Richie Duta Richardo Buru Gelar Indonesia Masters 2026 Usai Juara di Pontianak
Tunggal putra Indonesia Richie Duta Richardo langsung membidik tantangan yang lebih tinggi setelah meraih gelar juara Polytron Pontianak International Challenge 2026. (Foto: PBSI)
GEBRAK.ID — Tunggal putra Indonesia Richie Duta Richardo langsung membidik tantangan yang lebih tinggi setelah meraih gelar juara Polytron Pontianak International Challenge 2026.
Richie kini mengincar trofi Indonesia Masters 2026 yang berlangsung di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, 1-6 September. Turnamen berstatus BWF World Tour Super 100 itu menjadi kesempatan bagi Richie untuk meraih gelar pertamanya di level tersebut.
“Setelah ini, saya ingin membidik gelar yang lebih tinggi lagi seperti Super 100,” kata Richie dalam keterangannya di Jakarta, Senin (31/8/2026).
Langkah Richie di Indonesia Masters akan dimulai dari babak 64 besar. Ia dijadwalkan menghadapi tunggal putra Taiwan, Chiang Tzu Chieh.
Kepercayaan diri pemain muda Indonesia itu sedang meningkat setelah tampil konsisten sepanjang musim pada turnamen level International Challenge. Sebelum menjuarai turnamen di Pontianak, Richie lebih dulu meraih gelar Vietnam International Challenge pada Maret 2026.
Dalam partai final di Vietnam, Richie mengalahkan Cheng Ju-Sheng dengan skor 21-13, 21-14. Pemain usia 18 tahun ini juga sempat mencapai semifinal Singapore International Challenge pada Februari 2026.
Gelar di Pontianak semakin memperkuat catatan positif tersebut. Richie menaklukkan unggulan ketujuh Ginpaul Sonna dengan skor 24-22, 21-19 dalam waktu 59 menit dan menuntaskan turnamen tanpa kehilangan satu gim.
“Saya persembahkan untuk kedua orang tua yang sudah hadir langsung ke sini. Teman pelatnas, pelatih dan tim pendukung,” ujar Richie.
Indonesia Masters 2026 menawarkan total hadiah 120 ribu dolar AS atau sekitar Rp1,2 miliar. Persaingan pun akan lebih berat karena Richie harus berhadapan dengan pemain yang memiliki pengalaman lebih banyak.
Sejumlah nama yang menjadi ancaman antara lain unggulan pertama HS Prannoy dari India, Wang Po Wei dari Taiwan sebagai unggulan kedua, serta Prahdiska Bagas Shujiwo yang menempati unggulan keempat.
Richie tidak ingin sekadar menjadi pelengkap dalam turnamen tersebut. Modal gelar di Pontianak menjadi bekal untuk mengejar pencapaian lebih tinggi sekaligus membuktikan dirinya mampu bersaing di level Super 100.
Editor: A. Rayyan K
(Sumber: PBSI)
