Media Asing Soroti Pergantian Menkeu Purbaya ke Suahasil, Investor Menanti Arah Baru Ekonomi Prabowo

1789466839297

Pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara menjadi perhatian media asing. Stabilitas fiskal dan kepercayaan investor menjadi sorotan utama. (Foto: tangkapan layar)

GEBRAK.ID,JAKARTA – Pergantian Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara menjadi perhatian sejumlah media asing. Perhatian media internasional tidak hanya tertuju pada pergantian pejabat di Kementerian Keuangan, tetapi juga pada konsekuensinya terhadap arah kebijakan fiskal, kredibilitas anggaran negara dan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto.

Presiden Prabowo resmi menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya pada Senin (14/9/2026). Suahasil sebelumnya merupakan Wakil Menteri Keuangan dan telah menduduki posisi tersebut sejak era pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Serah terima jabatan kemudian dilakukan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Purbaya menyampaikan terima kasih kepada jajaran Kementerian Keuangan atas kerja sama selama satu tahun terakhir. Sementara itu, Suahasil menyatakan dirinya akan melanjutkan pekerjaan Kementerian Keuangan dan meminta dukungan seluruh pemangku kepentingan.

Media Asing Soroti Kepercayaan Investor

Reuters menempatkan pergantian tersebut dalam konteks upaya pemerintah Indonesia memulihkan kepercayaan investor. Media tersebut menilai penunjukan Suahasil dapat memberikan stabilitas dan lingkungan kebijakan ekonomi yang lebih mudah diprediksi. Latar belakang Suahasil sebagai teknokrat dan pengalaman panjangnya di Kementerian Keuangan dinilai menjadi modal untuk mengembalikan kredibilitas kebijakan fiskal.

Reuters juga menyoroti bahwa pergantian Menkeu terjadi ketika Indonesia menghadapi kekhawatiran mengenai pelebaran defisit anggaran, arus modal keluar serta ketidakpastian kebijakan ekonomi. Dalam pemberitaan lainnya, Reuters menyebut Suahasil berkomitmen menjaga disiplin fiskal dan mempertahankan defisit anggaran di bawah batas 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Financial Times juga menyoroti tantangan yang dihadapi Suahasil. Media Inggris itu menyebut Suahasil mendapat mandat untuk menjaga kredibilitas dan kesehatan APBN, termasuk memastikan defisit tetap berada dalam batas 3 persen sebagaimana ketentuan yang berlaku. Pergantian tersebut dinilai dapat meredakan sebagian kekhawatiran pasar. Namun, investor masih akan memperhatikan konsistensi kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo, terutama karena pemerintah memiliki sejumlah agenda belanja besar.

Pergantian Menkeu Dinilai Bukan Sekadar Reshuffle

Pergantian Purbaya menjadi sorotan karena dilakukan setelah Purbaya menjabat sekitar satu tahun. Reuters mencatat masa jabatan Purbaya berlangsung di tengah dinamika ekonomi yang cukup kuat. Di satu sisi, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada level yang relatif tinggi. Namun, di sisi lain, pemerintah menghadapi tekanan fiskal dan kekhawatiran investor mengenai arah kebijakan ekonomi. Media asing juga menyoroti perbedaan pendekatan antara Purbaya dan Suahasil.

Purbaya dikenal lebih vokal dalam mendorong kebijakan yang berorientasi pada pertumbuhan dan pernah mengambil kebijakan untuk meningkatkan likuiditas perbankan. Pendekatan tersebut sempat memunculkan perdebatan mengenai koordinasi kebijakan fiskal dan moneter. Sementara Suahasil dipandang sebagai figur teknokrat yang lebih berpengalaman dalam pengelolaan kebijakan fiskal.

Financial Times menilai pergantian tersebut menjadi ujian bagi pemerintahan Prabowo dalam menjaga keseimbangan antara ambisi pertumbuhan ekonomi dan disiplin anggaran.

Suahasil Hadapi Tantangan Besar

Sebagai Menkeu baru, Suahasil tidak hanya harus menjaga APBN, tetapi juga meyakinkan pasar bahwa kebijakan ekonomi Indonesia tetap kredibel. Salah satu tantangan utamanya adalah menjaga defisit anggaran tetap terkendali di tengah berbagai program prioritas pemerintah. Reuters melaporkan bahwa Suahasil berkomitmen menjalankan anggaran negara yang kredibel dan transparan serta mempertahankan batas defisit maksimal 3 persen dari PDB.

Pengalaman Suahasil dinilai dapat menjadi faktor yang membantu pemerintah menghadapi kekhawatiran investor. Ia sebelumnya pernah memimpin Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan sebelum menjadi Wakil Menteri Keuangan.

Channel NewsAsia juga melaporkan bahwa prioritas awal Suahasil adalah membangun kembali kredibilitas APBN dan menjaga defisit di bawah batas 3 persen. Pergantian tersebut terjadi setelah periode ketidakpastian yang cukup besar di pasar keuangan Indonesia.

Karena itu, respons investor terhadap kebijakan Suahasil akan menjadi salah satu indikator penting untuk melihat seberapa jauh pergantian Menkeu mampu mengembalikan kepercayaan pasar.

Purbaya Akui Kecewa Dicopot

Di tengah sorotan tersebut, Purbaya mengakui dirinya kecewa setelah diberhentikan dari jabatan Menteri Keuangan. Dalam pemberitaan Channel NewsAsia, Purbaya mengatakan dirinya sempat merasa terpukul setelah menerima kabar mengenai pencopotan tersebut. Namun, ia juga mengaku sudah memperkirakan kemungkinan pemberhentian.

Reuters melaporkan Purbaya menerima pemberitahuan mengenai pencopotannya melalui telepon. Ia kemudian menyerahkan jabatan tersebut kepada Suahasil dalam acara serah terima di Kementerian Keuangan pada Selasa (15/9/2026).

Pergantian itu sekaligus menjadikan Suahasil sebagai Menteri Keuangan ketiga pada pemerintahan Presiden Prabowo setelah sebelumnya posisi tersebut diisi Sri Mulyani Indrawati dan Purbaya Yudhi Sadewa.

Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97P Tahun 2026, Suahasil ditunjuk sebagai Menteri Keuangan untuk melanjutkan sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.

Pasar Menunggu Arah Ekonomi Baru

Pergantian Menkeu pada akhirnya tidak hanya akan dinilai dari sosok siapa yang menduduki kursi bendahara negara.Investor akan melihat apakah pemerintahan Prabowo mampu memberikan kepastian mengenai arah fiskal, menjaga kesehatan APBN, mempertahankan disiplin anggaran dan sekaligus membiayai berbagai program prioritas pemerintah.

Penunjukan Suahasil memberikan sinyal bahwa stabilitas dan kredibilitas fiskal menjadi perhatian pemerintah. Namun, efektivitasnya akan sangat bergantung pada bagaimana kebijakan tersebut diterapkan dan sejauh mana pemerintah mampu menjaga konsistensi kebijakan ekonomi.

Dengan demikian, perhatian media asing terhadap pergantian Purbaya ke Suahasil bukan semata mengenai pergantian pejabat. Peristiwa tersebut menjadi bagian dari ujian lebih besar bagi pemerintahan Prabowo dalam menjaga kepercayaan pasar sekaligus memenuhi target pertumbuhan ekonomi Indonesia.

(Dinar K/ berbagai sumber)