Timnas Voli Putra Indonesia Uji Kekuatan Kamboja, Target Asian Games 2026 Menanti

timnas-voli-putra-indonesia-juara-sea-games-2023

Timnas Voli Putra Indonesia mulai memanaskan mesin menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Kamboja menjadi lawan uji coba yang dipilih untuk mengukur kesiapan sekaligus mematangkan komposisi tim sebelum tampil di ajang olahraga terbesar Asia tersebut. (Foto: PBVSI)

Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID, JAKARTA — Timnas Voli Putra Indonesia mulai memanaskan mesin menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Kamboja menjadi lawan uji coba yang dipilih untuk mengukur kesiapan sekaligus mematangkan komposisi tim sebelum tampil di ajang olahraga terbesar Asia tersebut.

Indonesia akan dua kali menghadapi Kamboja dalam laga persahabatan. Pertandingan pertama berlangsung Rabu (19/8/2026), sedangkan pertemuan kedua dijadwalkan pada Selasa (25/8/2026).

Kedua laga tersebut berlangsung di National Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja. Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) memastikan Indonesia hanya menghadapi Kamboja selama menjalani agenda uji coba di negara tersebut.

Uji tanding ini menjadi bagian penting dari persiapan menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober mendatang di Jepang.

PP PBVSI menjelaskan pemilihan Kamboja juga mempertimbangkan ketentuan keikutsertaan pertandingan internasional. Agenda uji coba tersebut dirancang untuk menghindari kemungkinan sanksi terkait aturan pertandingan dari Federasi Bola Voli Dunia (FIVB) maupun Konfederasi Bola Voli Asia (AVC).

Bukan Sekadar Uji Coba

Pertemuan dengan Kamboja juga menjadi kesempatan bagi tim pelatih untuk melihat perkembangan pemain yang diproyeksikan masuk skuad Asian Games 2026.

Sebelumnya, PP PBVSI telah memanggil 18 pemain untuk menjalani persiapan. Komposisinya memadukan pemain senior dengan atlet muda yang diproyeksikan menjadi bagian dari regenerasi tim nasional.

Pada posisi setter, tiga pemain mendapat panggilan, yakni Alfin Daniel Pratama, Dio Zulfikri, dan Jasen Natanael Kilanta.

Sektor middle blocker diisi Hendra Kurniawan, Muhammad Malizi, Ahmad Gumilar, Putra Bagus Hidayatulloh, dan Tedi Oka Syahputra.

Hendra, Malizi, serta Tedi memiliki pengalaman bertanding di level internasional. Sementara itu, Ahmad Gumilar dan Putra Bagus menjadi bagian dari kelompok pemain muda yang dipersiapkan untuk meneruskan kekuatan tim nasional.

Untuk posisi libero, terdapat Abhinaya Fahreza Rakha dan Raihan Rizky Attorif.

Sementara itu, enam pemain mengisi sektor outside hitter. Mereka adalah Farhan Halim, Luvi Febrian Nugraha, Sigit Ardian, Fahri Septian Putratama, Boy Arnez Arabi, dan Agil Anggara.

Posisi opposite hitter dipercayakan kepada Rama Fazza Fauzan dan Fauzan Nibras.

Dua Pertemuan dengan Kamboja

Laga melawan Kamboja bukan pertemuan pertama kedua tim dalam beberapa waktu terakhir. Indonesia sebelumnya mengalahkan Kamboja 3-1 pada pertandingan perebutan peringkat ketiga SEA V Cup 2026 Leg 2 di Jakarta International Velodrome, Minggu (26/7/2026).

Saat itu, Indonesia mengamankan kemenangan melalui skor 25-18, 19-25, 25-20, dan 26-24.

Kini, pertemuan di Phnom Penh memberikan konteks berbeda. Timnas Indonesia tidak sekadar mengejar kemenangan, tetapi juga membutuhkan pertandingan dengan intensitas kompetitif untuk menguji kesiapan sebelum menghadapi lawan-lawan yang lebih berat di Asian Games.

Tantangan Berat di Asian Games

Indonesia tergabung di Pul B cabang olahraga voli putra Asian Games 2026. Berdasarkan hasil undian, tim Merah Putih akan bersaing dengan Iran, Thailand, dan Kirgizstan.

Komposisi tersebut membuat persiapan menjadi sangat penting. Iran merupakan salah satu kekuatan besar voli Asia, sedangkan Thailand dan Kirgizstan juga dapat memberikan perlawanan sengit.

Karena itu, dua pertandingan melawan Kamboja menjadi kesempatan bagi tim pelatih untuk mengevaluasi pola permainan, kombinasi pemain, serta kesiapan fisik sebelum memasuki persaingan Asian Games.

Dengan waktu menuju turnamen yang semakin dekat, setiap pertandingan menjadi bagian dari proses menentukan skuad terbaik. Indonesia pun tidak ingin datang ke Jepang hanya dengan modal nama besar, tetapi membawa tim yang benar-benar siap bersaing.

Laga melawan Kamboja akhirnya menjadi salah satu pijakan penting menuju Aichi-Nagoya. Hasil pertandingan memang tetap penting, tetapi evaluasi dan perkembangan permainan akan menjadi ukuran yang tidak kalah menentukan.

(Sumber: PP PBVSI)