Villains Are Destined to Die Tamatkan Cerita Utama, Adaptasi Anime TV Juga Diumumkan
Villains Are Destined to Die atau Akuyaku no Ending wa Shi nomi dikenal sebagai salah satu judul populer dalam genre reinkarnasi villainess, khususnya cerita fantasi romantis yang mengisahkan karakter utama yang harus berjuang menghindari nasib buruk setelah masuk ke dalam dunia permainan otome.
Villains Are Destined to Die Tamatkan Cerita Utama, Adaptasi Anime TV Juga Diumumkan. (Foto: Anime News Network).
Editor: Damar Pratama
GEBRAK.ID– Kisah webtoon populer Villains Are Destined to Die akhirnya memasuki babak baru. Layanan manga dan novel digital Kakao, Piccoma, mengumumkan bahwa cerita utama karya penulis Gwon Gyeoeul dan ilustrator SUOL telah berakhir. Bersamaan dengan itu, proyek adaptasi anime televisinya juga turut diumumkan.
Villains Are Destined to Die atau Akuyaku no Ending wa Shi nomi dikenal sebagai salah satu judul populer dalam genre reinkarnasi villainess, khususnya cerita fantasi romantis yang mengisahkan karakter utama yang harus berjuang menghindari nasib buruk setelah masuk ke dalam dunia permainan otome.
Terjebak sebagai Villainess dengan Akhir Kematian
Cerita berfokus pada Penelope Eckhart, seorang perempuan yang tiba-tiba terbangun di dalam dunia sebuah game otome. Masalahnya, ia bukanlah karakter utama yang dicintai semua orang, melainkan seorang villainess yang memiliki hubungan buruk dengan berbagai karakter di sekitarnya.
Dalam mode permainan yang sulit, hampir setiap pilihan dapat membawa Penelope menuju kematian. Ia harus menghadapi berbagai kemungkinan akhir yang fatal, mulai dari konflik dengan saudara-saudaranya hingga keterlibatan dengan sang pangeran.
Dengan memanfaatkan pengetahuan yang dimilikinya tentang permainan, Penelope berusaha meningkatkan tingkat kasih sayang para karakter pria sekaligus mencari cara untuk bertahan hidup. Namun, dunia yang dimasukinya tidak semudah yang ia bayangkan.
Berawal dari Web Novel
Villains Are Destined to Die pertama kali hadir sebagai web novel karya Gwon Gyeoeul. Cerita tersebut kemudian diadaptasi menjadi webtoon dengan ilustrasi dari SUOL dan mulai diserialisasikan pada 2020.
Popularitasnya berkembang pesat di Korea Selatan dan menjadikannya salah satu webcomic yang banyak dibaca di platform Kakao Page. Web novel-nya telah mencatat lebih dari 1,7 juta tayangan dan 145 ribu likes, sementara versi webtoon telah memperoleh lebih dari 14,8 juta tayangan dan 1,5 juta likes.
Cerita utamanya kemudian berakhir pada chapter 214 di Kakao Page pada Juli. Meski demikian, perjalanan seri ini belum sepenuhnya selesai. Tim kreatif berencana melanjutkan franchise melalui cerita spin-off setelah masa jeda.
Versi Bahasa Inggris Masih Berlanjut
Untuk pembaca internasional, Villains Are Destined to Die tersedia dalam bahasa Inggris melalui Tapas. Hingga saat ini, versi tersebut telah diserialisasikan sampai chapter 210.
Franchise ini juga telah mendapatkan publikasi dalam berbagai format di luar Korea. Di Jepang, Piccoma menerbitkan versi manga sekaligus novel karya Gwon Gyeoeul. Kadokawa menerbitkan volume kompilasi pertama manga pada Maret 2022 dan dijadwalkan merilis volume ke-12 pada 17 November.
Sementara itu, Ize Press menghadirkan seri ini untuk pembaca berbahasa Inggris dalam format cetak, eBook, dan audiobook. Versi novelnya direncanakan hadir dalam lima volume, dengan volume keempat dijadwalkan terbit pada 15 September.
Versi webtoon-nya juga terus mendapatkan perhatian besar dari pembaca internasional. Ize Press dijadwalkan menerbitkan volume kesembilan pada 18 Agustus, menjadikan Villains Are Destined to Die sebagai salah satu judul terlaris dari penerbit tersebut.
Adaptasi Anime Jadi Babak Baru
Dengan berakhirnya cerita utama webtoon dan diumumkannya adaptasi anime TV, Villains Are Destined to Die memasuki fase baru dalam perjalanan franchise-nya.
Kombinasi antara kisah reinkarnasi, romance fantasy, mekanisme permainan otome, serta perjuangan Penelope untuk menghindari berbagai ending kematian menjadi salah satu daya tarik utama seri ini. Popularitasnya di Korea Selatan hingga pasar internasional juga menunjukkan besarnya basis penggemar yang dimiliki karya Gwon Gyeoeul dan SUOL.
Kini, para penggemar tinggal menantikan bagaimana kisah Penelope Eckhart akan diterjemahkan ke dalam format anime dan sejauh mana adaptasi tersebut akan mengikuti cerita aslinya.
(Sumber: Anime News Network 10 Agustus 2026).
