UIN Palu Ajarkan Bahasa Indonesia kepada 6 Mahasiswa Asing Sekaligus Kenalkan Budaya Sulawesi
Rektor UIN Datokarama Palu Prof Lukman Thahir menyematkan jaket almamater kepada mahasiswa asing sebelum mereka diajarkan berbahasa Indonesia, di Palu, Senin (17/8/2026). (Foto: Humas UIN Datokarama Palu)
Editor: Devona R
GEBRAK.ID, PALU — Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Sulawesi Tengah, membekali enam mahasiswa asing dengan kemampuan Bahasa Indonesia sebelum mereka memulai perkuliahan sebagai mahasiswa baru.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya kampus mempermudah proses adaptasi mahasiswa internasional, baik dalam lingkungan akademik maupun kehidupan sosial selama menempuh pendidikan strata satu (S1) di UIN Datokarama Palu.
Rektor UIN Datokarama Palu Prof Lukman Thahir mengatakan, penguasaan Bahasa Indonesia menjadi bekal penting bagi mahasiswa asing agar mereka dapat berinteraksi dengan lebih mudah selama berada di Indonesia.
“Langkah ini untuk memudahkan interaksi sosial para mahasiswa asing selama mengenyam pendidikan jenjang strata satu (S1) di Kampus UIN Palu,” kata Lukman di Palu, Selasa (18/8/2026).
Enam mahasiswa tersebut berasal dari Somalia, Nigeria, Ethiopia, Yaman, Thailand, dan Filipina. UIN Datokarama mewajibkan mereka mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai bagian dari persiapan sebelum menjalani aktivitas perkuliahan.
Pelatihan berlangsung di Mahad Aljamiah UIN Datokarama mulai 18 Agustus hingga 10 Oktober 2026. Pusat Hubungan Internasional pada Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Datokarama bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa UIN Datokarama dan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) untuk menjalankan program tersebut.
Bahasa Indonesia Jadi Diplomasi Budaya
Lukman menilai pembelajaran Bahasa Indonesia bagi mahasiswa asing tidak sekadar bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi. Kampus juga ingin menjadikan bahasa sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.
“Bahasa Indonesia diposisikan bukan sekadar sebagai media komunikasi ruang kelas, melainkan sebagai alat diplomasi budaya. Pada momentum HUT ke-81 Republik Indonesia, maka bahasa Indonesia digemakan ke mancanegara,” ujarnya.
Menurut Lukman, kedatangan mahasiswa dari enam negara menunjukkan meningkatnya kepercayaan internasional terhadap UIN Datokarama Palu sebagai institusi pendidikan tinggi.
Kampus, kata dia, tidak hanya ingin mahasiswa asing tersebut menyelesaikan pendidikan dengan baik. Mereka juga diharapkan membawa pengalaman mengenai Indonesia ketika kembali ke negara masing-masing.
“Melalui pengajaran Bahasa Indonesia kami ingin membekali mereka tidak hanya sukses secara akademik, tetapi juga menjadi duta budaya Indonesia saat kembali ke negara asal setelah menyelesaikan studi,” ucapnya.
Lukman menambahkan kemampuan berbahasa menjadi salah satu kunci agar mahasiswa internasional dapat membangun hubungan akademik sekaligus beradaptasi dengan kehidupan masyarakat setempat.
Karena itu, UIN Datokarama berupaya menciptakan lingkungan belajar yang membuat mahasiswa asing merasa nyaman dan mampu mengikuti proses pendidikan secara maksimal.
Kenalkan Budaya Sulawesi Tengah
Kepala Pusat Hubungan Internasional UIN Datokarama Dr Darlis mengatakan pelatihan tidak hanya berfokus pada kemampuan berbahasa Indonesia. Para mahasiswa juga akan memperoleh pengenalan mengenai budaya Sulawesi Tengah.
“Selama proses pengajaran para mahasiswa tidak hanya diasah keterampilan berbahasa Indonesia. Melainkan dikenalkan tentang budaya Sulawesi Tengah,” kata Darlis.
Untuk memperkuat proses pembelajaran, UIN Datokarama melibatkan dosen dari kampus tersebut bersama BIPA Sulawesi Tengah. Kolaborasi itu diharapkan membantu mahasiswa asing menguasai Bahasa Indonesia sekaligus memahami lingkungan budaya tempat mereka tinggal selama menempuh pendidikan.
“Khusus pengenalan budaya, akan diperkenalkan oleh tim dari Program BIPA Provinsi Sulawesi Tengah,” ujar Darlis.
Program tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan penerimaan mahasiswa dari luar negeri. Kampus juga perlu menyiapkan mereka agar mampu berkomunikasi, memahami budaya lokal, serta membangun relasi dengan masyarakat selama berada di Indonesia.
Bagi UIN Datokarama Palu, pembelajaran Bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Sulawesi Tengah menjadi bagian dari upaya membangun pengalaman pendidikan yang lebih utuh bagi mahasiswa internasional.
(Sumber: UIN Datokarama Palu)
