Resmi Dipertahankan hingga 2030, Mauricio Pochettino Lanjutkan Misi Besar Bangun Timnas Amerika Serikat
| Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (U.S. Soccer) resmi memperpanjang kontrak Mauricio Pochettino sebagai pelatih tim nasional putra hingga Piala Dunia 2030. (Foto: FIFA/AFP) |
Editor: Damar Pratama
GEBRAK.ID, JAKARTA — Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (U.S. Soccer) resmi memperpanjang kontrak Mauricio Pochettino sebagai pelatih tim nasional putra hingga Piala Dunia 2030. Keputusan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilan pelatih asal Argentina itu membawa Amerika Serikat tampil kompetitif pada Piala Dunia 2026.
Pengumuman perpanjangan kontrak disampaikan U.S. Soccer pada Senin (3/8/2026). Sebelumnya, Pochettino hanya dikontrak hingga berakhirnya Piala Dunia 2026 setelah ditunjuk sebagai pelatih pada 2024 usai berpisah dengan Chelsea.
CEO U.S. Soccer JT Batson mengatakan federasi optimistis proyek jangka panjang bersama Pochettino akan semakin meningkatkan kualitas tim nasional Amerika Serikat.
“Mauricio dan staf pelatihnya percaya pada masa depan sepak bola di Amerika Serikat. Proyek baru ini memungkinkan kami melanjutkan perkembangan tim nasional putra Amerika Serikat sekaligus menjaga momentum positif U.S. Soccer,” ujar Batson dalam pernyataan resmi.
Kepercayaan tersebut bukan tanpa alasan. Di bawah arahan Pochettino, Amerika Serikat mencatat penampilan impresif di Piala Dunia 2026 dengan keluar sebagai juara grup, mengungguli Australia, Paraguay, dan Turki.
Enam poin yang dikumpulkan di fase grup juga menjadi pencapaian terbaik timnas putra Amerika Serikat sepanjang sejarah keikutsertaannya di ajang Piala Dunia.
Pada fase gugur, Amerika Serikat berhasil menyingkirkan Bosnia di babak 32 besar. Namun, langkah mereka harus terhenti di babak 16 besar setelah takluk 1-4 dari Belgia, sekaligus mengakhiri harapan tampil lebih jauh di turnamen yang digelar di kandang sendiri.
Menanggapi kontrak barunya, Pochettino mengaku semakin yakin dengan potensi besar yang dimiliki sepak bola Amerika Serikat.
“Setelah bekerja sama dengan U.S. Soccer selama dua tahun terakhir, kami semakin yakin bahwa program tim nasional putra memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi lebih kuat,” kata Pochettino.
Pochettino juga mengaku terkesan dengan antusiasme suporter selama berlangsungnya Piala Dunia 2026.
“Semangat yang kami rasakan dari para suporter sepanjang Piala Dunia semakin menguatkan keyakinan kami tentang apa yang bisa dicapai di sini,” ujarnya.
Sebelum menangani timnas Amerika Serikat, Pochettino dikenal sebagai salah satu pelatih papan atas Eropa. Ia sukses membawa Southampton mencatat prestasi terbaiknya di Liga Inggris pada musim 2012/2013, kemudian mengantarkan Tottenham Hotspur mencapai final Liga Champions untuk pertama kalinya pada 2019.
Kariernya berlanjut bersama Paris Saint-Germain dengan raihan gelar Ligue 1 Prancis sebelum menangani Chelsea pada 2023. Meski hanya semusim bersama The Blues, Pochettino mampu membawa klub London tersebut finis di posisi keenam Liga Inggris sebelum berpisah atas kesepakatan bersama pada 2024.
Dengan kontrak baru hingga 2030, Pochettino kini memiliki waktu lebih panjang untuk membangun fondasi tim nasional Amerika Serikat yang diproyeksikan menjadi salah satu kekuatan baru sepak bola dunia pada Piala Dunia berikutnya.
(Sumber: US Soccer)
