Cesc Fabregas tak Mau Como Larut dalam Euforia Usai Hancurkan Leipzig di Liga Champions
Pelatih Como, Cesc Fabregas. (Foto: Football Italia)
GEBRAK.ID — Cesc Fabregas meminta Como 1907 segera melupakan euforia setelah mencatat kemenangan bersejarah 4-1 atas RB Leipzig pada laga debut di Liga Champions. Como tampil meyakinkan di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Jumat (10/9/2026) WIB.
Martin Baturina, Anastasios Douvikas, Assane Diao, dan Maximo Perrone menjadi pencetak gol kemenangan Como, sementara RB Leipzig hanya mampu membalas melalui Andrija Maksimovic.
Kemenangan tersebut menjadi catatan penting bagi Como karena untuk pertama kalinya mereka tampil di kompetisi antarklub tertinggi Eropa. Tim asuhan Fabregas bahkan mampu menunjukkan permainan agresif dan percaya diri sejak awal hingga mengamankan kemenangan dengan skor meyakinkan.
Namun, Fabregas tidak ingin hasil tersebut membuat para pemain terlena. Pelatih asal Spanyol itu langsung mengingatkan tim agar mengalihkan perhatian ke Serie A Liga Italia dan menjaga konsistensi ketika menghadapi jadwal padat.
“Saya senang, tetapi itu hanya akan bertahan lima menit karena setelah itu kami harus bersiap menghadapi Parma pada Senin. Kami membutuhkan energi yang sama seperti malam ini,” kata Fabregas kepada Sky Sport Italia.
Menurut Fabregas, kemenangan atas Leipzig memang menjadi momen bersejarah bagi Como dan masyarakat kota tersebut. Akan tetapi, Serie A tetap menjadi prioritas utama karena performa di kompetisi domestik menjadi salah satu jalan untuk kembali tampil di Liga Champions.
“Saya memahami bahwa ini adalah malam bersejarah bagi kota dan klub. Ini merupakan hadiah yang pantas kami dapatkan setelah kerja luar biasa musim lalu. Namun, Serie A tetap menjadi target terpenting karena kompetisi itulah yang memungkinkan kami kembali ke Liga Champions,” ujarnya.
Como memang tengah menikmati perkembangan pesat. Klub yang kini menjadi salah satu pendatang baru menarik perhatian di Eropa itu berhasil membangun tim kompetitif di bawah Fabregas. Beberapa pemain seperti Baturina, Douvikas, Diao, dan Perrone bahkan menjadi bagian penting dalam kemenangan atas Leipzig.
Baca juga: Como Milik Keluarga Hartono Asal Indonesia Bikin Kejutan! Hancurkan Leipzig 4-1 di Liga Champions
Fabregas menyadari skuadnya masih relatif muda sehingga menjaga mentalitas menjadi tantangan tersendiri sepanjang musim.
“Kami adalah tim muda. Kami mendapatkan dorongan energi dari Liga Champions, tetapi saya akan sangat marah jika setelah ini kami tidak memberikan seluruh kemampuan di Serie A,” kata mantan pemain Barcelona dan Arsenal tersebut.
Ia juga meminta para pemain menjaga kerendahan hati dan mampu tampil konsisten setiap tiga hari. Menurutnya, musim ini akan berlangsung sangat panjang dan menuntut kesiapan fisik maupun mental.
“Kami harus tetap rendah hati dan mampu tampil setiap tiga hari. Ini akan menjadi musim yang sangat sulit dan kami harus mempertahankan mentalitas yang tepat,” tegas Fabregas.
Setelah kemenangan atas Leipzig, Como dijadwalkan kembali menghadapi persaingan Serie A. Parma menjadi lawan berikutnya pada 14 September sebelum Como melanjutkan perjalanan mereka di Liga Champions.
Bagi Fabregas, kemenangan perdana di Eropa bukanlah garis akhir. Justru hasil tersebut menjadi awal dari tantangan yang lebih besar untuk membuktikan bahwa Como mampu bersaing di dua panggung sekaligus.
(A. Rayyan K/Sumber: Sky Sports Italia)
