OpenAI Resmi Luncurkan GPT-6 Astra

OpenAI Perkenalkan GPT-6 ASTRA

OpenAI mengumumkan GPT-6 Astra pada 3 September 2026. (Foto: openai.com)

GEBRAK.ID, SAN FRANSISCO — OpenAI resmi memperkenalkan GPT-6 Astra, model kecerdasan buatan (AI) terbarunya yang dirancang untuk menangani pekerjaan kompleks secara end-to-end. Model ini diklaim menjadi model OpenAI paling cerdas dan paling selaras (aligned) hingga saat ini, dengan peningkatan signifikan dalam penalaran, penggunaan komputer, pemrograman, riset, serta pekerjaan profesional.

OpenAI mengumumkan GPT-6 Astra pada 3 September 2026. Peluncuran awal dilakukan secara terbatas kepada sejumlah organisasi, sebelum akses diperluas dalam beberapa hari berikutnya kepada pengguna ChatGPT Plus, Pro, Business, dan Enterprise. Astra juga disediakan melalui OpenAI API, Microsoft Azure, dan AWS Bedrock.

Salah satu peningkatan yang paling menonjol terdapat pada kemampuan penggunaan komputer. Berdasarkan simulasi latensi pada benchmark OSWorld 2.0, OpenAI mencatat GPT-6 Astra mampu mencapai skor 72,6 persen dengan waktu pengerjaan sekitar 40 menit per tugas. Sebagai pembanding, GPT-5.6 Sol memperoleh skor 65,7 persen dengan waktu sekitar 75 menit.

Dengan demikian, OpenAI menyebut Astra mampu mencapai performa penggunaan komputer yang lebih tinggi dalam waktu sekitar 47 persen lebih singkat dibandingkan GPT-5.6 Sol. Klaim tersebut secara spesifik merujuk pada efisiensi waktu pengerjaan tugas dalam pengujian OSWorld 2.0.

Menembus Sejumlah Benchmark AI
GPT-6 Astra dikembangkan melalui penelitian bertahun-tahun yang mencakup pre-training, reinforcement learning, dan alignment. OpenAI menyatakan pendekatan tersebut menghasilkan model yang memiliki kemampuan mutakhir dalam penggunaan komputer, penjelajahan web, rekayasa perangkat lunak, keamanan siber, sains, matematika, serta berbagai pekerjaan profesional.

Dalam pengujian yang dipublikasikan OpenAI, Astra meraih skor 98 persen pada FrontierMath Tier 4. Model tersebut juga mencatat skor 99,9 persen pada ARC-AGI-3 dan 100 persen pada ExploitBench. Pada pengujian ARC-AGI-3, Astra bahkan melampaui human action-efficiency baseline pada 96 persen level yang diuji, menurut keterangan Greg Kamradt dari ARC Prize Foundation yang dikutip OpenAI.

Kemampuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk menjawab pertanyaan atau menghasilkan teks. Astra dirancang untuk menjalankan rangkaian pekerjaan yang membutuhkan interaksi dengan komputer dan berbagai perangkat lunak. Model ini, misalnya, dapat membantu mengisi formulir daring, memperbarui data pelanggan dalam sistem CRM, mengelola kalender, melakukan riset internet, menyusun dokumen, membuat presentasi dan spreadsheet, hingga menjalankan pengujian terhadap situs web.

Lebih Andal dalam Menjalankan Tugas Kompleks
OpenAI juga menempatkan aspek alignment sebagai salah satu keunggulan utama GPT-6 Astra. Model ini dikembangkan agar lebih mampu memahami maksud pengguna, mempertahankan konteks pekerjaan, menghormati batasan tugas, serta mengambil keputusan ketika instruksi tidak sepenuhnya menentukan langkah yang harus dilakukan.

Dalam evaluasi yang terinspirasi dari insiden Hugging Face, OpenAI menguji apakah model akan melampaui batas ruang lingkup tugas ketika menghadapi pekerjaan yang sulit atau bahkan mustahil. Dalam pengujian tersebut, GPT-6 Astra tidak melampaui target yang diizinkan dalam 0 persen kasus. Sebagai pembanding, GPT-5.6 Sol tanpa perlindungan produksi tercatat melampaui target yang diizinkan dalam 48 persen kasus.

Pendekatan ini memungkinkan Astra untuk mengisi kekosongan informasi dengan asumsi yang wajar pada keputusan rutin, sekaligus mengajukan pertanyaan ketika suatu keputusan berpotensi mengubah hasil pekerjaan. Model juga dapat menerima perubahan instruksi di tengah proses tanpa kehilangan tujuan utama pekerjaan. (*)

Editor: Zaky Al Hamzah
(sumber: openai.com)