Nama-Nama Kandidat Ketum PBNU Mencuat Jelang Muktamar, Ulil Ungkap Ada Kejutan

Muktamar ke-35 NU semakin dinamis setelah enam hingga tujuh nama disebut masuk bursa calon ketua umum PBNU.

Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla. (Foto: PBNU)

Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla. (Foto: PBNU)

Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID, JAKARTA — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) diprediksi menghadirkan persaingan menarik dalam pemilihan ketua umum (ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla menyebut sedikitnya enam hingga tujuh nama berpotensi masuk dalam bursa calon ketua umum.

Ulil menilai ramainya kandidat bukan sekadar menunjukkan persaingan untuk menduduki posisi tertinggi di PBNU. Menurut dia, banyaknya tokoh yang muncul justru memperlihatkan tingginya antusiasme kader dan tokoh NU dalam mengembangkan organisasi.

“Ini muktamar yang termasuk seru karena banyak kandidatnya. Jadi dibanding dengan Muktamar ke-34 di Lampung, Muktamar ke-35 di Tambakberas ini ramai kandidat,” ujar Ulil di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Menurut Ulil, kondisi tersebut memberikan pilihan lebih banyak kepada para muktamirin dalam menentukan sosok yang akan memimpin PBNU pada periode mendatang.

Sejumlah nama mulai mencuat dalam bursa tersebut. Mereka antara lain Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Nama lain yang ikut disebut yakni Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf, Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon KH Imam Jazuli, dan Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.

“Selain Gus Yahya, ada juga para kandidat-kandidat lain. Saya hitung ada sekitar enam kandidat seluruhnya, atau tujuh. Luar biasa,” kata Ulil.

Banyak Kandidat Dinilai Jadi Sinyal Positif

Ulil tidak melihat kemunculan banyak kandidat sebagai persoalan. Sebaliknya, ia memandang fenomena tersebut sebagai sinyal positif bagi perjalanan organisasi Nahdlatul Ulama.

“Bagi saya itu menandakan kegairahan tokoh-tokoh NU untuk membesarkan organisasi,” ujarnya.

Dinamika menjelang Muktamar ke-35 NU pun masih sangat terbuka. Ulil bahkan memperkirakan bakal ada sejumlah perkembangan mengejutkan sebelum forum tertinggi organisasi tersebut berlangsung.

“Insya Allah banyak kejutan ya, dan sekarang pun sudah banyak kejutan,” jelas Ulil.

Muktamar ke-35 NU di Tambakberas menjadi momentum penting bagi warga Nahdliyin untuk menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan. Dengan munculnya sejumlah nama potensial, proses menuju pemilihan ketua umum diperkirakan semakin dinamis.

Meski demikian, bahan yang disampaikan Ulil belum menetapkan siapa saja yang secara resmi akan maju sebagai calon ketua umum. Nama-nama tersebut masih berada dalam bursa kandidat yang disebut menjelang pelaksanaan muktamar.

(Sumber: NU)