HUT Ke-81 TNI Dipindah ke Cilangkap, Parade Kapal Induk Dibatalkan

1790070836879

HUT TNI ke-81 batal digelar di Monas dan dipindah ke Mabes TNI Cilangkap secara sederhana. (Foto:ist)

GEBRAK.ID,JAKARTA — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) dipastikan tidak lagi digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Puncak peringatan yang sedianya berlangsung pada 5 Oktober 2026 itu resmi dipindahkan ke Markas Besar (Mabes) TNI di Cilangkap, Jakarta Timur, dengan konsep yang jauh lebih sederhana.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Muhammad Nas menjelaskan bahwa perubahan lokasi dan pembatalan rangkaian acara besar tersebut diambil karena banyak prajurit yang saat ini tengah menjalankan tugas penanganan bencana di sejumlah daerah.

“Upacara HUT ke-81 TNI dilaksanakan di Mabes TNI secara sederhana, karena banyak prajurit yang sedang melaksanakan penugasan penanganan bencana, namun tetap mengutamakan kekhidmatan dan makna dari peringatan,” ujar Mayjen Nas saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Rangkaian Acara Besar Dibatalkan

Keputusan ini berdampak pada pembatalan sejumlah agenda akbar yang sebelumnya telah dipersiapkan. Pameran alat utama sistem senjata (alutsista) serta defile yang melibatkan ribuan prajurit terpaksa ditiadakan. Sebelumnya, TNI merencanakan defile dengan menampilkan 520 unit alutsista dan kendaraan, terdiri atas 420 unit milik TNI serta 100 kendaraan antik atau non-TNI.

Selain itu, parade kapal atau naval parade yang dijadwalkan berlangsung di Teluk Jakarta pada 4 Oktober 2026 juga dibatalkan. Parade tersebut rencananya akan menampilkan sejumlah kapal perang, termasuk kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi (C551) atau KRI Sriwijaya-100 yang sempat menjadi sorotan publik. “Betul (parade kapal dibatalkan),” ujar Nas singkat.

Fokus pada Penanganan Bencana

Alasan di balik kesederhanaan peringatan tahun ini tidak terlepas dari kondisi darurat bencana yang melanda berbagai wilayah Indonesia. Sejumlah prajurit TNI saat ini dikerahkan untuk menangani bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir bandang di Solok, Sumatera Barat, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di sejumlah provinsi.

Di Solok, ratusan personel TNI dari Kodim 0309/Solok dan Batalyon TP 951/PM dikerahkan sejak Senin malam untuk mengevakuasi warga, mencari korban hilang, serta membersihkan material lumpur yang memutus akses jalan utama Padang-Solok. Sementara itu, untuk penanganan karhutla, pemerintah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BNPB, hingga relawan. Sebanyak sembilan pesawat di antaranya merupakan milik TNI yang digunakan untuk operasi water bombing.

Peresmian Kodam Baru Tetap Berjalan

Meskipun rangkaian perayaan di Monas ditiadakan, Kapuspen TNI memastikan bahwa peresmian lima Komando Daerah Militer (Kodam) baru tetap akan dilaksanakan. “Peresmian tetap, rangkaian lain ditiadakan,” pungkas Mayjen Nas. Dengan demikian, upacara di Mabes TNI Cilangkap nanti akan menjadi momen refleksi yang lebih khidmat, mencerminkan solidaritas institusi terhadap masyarakat yang tengah tertimpa musibah.

(Dinar K/berbagai sumber)