priok–Ancol Timur–Jembatan Tiga/Pluit akan menutup sementara pintu keluar (exit) Tol Jembatan Tiga arah Pluit. Penutupan berlaku mulai Jumat (4/9/2026) pukul 22.00 WIB hingga Sabtu (31/7/2027) pukul 00.00 WIB.
Kebijakan ini diambil untuk mendukung pekerjaan konstruksi proyek Harbour Road (HBR) II elevated yang beririsan dengan Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono, tepatnya pada seksi Harbour Road I di kawasan Jembatan Tiga (P186-P193).
Alasan Penutupan dan Progres
ProyekDirektur CMNP, Djoko Sapto M. Mulyo, menyampaikan bahwa penutupan dilakukan sebagai upaya menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan optimal. “Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul. Langkah penutupan sementara ini merupakan upaya menjaga keselamatan bagi pengguna jalan serta memastikan pelaksanaan pekerjaan pembangunan berjalan secara optimal dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan,” ujar Djoko dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/8/2026).
Proyek Harbour Road II (Ancol Timur–Pluit) merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun dengan investasi swasta Rp15,8 triliun tanpa menggunakan APBN. Hingga awal Agustus 2026, progres konstruksi telah mencapai 44,2%, dengan pembebasan lahan 77%.
Target penyelesaian proyek ini adalah kuartal I 2028, namun dioptimistiskan dapat rampung lebih cepat pada pertengahan hingga akhir 2027.
Jalan tol layang sepanjang 9,2 kilometer ini dibangun di atas jalan tol eksisting dengan dua jalur, masing-masing selebar 14,3 meter dan tiga lajur di setiap arah. Proyek ini diharapkan menjadi jalur utama distribusi logistik menuju dan dari Pelabuhan Tanjung Priok, sekaligus mendukung peningkatan kapasitas pelabuhan dari 8,3 juta TEUs menjadi 11,5 juta TEUs per tahun.
Rute Alternatif yang Disiapkan
CMNP telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyiapkan rekayasa lalu lintas selama masa penutupan. Pengguna jalan diimbau untuk mengantisipasi perjalanan dan memilih jalur alternatif sebagai berikut:
1. Pengguna yang menuju Jalan Gedong Panjang dan Jalan Pluit Selatan Raya dapat keluar melalui exit Tol Sunda Kelapa/Glodok
2. Pengguna yang menuju Jalan Prof. Dr. Latumeten dapat keluar melalui exit Tol Angke/Pejagalan/GlodokSelain itu, pengguna jalan diminta mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi keamanan dan kelancaran perjalanan.
Dampak dan Manfaat Jangka Panjang
Meskipun penutupan exit tol ini akan menimbulkan ketidaknyamanan sementara, pembangunan Harbour Road II diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi di kawasan Jakarta Utara.
Pelaksana Tugas Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP), Fadjar Dwi Wishnuwardhani, menegaskan bahwa proyek ini memiliki peran penting dalam meningkatkan konektivitas Jakarta sekaligus mendukung kelancaran logistik nasional. KSP bersama Kementerian PU, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), dan Kementerian ATR/BPN akan terus melakukan koordinasi untuk menyelesaikan berbagai hambatan di lapangan.
“Kami akan terus melakukan debottlenecking apabila ada kendala. Ini bukan hanya proyek CMNP atau Wika, tetapi Proyek Strategis Nasional yang harus dipastikan berjalan dengan baik,” tegas Fadjar.
(berbagai sumber)
