Krisna Septiana Lolos ke Final Kayak Tunggal Putra Asian Games 2026, Meski Finis ke-15
Atlet kano slalom Indonesia Krisna Septiana memastikan tempat pada final nomor kayak tunggal putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 meski menempati peringkat ke-15 pada semifinal di Yahagigawa Canoe Slalom Course, Rabu (30/9/2026). (Foto: Antara/Budi CS)
GEBRAK.ID — Atlet kano slalom Indonesia, Krisna Septiana, berhasil mengamankan tiket final nomor kayak tunggal putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Meski hanya menempati peringkat ke-15 pada semifinal, Rabu (30/9/2026), Krisna tetap berhak melaju ke babak penentuan medali.
Bertanding di Yahagigawa Canoe Slalom Course, Krisna membukukan total waktu 210,76 detik. Ia menyelesaikan lintasan dalam 152,76 detik, tetapi harus menerima tambahan penalti 58 detik yang membuat catatan waktunya membengkak.
Meski berada di luar posisi teratas, hasil tersebut tidak menghalangi langkah Krisna menuju final. Sistem kualifikasi nomor ini memberikan tiket kepada wakil terbaik dari setiap Komite Olimpiade Nasional (NOC), bukan semata-mata berdasarkan urutan keseluruhan di semifinal.
Mekanisme tersebut membuat persaingan menuju final berlangsung ketat. Jepang, misalnya, menempatkan dua atletnya di posisi tiga besar. Yuuki Tanaka menempati peringkat pertama, sedangkan Kazuya Adachi berada di urutan ketiga. Namun, hanya Tanaka yang memperoleh tiket final karena menjadi wakil Jepang dengan hasil terbaik.
Hal serupa terjadi pada China. Hu Zhaoshan yang menempati posisi kedua berhasil lolos, sementara rekan senegaranya, Quan Xin, yang berada di urutan keempat, gagal melanjutkan perjuangan.
Pola kualifikasi yang sama juga berlaku bagi Kazakhstan, Thailand, India, dan Korea Selatan. Negara-negara tersebut hanya meloloskan atlet dengan hasil terbaik dari masing-masing delegasi. Dengan demikian, Krisna tetap berhak tampil di final sebagai wakil Indonesia.
Berdasarkan lembar hasil resmi, sistem kualifikasi menyediakan 11 tempat di final. Namun, atlet Mongolia, Odjargal Batsukh, tidak memulai perlombaan atau berstatus DNS. Akibatnya, hanya 10 atlet yang tercatat lolos ke babak final.
Tanaka tampil sebagai atlet tercepat pada semifinal dengan catatan 91,71 detik, termasuk penalti dua detik. Hu menyusul di posisi kedua dengan waktu 92,41 detik tanpa penalti.
Dalam kano slalom, atlet harus melewati serangkaian gerbang di lintasan berarus deras. Hasil akhir ditentukan berdasarkan waktu tempuh yang ditambah penalti. Menurut aturan Federasi Kano Internasional (ICF), menyentuh gerbang menghasilkan penalti dua detik, sedangkan gagal melewati gerbang sesuai ketentuan berakibat penalti 50 detik.
Keberhasilan Krisna mencapai final membuka peluang bagi Indonesia untuk bersaing memperebutkan medali di nomor kayak tunggal putra Asian Games 2026.
(A. Rayyan K/Sumber: OCA)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID