OpenAI: GPT-6 Astra Dukung Penelitian dan Matematika

OpenAI Perkenalkan GPT-6 ASTRA - 2

Model GPT-6 Astra dapat menghasilkan dokumen, presentasi, spreadsheet, serta analisis yang mengikuti templat dan instruksi pengguna. (Foto: openai.com)

GEBRAK.ID, SAN FRANSISCO — OpenAI secara resmi memperkenalkan GPT-6—yang diluncurkan dengan nama GPT-6 Astra—sebagai model AI mereka yang paling mumpuni hingga saat ini. Diumumkan pada 3 September 2026, Astra dirancang untuk melampaui interaksi chatbot konvensional dengan memadukan kemampuan penalaran tingkat lanjut serta penggunaan komputer, pemrograman, penelitian, keamanan siber, dan alur kerja profesional yang kompleks.

OpenAI mendeskripsikan GPT-6 Astra sebagai model mereka yang paling cerdas dan selaras dengan nilai-nilai manusia (aligned), sementara Presiden perusahaan, Greg Brockman, mengisyaratkan bahwa peluncuran ini bisa jadi menandai dimulainya era AGI (Artificial General Intelligence). Kendati demikian, apakah Astra benar-benar memenuhi kriteria sebagai kecerdasan umum buatan (artificial general intelligence) masih menjadi pertanyaan besar bagi para peneliti dan pelaku industri.

Kemampuan Coding dan Pekerjaan Profesional
Dalam bidang rekayasa perangkat lunak, OpenAI menyebut GPT-6 Astra sebagai model terbaiknya hingga saat ini. Kemampuan tersebut mencakup pekerjaan berbasis terminal, pemrograman, pengujian perangkat lunak, hingga pengembangan aplikasi yang membutuhkan proses berulang dan verifikasi.

Astra juga dirancang untuk pekerjaan profesional yang memerlukan kombinasi penalaran dan eksekusi. Model dapat menghasilkan dokumen, presentasi, spreadsheet, serta analisis yang mengikuti templat dan instruksi pengguna. Dalam pengujian BenchCAD, misalnya, Astra memperoleh skor 95,9 persen untuk geometric overlap, dibandingkan 83,3 persen pada GPT-5.6 Sol.

OpenAI turut mencatat kemampuan Astra dalam konteks panjang. Pada pengujian MRCR v2 dengan konteks 256K–512K, Astra memperoleh skor 100 persen, sedangkan pada konteks 512K–1M mencapai 96,3 persen. Model ini memiliki jendela konteks hingga sekitar 1,05 juta token dan mampu menghasilkan hingga 128.000 token dalam satu keluaran.

Kemampuan Sains dan Keamanan Siber
GPT-6 Astra juga diarahkan untuk mendukung penelitian ilmiah dan matematika. OpenAI menyatakan model tersebut mampu menggabungkan penalaran ilmiah dengan penggunaan komputer untuk bekerja secara langsung pada perangkat lunak khusus, menganalisis data, memvisualisasikan hasil, dan membantu peneliti menentukan langkah berikutnya.

Namun, peningkatan kemampuan tersebut juga membawa risiko baru, terutama dalam keamanan siber. OpenAI menyatakan GPT-6 Astra menjadi model pertamanya yang mencapai tingkat Critical dalam kemampuan keamanan siber berdasarkan Preparedness Framework. Pada tingkat tersebut, dengan perangkat dan akses yang tepat, model berpotensi menemukan kerentanan keamanan yang sebelumnya tidak diketahui dan mengembangkan metode eksploitasi terhadap sistem yang terlindungi.

Karena itu, OpenAI memperkuat sistem perlindungan Astra, termasuk pemantauan keamanan, isolasi yang lebih ketat, enkripsi checkpoint, pemantauan penuh terhadap lintasan kerja model, serta evaluasi alignment sebelum digunakan secara internal.

Perbandingan Performa GPT-6 Astra dengan GPT-5.6 Sol (Sumber: openai.com)

Mulai Diperluas kepada Pengguna
Untuk pengembang, GPT-6 Astra tersedia melalui API dengan identitas model gpt-6-astra. OpenAI menetapkan harga standar API sebesar US$10 per satu juta token input dan US$50 per satu juta token output. Mode cepat (Fast mode) juga tersedia dengan kecepatan hingga dua kali pemrosesan standar dengan tarif dua kali lipat.

Pada tahap awal, akses GPT-6 Astra diberikan kepada organisasi dalam program akses terbatas. Selanjutnya, OpenAI menjadwalkan perluasan akses kepada pengguna ChatGPT Plus, Pro, Business, dan Enterprise. Pengguna Pro, Business, dan Enterprise juga akan memperoleh akses ke varian GPT-6 Astra Pro, sementara administrator Enterprise dapat mengaktifkannya untuk ruang kerja masing-masing.

Peluncuran GPT-6 Astra menandai pergeseran fokus pengembangan AI generatif dari sekadar kemampuan menghasilkan jawaban menuju kemampuan menjalankan pekerjaan secara menyeluruh. Dengan menggabungkan penalaran, penggunaan komputer, akses web, pemrograman, dan pengambilan keputusan dalam satu alur kerja, Astra diposisikan OpenAI sebagai model untuk menangani pekerjaan profesional yang semakin kompleks dan membutuhkan tingkat otonomi lebih tinggi. (*)

Editor: Zaky Al Hamzah
(sumber: openai.com)