Korban Tewas di Gaza Palestina Tembus 74.016 dan Puluhan Lainnya Masih Terjebak di Bawah Reruntuhan
Jumlah warga Palestina yang tewas dalam perang di Jalur Gaza terus bertambah. Sumber medis Palestina melaporkan sedikitnya 74.016 orang meninggal dunia dan 175.068 lainnya mengalami luka sejak konflik dimulai pada 7 Oktober 2023. Kantor berita Palestina WAFA melaporkan angka tersebut berdasarkan keterangan sumber medis pada Sabtu (26/9/2026). (Foto: Pixabay)
GEBRAK.ID — Jumlah warga Palestina yang tewas dalam perang di Jalur Gaza terus bertambah. Sumber medis Palestina melaporkan sedikitnya 74.016 orang meninggal dunia dan 175.068 lainnya mengalami luka sejak konflik dimulai pada 7 Oktober 2023.
Kantor berita Palestina WAFA melaporkan angka tersebut berdasarkan keterangan sumber medis pada Sabtu (26/9/2026). Dalam 48 jam terakhir, rumah sakit di seluruh Gaza menerima tujuh jenazah dan 38 korban luka.
“Pihak berwenang kesehatan setempat melaporkan bahwa rumah sakit di seluruh Gaza menerima tujuh jenazah dan 38 warga Palestina yang terluka dalam 48 jam terakhir,” demikian laporan WAFA.
Menurut laporan yang sama, jumlah korban meninggal sejak gencatan senjata yang mulai berlaku pada 11 Oktober 2025 telah mencapai 1.415 orang. Sementara itu, sebanyak 4.953 warga Palestina dilaporkan mengalami luka dalam periode tersebut.
Tim penyelamat juga telah mengevakuasi 834 jenazah dari bawah reruntuhan sejak gencatan senjata berlaku. Namun, proses pencarian korban masih menghadapi kendala karena sejumlah warga dilaporkan tetap berada di bawah puing-puing bangunan maupun di jalanan.
WAFA mengutip sumber medis yang menyebutkan, Sejumlah korban masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalan-jalan karena tim ambulans dan penyelamat masih belum dapat menjangkau mereka. “Kondisi tersebut menggambarkan beratnya tantangan yang dihadapi tim ambulans dan penyelamat di sejumlah wilayah Gaza.”
Angka korban tersebut juga dilaporkan oleh Qatar News Agency (QNA), yang menyebut total korban sejak 7 Oktober 2023 mencapai 74.016 orang tewas dan 175.068 lainnya terluka. QNA juga mengonfirmasi 1.415 kematian dan 4.953 kasus luka sejak gencatan senjata diberlakukan.
Sementara itu, data korban dalam laporan ini berasal dari otoritas kesehatan Gaza dan belum seluruhnya diverifikasi secara independen. Karena itu, angka tersebut perlu dipahami sebagai data yang dilaporkan sumber kesehatan setempat.
Operasi pencarian korban di bawah reruntuhan masih menjadi tantangan besar. Keterbatasan akses serta kondisi bangunan dan infrastruktur yang rusak membuat tim penyelamat tidak selalu dapat mencapai lokasi yang terdampak.
(A. Rayyan K/Sumber: WAFA)
