Iwan Setiawan Tutup Usia, Jejak Dedikasinya Tetap Melekat di Sepak Bola Indonesia
Pelatih senior Iwan Setiawan meninggal dunia pada usia 68 tahun, Kamis (3/9/2026). Kepergiannya meninggalkan duka bagi sepak bola Indonesia setelah lebih dari dua dekade mengabdikan diri sebagai pemain dan pelatih. (Foto: Sriwijaya FC)
GEBRAK.ID — Pelatih senior Iwan Setiawan meninggal dunia pada usia 68 tahun, Kamis (3/9/2026). Kepergiannya meninggalkan duka bagi sepak bola Indonesia setelah lebih dari dua dekade mengabdikan diri sebagai pemain dan pelatih.
Pria kelahiran Medan, Sumatera Utara, 5 Juli 1958, itu memulai perjalanan sepak bolanya sejak usia muda. Ia pernah memperkuat Timnas Indonesia U-16, U-19, U-23 hingga senior. Di level klub, Iwan antara lain membela Pelita Jaya, Arseto Solo, dan Persija Jakarta.
Setelah mengakhiri karier sebagai pemain pada pertengahan 1990-an, Iwan tidak benar-benar meninggalkan lapangan hijau. Ia beralih menjadi pelatih dan mengantongi lisensi kepelatihan Pro AFC.
Karier kepelatihannya dimulai pada 1997 ketika menangani tim junior Persija Jakarta. Setahun kemudian, ia dipercaya melatih Persikabo Bogor.
Setelah itu, Iwan menangani sejumlah klub, seperti Persija Jakarta, Persijatim Solo FC, Persikaba Bali, Persibom Bolaang Mongondow, PSMS Medan, Persela Lamongan, Persebaya Surabaya, Persibo Bojonegoro, hingga Persema Malang.
Iwan juga mendapat kepercayaan menangani Timnas Indonesia U-17 pada 2004-2005. Salah satu pencapaian pentingnya terjadi bersama Pusamania Borneo FC pada musim 2013/2014. Ia membawa klub tersebut menjuarai kompetisi kasta kedua sekaligus promosi ke kasta tertinggi.
Pada 10 Februari 2026, Iwan kembali dipercaya menjadi pelatih kepala Sriwijaya FC. Penunjukan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya di dunia kepelatihan.
Sosok Tegas dan Blak-blakan
Iwan dikenal sebagai pelatih tegas, vokal, berani, dan terbuka dalam menyampaikan pandangan. Gaya komunikasinya terkadang memicu kontroversi, tetapi ia menganggap keterusterangan sebagai bagian dari integritas seorang pelatih.
Saat menangani Persebaya, Iwan menekankan permainan keras dan cepat serta meminta pemain menunjukkan loyalitas, dedikasi, dan kebanggaan terhadap klub.
Karakter tersebut bahkan membuatnya mendapat julukan “Jose Mourinho-nya Indonesia”. Meski kerap menjadi sorotan, mantan pelatih Persebaya Aji Santoso pernah menilai Iwan sebagai pelatih yang bagus, cerdik, teliti, dan memiliki wawasan sepak bola luas.
Kini, suara lantang Iwan Setiawan telah berhenti. Namun, jejaknya melalui klub, pemain, prestasi, serta prinsip yang ia pegang akan tetap menjadi bagian dari perjalanan panjang sepak bola Indonesia.
(Damar Pratama/Berbagai Sumber)
