10 Sekolah Terbaik di OSN SMA 2026, Sekolah Swasta Mendominasi
Olimpiade Sains Nasional (OSN) Jenjang Pendidikan Menengah 2026 resmi berakhir di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). (Foto: Humas Kemendikdasmen)
GEBRAK.ID — Persaingan Olimpiade Sains Nasional (OSN) Jenjang Pendidikan Menengah 2026 melahirkan sederet sekolah dengan prestasi menonjol. Dari daftar 10 sekolah dengan perolehan medali terbanyak, sekolah swasta mendominasi dengan hanya dua sekolah negeri yang masuk daftar.
OSN 2026 resmi berakhir setelah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menutup rangkaian kompetisi di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).
Sebanyak 566 finalis mengikuti kompetisi dalam sembilan bidang, yakni astronomi, biologi, ekonomi, fisika, geografi, informatika, kebumian, kimia, dan matematika. Dari jumlah tersebut, 45 peserta meraih emas, 90 perak, dan 135 perunggu. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan raihan medali terbanyak, yakni 82 medali.
Pemeringkatan sekolah dalam daftar berikut menggunakan jumlah medali emas sebagai penentu utama, kemudian perak dan perunggu.
- SMAS 1 Kristen BPK Penabur Jakarta
Sekolah ini mengoleksi 5 emas, 2 perak, dan 1 perunggu atau total 8 medali.
Emas: Ferrel Gabriel (Fisika), Davino Sugianto (Fisika), Michael Davin Hadi (Biologi), Darren Jeonathan (Ekonomi), Jovan Rafael Natalieputra (Astronomi).
Perak: Delicia Angela Gunario (Kimia), Shannon Demetria Suwanto (Biologi).
Perunggu: Bryant Joshua Halim (Matematika).
- SMAS Kristen BPK Penabur Gading Serpong, Tangerang, Banten
BPK Penabur Gading Serpong meraih 4 emas, 3 perak, dan 3 perunggu, dengan total 10 medali.
Emas: Axelleon Reinhart Tandani (Matematika), Hansen Marcello Chandra (Matematika), Devin Cahyadi (Fisika), Vincent Dhammara Alvi (Biologi).
Perak: Aiko Violetta Wijaya (Kimia), Ethan Samuel Benaya Khu (Fisika), Shalomita Sharon Pakpahan (Biologi).
Perunggu: Nathan Emmanuel Siahaya (Informatika), Jocelyn Abigail Toniman (Ekonomi), Daniel Chalmer Halim (Ekonomi).
Meski mengumpulkan medali terbanyak, sekolah tersebut berada di posisi kedua karena jumlah emasnya masih di bawah SMAS 1 Kristen BPK Penabur Jakarta.
- MAN Insan Cendekia Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten
MAN Insan Cendekia Serpong mengoleksi 3 emas, 2 perak, dan 2 perunggu.
Emas: Bumi Jauhar Khawarizmi (Kebumian), Muammar Akhtar Djanoarta (Kebumian), Muhammad Genta Ksatria Bumi (Astronomi).
Perak: Faiz Makhbub Adiwibowo (Geografi), Ibrahim Fatih Aydin (Astronomi).
Perunggu: Hafizh Maulana (Matematika), Izzat Alvaro Yudhistira (Ekonomi).
- SMA Pradita Dirgantara, Boyolali, Jawa Tengah
Sekolah ini meraih 2 emas, 3 perak, dan 1 perunggu.
Emas: Ketut Andra Nugraha Utama (Matematika), Hanin Khairunnisa Fauzan (Kimia).
Perak: Wirasena Ganendra (Kebumian), Yazeira Andini Maheswari (Kebumian), Ahmad Dzaky Ardhani (Astronomi).
Perunggu: Andrew Lionel Iskandar (Matematika).
- SMA Negeri 8 Jakarta
SMA Negeri 8 Jakarta mengoleksi 2 emas dan 2 perunggu.
Emas: Aladdin Naufal Surahman (Fisika), Wigar Niscala Ghiyats Sambas (Astronomi).
Perunggu: Muhammad Bagir (Kimia), Arsyadeva Emery Aditya (Astronomi).
- SMAS Kristen Petra 1 Surabaya
SMAS Kristen Petra 1 Surabaya meraih 2 emas dan 1 perunggu.
Emas: Kayllen Gracie Kohari (Kebumian), Gunadi Putra Buntoro (Biologi).
Perunggu: Federico Videlson Kenardi (Kebumian).
- SMAS Kanisius Jakarta
SMAS Kanisius Jakarta juga meraih 2 emas dan 1 perunggu.
Emas: Gerardus Paxton Mardhi (Informatika), Ananda Osho Manuel (Ekonomi).
Perunggu: James Reynaldi Darmawan (Fisika).
- SMAS Kharisma Bangsa, Kota Tangerang Selatan, Banten
SMAS Kharisma Bangsa meraih 2 medali emas.
Emas: Jayvin Staley Chen (Kimia), Ahmad Yazid Muhandis (Informatika).
- SMAS Budi Mulia Jakarta
SMAS Budi Mulia Jakarta juga mengoleksi 2 emas.
Emas: Avliani Wijaya (Geografi), Axel Dwi Putra (Geografi).
- SMAS Sutomo 1 Medan
SMAS Sutomo 1 Medan menutup daftar dengan 1 emas, 2 perak, dan 5 perunggu atau total 8 medali.
Emas: Philbert Mayer (Matematika).
Perak: Janes Hendrawan Lie (Kimia), Friedrich Hizkia Partogi Nainggolan (Fisika).
Perunggu: Havier Faust Gerald Gunawan (Matematika), Maverick Gavyn Wijaya (Fisika), Davian Anders (Fisika), Muhammad Vildan Fadhli (Astronomi), Frederich Louis (Astronomi).
Prestasi tersebut menunjukkan ketatnya persaingan talenta sains pada OSN 2026. Pemerintah juga menyiapkan pembinaan lanjutan bagi para peraih medali, termasuk peluang mengikuti seleksi untuk ajang internasional.
Kemendikdasmen menyebut OSN bukan sekadar kompetisi untuk meraih medali, tetapi menjadi bagian dari upaya menemukan dan mengembangkan potensi akademik generasi muda Indonesia.
(Devona R/Sumber: Puspresnas Kemendikdasmen)
