Novak Djokovic Tersingkir di Cincinnati, Thiago Tirante Raih Kemenangan Terbesar dalam Karier

djokovic

Novak Djokovic harus mengakhiri perjalanan di Cincinnati Open 2026 lebih cepat setelah secara mengejutkan kalah dari petenis Argentina, Thiago Agustin Tirante, di lapangan keras Cincinnati, Ohio, Amerika Serikat, Minggu (16/8/2026) WIB. (Foto: ATP)

Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID, JAKARTA — Novak Djokovic harus mengakhiri perjalanan di Cincinnati Open 2026 lebih cepat setelah secara mengejutkan kalah dari petenis Argentina, Thiago Agustin Tirante.

Djokovic menyerah dalam pertarungan tiga set dengan skor 6-2, 4-6, 4-6 pada babak kedua turnamen ATP Masters 1000 tersebut di lapangan keras Cincinnati, Ohio, Amerika Serikat, Minggu (16/8/2026) WIB.

Hasil ini menjadi kejutan besar mengingat Djokovic merupakan juara Cincinnati Open sebanyak tiga kali. Namun, kondisi fisik petenis Serbia berusia 39 tahun itu tampak menjadi salah satu faktor yang memengaruhi jalannya pertandingan.

Tirante yang berusia 25 tahun mampu memanfaatkan situasi tersebut dengan tampil sabar dan konsisten. Pertandingan berlangsung selama dua jam 44 menit sebelum petenis Argentina itu memastikan kemenangan terbesar dalam kariernya.

“Saya pikir ini kemenangan terbaik dalam karier saya. Saya benar-benar melakukan pekerjaan dengan baik di lapangan,” kata Tirante seusai pertandingan, dikutip dari ATP.

Djokovic sebenarnya mengawali pertandingan dengan meyakinkan. Ia mampu mengontrol permainan dan merebut set pertama dengan skor 6-2.

Memasuki pertengahan pertandingan, tenaga Djokovic mulai terkuras. Kondisi panas dan kelembapan tinggi di Ohio turut membuat pergerakannya terlihat tidak seagresif biasanya.

Situasi tersebut semakin terlihat pada set kedua. Ketika pertandingan memasuki kedudukan 1-1 dan terjadi deuce, Djokovic meminta bantuan fisioterapis.

Gim tersebut berlangsung hampir 18 menit sebelum Djokovic akhirnya mampu mempertahankan servisnya. Saat pergantian sisi lapangan, dokter turnamen juga melakukan pemeriksaan terhadap petenis Serbia tersebut.

Tirante kemudian terus memberikan tekanan. Djokovic sempat menggagalkan sejumlah peluang break, tetapi akhirnya kehilangan servis pada gim ketujuh.

Keunggulan itu mampu dipertahankan Tirante hingga akhir set. Ia menutup set kedua dengan skor 6-4 dan memaksa Djokovic memainkan set penentuan.

Pada set ketiga, Djokovic sempat memperlihatkan semangat untuk bangkit. Ia mampu menyelamatkan tiga peluang break ketika melakukan servis dalam kedudukan 4-4.

Namun, Tirante tidak kehilangan ketenangan. Ia akhirnya mendapatkan break penting pada gim kesembilan yang membuka jalan menuju kemenangan.

Petenis Argentina itu kemudian tampil solid saat mendapatkan kesempatan menutup pertandingan. Djokovic tidak mampu membalikkan keadaan dan harus menerima kekalahan pada laga pembukanya di Cincinnati Open 2026.

“Saya mengelola tekanan dengan sangat baik saat bermain melawan legenda seperti Novak. Sekarang saya merasa lega karena ada begitu banyak tekanan ketika Anda tidak bisa melakukan break,” ujar Tirante.

Statistik pertandingan menunjukkan Djokovic sebenarnya mampu bertahan dari sebagian besar ancaman break. Ia menyelamatkan 13 dari 15 peluang break yang diperoleh Tirante.

Namun, konsistensi Tirante serta kemampuannya memanfaatkan kesalahan Djokovic menjadi pembeda. Kemenangan tersebut sekaligus memperbaiki catatan Tirante ketika menghadapi pemain yang masuk 10 besar dunia menjadi empat kemenangan dari lima pertandingan.

Performa Tirante sepanjang 2026 juga terus menunjukkan peningkatan. Ia kini sudah mengoleksi 23 kemenangan di level tur tahun ini.

Catatan tersebut jauh lebih baik dibandingkan musim-musim sebelumnya. Sebelum 2026, Tirante tidak pernah mengumpulkan lebih dari enam kemenangan dalam satu musim di level tur.

Tirante sebelumnya juga mencatat kemenangan atas Ben Shelton di Munich pada April serta Taylor Fritz di Montreal pada awal Agustus 2026.

Pada babak berikutnya di Cincinnati Open 2026, Tirante akan menghadapi petenis muda Spanyol, Martin Landaluce. Landaluce sebelumnya menyingkirkan unggulan ke-31 Matteo Arnaldi dengan skor 6-4, 4-6, 6-4.

Pertandingan tersebut akan menjadi pertemuan pertama Tirante dan Landaluce di level ATP. Bagi Tirante, kemenangan atas Djokovic menjadi modal besar untuk melanjutkan kejutan di Cincinnati.

Sementara bagi Djokovic, kekalahan ini menjadi pukulan tersendiri dalam persiapannya menghadapi rangkaian turnamen keras di Amerika Serikat.

(Sumber: ATP)