Rehan/Gloria Tersingkir dari Kejuaraan Dunia 2026, Sempat Menang Telak di Gim Pertama

Gloria-Emanuelle-Widjaja_1-Rehan-PBSI.jpeg

Ganda campuran Indonesia Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja harus mengakhiri langkahnya di Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah gagal mempertahankan keunggulan pada pertandingan babak 32 besar. (Foto: PBSI)

Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID, JAKARTA — Ganda campuran Indonesia Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja harus mengakhiri langkahnya di Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah gagal mempertahankan keunggulan pada pertandingan babak 32 besar.

Rehan/Gloria sempat tampil meyakinkan dan merebut gim pertama dengan skor telak 21-9. Namun, pasangan Indonesia itu kemudian kehilangan kendali permainan hingga akhirnya kalah dari unggulan kesembilan asal Taiwan, Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan.

Pertandingan yang berlangsung di New Delhi, India, Rabu (19/8/2026), berakhir dengan skor 21-9, 18-21, 19-21 untuk pasangan Taiwan.

Kekalahan tersebut terasa menyesakkan karena Rehan/Gloria sebenarnya memiliki momentum kuat setelah memenangkan gim pembuka dengan selisih 12 poin.

Memasuki gim kedua, pasangan Indonesia justru harus bekerja keras mengejar perolehan angka lawan. Rehan/Gloria sempat memperkecil jarak dan kembali memberikan tekanan, tetapi mereka gagal menyelesaikan sejumlah peluang penting di penghujung gim.

“Pada poin-poin akhir kami kurang tenang dan masih terlalu terburu-buru,” kata Rehan dalam keterangan resmi PBSI.

Gloria juga menilai gim kedua menjadi titik yang paling mereka sesalkan. Menurut dia, Rehan/Gloria sebenarnya masih memiliki kesempatan untuk membalikkan keadaan setelah mampu mendekati perolehan poin lawan.

“Saya paling menyayangkan gim kedua. Setelah tertinggal cukup jauh, kami bisa mendekat dan sebenarnya masih memiliki kesempatan, tetapi penyelesaian pada poin terakhir kurang baik,” ujar Gloria.

Kesalahan berlanjut pada gim penentuan. Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan semakin percaya diri setelah menemukan ritme permainan, sedangkan Rehan/Gloria terlihat terburu-buru dalam membangun serangan.

Gloria mengakui mereka beberapa kali membuat keputusan yang kurang tepat, terutama ketika mengarahkan bola kepada Ye Hong Wei.

“Pada gim ketiga mereka sudah menemukan ritme permainan, sedangkan kami terlalu terburu-buru ingin menghasilkan poin. Kami juga beberapa kali lupa untuk menghindari mengarahkan bola kepada Ye Hong Wei karena dia punya kualitas yang sangat baik,” kata Gloria.

Pelajaran Berharga bagi Rehan/Gloria

Kegagalan mempertahankan keunggulan menjadi pelajaran penting bagi Rehan/Gloria. Rehan menilai pertandingan di level Kejuaraan Dunia tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga ketenangan dan kesiapan menghadapi setiap situasi.

Menurutnya, status unggulan atau nama besar lawan tidak otomatis menentukan hasil pertandingan. “Siapa pun lawannya pada akhirnya sama. Pertandingan ditentukan oleh siapa yang lebih siap ketika berada di lapangan,” ujar Rehan.

Meski kecewa karena tersingkir, Rehan/Gloria tetap membawa sisi positif dari pertandingan tersebut. Keduanya mampu menyelesaikan laga hingga gim ketiga tanpa mengalami cedera.

Hasil ini sekaligus menutup perjalanan Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja pada Kejuaraan Dunia BWF 2026. Sementara itu, wakil-wakil Indonesia lainnya masih berjuang untuk melangkah lebih jauh di turnamen yang berlangsung di New Delhi tersebut.

(Sumber: PBSI)