An Se Young Raih Emas Kedua Asian Games, Samai Rekor 46 Gelar Susy Susanti
Pebulu tangkis tunggal putri Korea Selatan, An Se Young, kembali menunjukkan dominasinya di panggung Asia. Ia sukses mempertahankan medali emas Asian Games setelah mengalahkan wakil Jepang, Akane Yamaguchi, pada partai final Asian Games 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Selasa (29/9/2026) sore WIB. (Foto: BWF)
GEBRAK.ID — Pebulu tangkis tunggal putri Korea Selatan, An Se Young, kembali menunjukkan dominasinya di panggung Asia. Ia sukses mempertahankan medali emas Asian Games setelah mengalahkan wakil Jepang, Akane Yamaguchi, pada partai final Asian Games 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Selasa (29/9/2026) sore WIB.
An Se Young menuntaskan pertandingan dalam dua gim langsung dengan skor 21-17 dan 21-9. Kemenangan tersebut sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai juara tunggal putri untuk dua edisi Asian Games secara beruntun.
Sebelumnya, pebulu tangkis peringkat satu dunia itu juga merebut medali emas pada Asian Games Hangzhou 2022. Keberhasilannya mempertahankan gelar menunjukkan konsistensi An Se Young dalam persaingan bulu tangkis level tertinggi.
Tak hanya mempertahankan gelar, kemenangan atas Akane juga membawa An Se Young menyamai catatan legenda bulu tangkis Indonesia, Susy Susanti. Keduanya kini sama-sama mengoleksi 46 gelar juara sepanjang kariernya, berdasarkan catatan yang dikutip dalam laporan pertandingan tersebut.
Pertandingan final berlangsung cukup ketat pada gim pertama. An Se Young sempat tertinggal 1-4 setelah Akane tampil agresif sejak awal. Pebulu tangkis Jepang itu bahkan mampu mempertahankan keunggulan 8-6 sebelum memasuki fase krusial.
Namun, An Se Young segera bangkit. Ia merebut lima poin secara beruntun untuk membalikkan keadaan menjadi 11-8 saat interval. Permainan yang lebih konsisten membuatnya mampu menjaga keunggulan hingga memimpin 15-12.
Akane sempat memberikan perlawanan dan menyamakan kedudukan menjadi 16-16. Meski demikian, An Se Young mampu mengendalikan permainan pada poin-poin penentuan. Ia akhirnya mengamankan gim pertama dengan skor 21-17.
Memasuki gim kedua, An Se Young langsung mengambil inisiatif serangan. Ia sempat unggul 4-0, tetapi Akane kembali memperlihatkan daya juangnya dengan merebut lima poin berturut-turut sehingga berbalik memimpin 5-4.
Situasi tersebut tidak membuat An Se Young kehilangan kendali. Ia kembali menemukan ritme permainan dan meninggalkan Akane dengan keunggulan 12-5 saat interval.
Selepas jeda, dominasi An Se Young semakin terlihat. Akane kesulitan mengimbangi kecepatan dan ketepatan pukulan lawannya. An Se Young pun menutup gim kedua dengan kemenangan telak 21-9 sekaligus memastikan medali emas.
Keberhasilan ini menambah catatan prestasi An Se Young di level internasional sekaligus mempertegas persaingannya dengan para pemain elite dunia. Sementara itu, Akane harus puas membawa pulang medali perak setelah gagal menghentikan laju juara bertahan tersebut.
(A. Rayyan K/Sumber: OCA)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID