420 Talenta Berprestasi Dibina, Murid Indonesia Borong 47 Penghargaan Internasional
Kemendikdasmen ingin memastikan prestasi yang diraih murid hari ini dapat menjadi pintu menuju kesempatan pendidikan dan pengembangan talenta yang lebih luas pada masa depan. (Foto ilustrasi medali olimpiade matematika: Humas Kemendikdasmen)
GEBRAK.ID — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya dalam memberikan apresiasi sekaligus pembinaan berkelanjutan bagi murid berprestasi di Indonesia.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid. Dalam aturan itu, apresiasi menjadi salah satu tahapan penting setelah proses identifikasi, pengembangan, dan aktualisasi talenta.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan pemerintah terus berupaya memberikan penghargaan kepada murid yang berhasil mengukir prestasi dalam berbagai ajang talenta nasional.
Menurut Abdul Mu’ti, penghargaan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap kerja keras, dedikasi, daya juang, serta pencapaian para murid. Namun, ia mengingatkan agar apresiasi tidak hanya dinilai berdasarkan besaran hadiah yang diterima.
“Kami terus berusaha mendukung dan mengapresiasi prestasi anak bangsa. Mohon maaf kalau mungkin hadiahnya tidak besar,” kata Abdul Mu’ti di Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Abdul Mu’ti menjelaskan, Kemendikdasmen kini juga mencari skema pendanaan dari sumber lain agar nilai apresiasi bagi para murid berprestasi dapat ditingkatkan pada masa mendatang.
Tak berhenti pada pemberian penghargaan, pemerintah juga menyiapkan pembinaan agar talenta-talenta tersebut dapat berkembang ke tingkat internasional. Pada 2026, sebanyak 420 juara dari berbagai ajang nasional mendapatkan pembinaan melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) bersama para mitra sebagai persiapan menghadapi kompetisi internasional.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 79 murid kemudian dikirim sebagai delegasi Indonesia ke berbagai ajang internasional. Para delegasi yang sudah bertanding berhasil mengumpulkan 47 penghargaan internasional, terdiri atas tujuh medali emas, 17 perak, 23 perunggu, serta lima honorable mention.
Kepala Puspresnas Kemendikdasmen Maria Veronica Irene Herdjiono menegaskan, prestasi di tingkat nasional bukan menjadi titik akhir perjalanan para murid. Puspresnas terus memberikan pendampingan agar mereka memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan dan bersaing di tingkat global.
“Prestasi di tingkat nasional bukanlah akhir dari proses pembinaan. Kami terus mendampingi para talenta berprestasi agar dapat berkembang dan memiliki kesempatan lebih luas lagi,” ujar Irene.
Dukungan juga diperluas melalui jalur pendidikan. Melalui Beasiswa Talenta Indonesia yang merupakan kolaborasi Puspresnas dan LPDP, para murid berprestasi berkesempatan memperoleh pendanaan pendidikan S1/D4 di dalam maupun luar negeri.
Tahun ini, sebanyak 174 calon penerima Beasiswa Talenta Indonesia untuk jenjang S1 telah diumumkan. Mereka terdiri atas 171 calon penerima untuk pendidikan di dalam negeri dan tiga calon penerima untuk pendidikan di luar negeri.
Irene menilai ajang seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN) tidak semata-mata mengejar medali. Menurutnya, proses kompetisi juga menjadi ruang bagi murid untuk membangun karakter, sportivitas, kemampuan, daya juang, serta mental sebagai generasi unggul.
“Kami mengapresiasi perhatian dan masukan yang disampaikan masyarakat. Partisipasi publik merupakan bagian penting dalam upaya bersama untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan ajang talenta yang berpihak pada murid,” pungkas Irene.
Dengan skema tersebut, Kemendikdasmen ingin memastikan prestasi yang diraih murid hari ini dapat menjadi pintu menuju kesempatan pendidikan dan pengembangan talenta yang lebih luas pada masa depan.
(Devona R/Sumber: Kemendikdasmen)
