14 Zona Megathrust Kepung Indonesia, Ini Daftar Lengkap dan Potensi Kekuatannya

1789122610825

Jumlah ini meningkat dibandingkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017 yang mencatat 13 segmen, serta peta 2010 yang hanya mencatat 11 segmen. (Foto: ist)

GEBRAK.ID,JAKARTA— Indonesia kembali diingatkan akan ancaman gempa bumi raksasa yang berasal dari zona megathrust. Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 mencatat adanya perubahan signifikan pada zona megathrust di Tanah Air, dengan total 14 segmen yang perlu diwaspadai karena memiliki potensi bahaya gempa besar.Jumlah Zona Megathrust Bertambah

Berdasarkan data terbaru, jumlah zona megathrust yang berpotensi berdampak terhadap Indonesia tercatat sebanyak 14 segmen. Jumlah ini meningkat dibandingkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017 yang mencatat 13 segmen, serta peta 2010 yang hanya mencatat 11 segmen.

Pembaruan dalam peta 2024 mencakup penentuan jalur dan geometri sesar, segmentasi sesar, penambahan sumber gempa, pengkajian skenario rupture, perhitungan magnitudo potensial, hingga penggunaan rumus atenuasi terbaru untuk subduksi.

Secara keseluruhan, peta terbaru ini telah memetakan 402 sumber gempa beserta parameternya, dengan penambahan 126 sumber gempa baru.

Daftar Lengkap 14 Zona Megathrust.

Berikut adalah daftar 14 zona megathrust yang berpotensi berdampak terhadap Indonesia berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024, lengkap dengan potensi magnitudo maksimumnya:

1. Megathrust Aceh-Andaman — Potensi magnitudo maksimum M9,22.

Megathrust Nias-Simeulue — Potensi magnitudo maksimum M8,73.

Megathrust Batu — Potensi magnitudo maksimum M7,84.

Megathrust Mentawai-Siberut — Potensi magnitudo maksimum M8,95.

Megathrust Mentawai-Pagai — Potensi magnitudo maksimum M8,96.

Megathrust Enggano — Potensi magnitudo maksimum M8,97.

Megathrust Jawa — Potensi magnitudo maksimum M9,18.

Megathrust Jawa Bagian Barat — Potensi magnitudo maksimum M8,99.

Megathrust Jawa Bagian Timur — Potensi magnitudo maksimum M8,910.

Megathrust Sumba — Potensi magnitudo maksimum M8,911.

Megathrust Sulawesi Utara — Potensi magnitudo maksimum M8,512.

Megathrust Palung Cotabato — Potensi magnitudo maksimum M8,313.

Megathrust Filipina Selatan — Potensi magnitudo maksimum M8,214.

Megathrust Filipina Tengah — Potensi magnitudo maksimum M8,1

Dari 14 segmen tersebut, 11 segmen berada di wilayah Indonesia, sementara 3 segmen berada di Filipina. Wilayah pesisir yang berhadapan langsung dengan zona-zona ini meliputi pantai barat Sumatra, selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Sulawesi Utara dan Laut Banda.

Tiga Segmen Paling Diwaspadai

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan perhatian khusus pada tiga segmen megathrust yang dinilai paling berbahaya. Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyebutkan bahwa segmen Mentawai-Siberut, Selat Sunda (bagian Jawa Barat), dan Sumba menjadi prioritas kewaspadaan.

Zona Megathrust Mentawai-Siberut dikenal sebagai salah satu seismic gap paling berbahaya di dunia. Sejak gempa besar terakhir pada 1797 dan 1833, zona ini belum melepaskan energi signifikan, sehingga akumulasi tekanan terus meningkat.

Sementara itu, zona megathrust di Selat Sunda diperkirakan tengah menyimpan energi besar yang berpotensi memicu gempa dahsyat.

Berdasarkan analisis seismic gap, wilayah selatan Banten belum mengalami gempa besar sejak 1757 atau sekitar 267 tahun.

Mekanisme Gempa Megathrust

Megathrust adalah wilayah pertemuan antara lempeng-lempeng tektonik Bumi yang memiliki potensi menghasilkan gempa bumi berkekuatan besar dan tsunami dahsyat. Zona ini diperkirakan dapat melepaskan energi secara berulang dalam siklus waktu yang mencapai ratusan tahun.

Amien Widodo, peneliti senior dari Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim ITS, menjelaskan bahwa gempa megathrust dipicu oleh tumbukan lempeng dengan kedalaman antara 0-70 kilometer. “Terjadinya gempa megathrust karena adanya hambatan antar-bidang lempeng, sedangkan lempeng terus bergerak,” ujarnya.

Indonesia diapit oleh tiga lempeng utama: Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Samudra Indo-Australia. Pergerakan lempeng tektonik berlangsung dengan kecepatan tertentu antara 2 hingga 10 cm per tahun, menciptakan akumulasi energi yang sewaktu-waktu dapat dilepaskan secara tiba-tiba.

Potensi Dampak dan Mitigasi

Peneliti BRIN, Widjo Kongko, mengungkapkan bahwa potensi gempa megathrust Selat Sunda mencapai magnitudo 8,7. Jika pelepasan potensi tersebut terjadi bersamaan dengan segmentasi di atasnya, yaitu megathrust Enggano, dan di sebelah timurnya megathrust Jawa Barat-Tengah, maka magnitudo gempa bisa mencapai 9 atau lebih.

“Energi yang dihasilkan dari potensi gempa itu mirip dengan gempa bumi dan tsunami Aceh 2004,” kata Widjo. Berdasarkan perhitungan model, tsunami yang terjadi berpotensi lebih tinggi dari Aceh karena kedalaman laut di daerah sumber gempa yang lebih dalam.

Meski demikian, Daryono menegaskan bahwa megathrust tidak akan meledak secara bersamaan karena setiap segmen memiliki laju konvergensi dan sejarah kegempaan yang berbeda. BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak panik, namun tetap meningkatkan kesiapsiagaan.

Langkah mitigasi yang dapat dilakukan antara lain memastikan pemahaman jalur evakuasi dan titik aman tsunami, menyiapkan tas siaga bencana, melakukan penguatan struktural pada bangunan, serta berpartisipasi aktif dalam latihan kesiapsiagaan yang diadakan oleh BPBD setempat.

(Dinar K/ berbagai sumber)