Motor Listrik Nasional Ditargetkan Produksi 75 Ribu Unit Sepanjang Tahun 2026

molinas motor listrik nasional - bakom ri

Pemerintah menargetkan produksi 75 ribu unit motor listrik nasional sepanjang 2026 sebagai bagian dari pengembangan industri kendaraan listrik dalam negeri. (Foto: Bakom RI)

Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID, JAKARTA — Pemerintah menargetkan produksi 75 ribu unit motor listrik nasional sepanjang 2026 sebagai bagian dari pengembangan industri kendaraan listrik dalam negeri.

Program tersebut resmi diperkenalkan Presiden RI Prabowo Subianto. Dalam peluncurannya, pemerintah tidak hanya menampilkan satu merek, tetapi memperlihatkan sejumlah produk motor listrik lokal, termasuk Alva, Gesits, serta Cakra NX1.

Program motor listrik nasional atau MOLINAS dirancang sebagai ekosistem industri yang mencakup produksi kendaraan, baterai, pembiayaan, distribusi, layanan purnajual, fasilitas pengisian daya, hingga sistem battery swapping.

Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menyebut PT Len Industri mendapat mandat sebagai Lead Integrator. Perusahaan yang tergabung dalam Holding Defend ID itu akan mengoordinasikan berbagai pihak untuk membangun ekosistem motor listrik nasional.

Pemerintah menetapkan kapasitas produksi motor listrik nasional mencapai 100 ribu unit per tahun. Pada saat yang sama, tingkat penggunaan komponen dalam negeri ditargetkan mencapai 60 persen.

Khusus 2026, pemerintah mematok produksi sebanyak 75 ribu unit motor listrik. Target tersebut diharapkan menjadi tahap awal untuk memperbesar kapasitas industri sekaligus memperluas penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.

Prospek pasar juga diproyeksikan terus meningkat. Bakom memperkirakan kebutuhan motor listrik nasional dapat mencapai 1,5 juta unit pada 2028.

“Dengan kapasitas produksi 100.000 unit per tahun, MOLINAS diproyeksikan memberikan dampak ekonomi hingga Rp150 triliun dan menciptakan sekitar 215 ribu lapangan kerja,” demikian penjelasan Bakom, Jumat (14/8/2026).

Pengembangan motor listrik juga diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak. Pemerintah memperkirakan penggunaan kendaraan listrik secara masif dapat membantu menekan subsidi BBM sekaligus memperbaiki neraca perdagangan energi hingga Rp82,2 triliun.

Presiden Prabowo turut menjanjikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin membeli motor listrik nasional. Salah satu skema yang disiapkan berupa pembelian tanpa uang muka serta cicilan yang lebih ringan.

“Jadi nanti kalau masih ada yang pakai motor bensin, ya rasain sendiri. Tadi kita hitung memakai motor listrik dibandingkan motor bensin penghematannya minimal 50 persen, pengeluaran kalian untuk sehari-hari bergerak minimal 50 persen. Bahkan bisa sampai 70 persen di ujungnya,” kata Prabowo.

Dengan target produksi 75 ribu unit pada 2026 dan kapasitas 100 ribu unit per tahun, pemerintah berharap MOLINAS tidak sekadar menghadirkan produk kendaraan listrik baru, tetapi juga memperkuat industri nasional dari hulu hingga hilir.

(Sumber: Bakom RI)