1.500 Penerbangan Saudi Dibatalkan, Krisis Keamanan Meluas
Gambar pesawat Airbus A320 milik Saudia Airlines di Bandara Internasional King Khalid Riyadh (RUH). (Foto: moodiedavittreport/dok)
GEBRAK.ID, RIYADH — Gelombang pembatalan penerbangan meluas di Arab Saudi setelah Bandara Internasional King Khalid di Riyadh memperpanjang penutupan operasional hingga Sabtu, 17 Oktober 2026, menyusul serangan yang dikaitkan dengan kelompok Houthi Yaman pada 10 dan 11 Oktober.
Data perusahaan analisis penerbangan Cirium menunjukkan, sebanyak 486 dari 1.048 penerbangan yang dijadwalkan berangkat dari Arab Saudi pada Senin, 12 Oktober, dibatalkan. Angka tersebut setara dengan 46,4 persen dari total penerbangan yang direncanakan.
Gangguan penerbangan berlanjut pada Selasa, 13 Oktober. Sebanyak 271 dari 1.058 penerbangan yang dijadwalkan tercatat dibatalkan, atau sekitar 25,61 persen, berdasarkan data yang diperbarui pada pukul 16.00 waktu Riyadh pada Senin. Perpanjangan penutupan Bandara Internasional King Khalid diumumkan melalui Notice to Airmen (NOTAM) pada Senin. Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) mengambil langkah tersebut ketika otoritas terkait mengevaluasi keselamatan dan kesiapan operasional bandara.
Situasi ini tidak hanya mengganggu perjalanan udara domestik dan internasional, tetapi juga memengaruhi penumpang yang hendak menuju Arab Saudi serta perjalanan bisnis lintas negara.
Pembatalan Penerbangan Tembus Ratusan Jadwal
Besarnya dampak gangguan penerbangan terlihat dari data pembatalan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh. Menurut laporan Cirium, sebanyak 99,7 persen penerbangan yang dijadwalkan di bandara tersebut pada Minggu, 11 Oktober 2026, dibatalkan.
Baca Juga
Sementara itu, platform pelacakan penerbangan Flightradar24 memperkirakan tingkat pembatalan penerbangan di bandara Riyadh mencapai sekitar 78 persen. Platform tersebut juga mencatat hampir 1.500 penerbangan di seluruh Arab Saudi dibatalkan dalam kurun waktu 48 jam terakhir.
Perbedaan angka antara Cirium dan Flightradar24 menunjukkan bahwa persentase pembatalan dapat berbeda bergantung pada waktu pembaruan dan cakupan data yang digunakan. Gangguan tersebut juga dirasakan oleh penumpang di luar Arab Saudi. Sejumlah pelancong yang hendak menuju kerajaan itu dilaporkan tertahan di Bandara Internasional Hazrat Shahjalal, Dhaka, Bangladesh, pada Senin setelah penerbangan mereka dibatalkan.
Maskapai Internasional Pangkas Penerbangan ke Riyadh
Sejumlah maskapai internasional menangguhkan atau mengurangi layanan penerbangan ke Riyadh di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap keselamatan penerbangan. Etihad Airways membatalkan seluruh penerbangan antara Abu Dhabi dan Riyadh hingga Senin, 19 Oktober. Flydubai menangguhkan layanan ke Riyadh hingga Rabu, 14 Oktober.
Penerbangan Emirates dan Air Arabia juga terdampak. Sementara itu, Gulf Air yang berbasis di Bahrain membatalkan seluruh penerbangan dari dan menuju Riyadh mulai Senin hingga tengah malam pada Sabtu. Gulf Air meminta penumpang yang terdampak menghubungi pusat layanan pelanggan global di nomor +973 17373737 untuk memperoleh bantuan terkait pemesanan ulang tiket.
Dampak gangguan tidak terbatas pada ibu kota. Pembatalan juga dilaporkan terjadi pada sejumlah rute dari dan menuju kota lain di Arab Saudi, termasuk Dammam, Jeddah, dan Abha. Penumpang yang memiliki jadwal perjalanan ke negara tersebut perlu memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing untuk memperoleh informasi terbaru mengenai pembatalan, perubahan jadwal, dan opsi perjalanan alternatif.
Serangan Houthi Picu Evaluasi Keselamatan Bandara
Perpanjangan penutupan Bandara Internasional King Khalid berlangsung setelah laporan serangan pada 10 dan 11 Oktober yang dikaitkan dengan gerakan Houthi Yaman, yang juga dikenal sebagai Ansar Allah. Menurut informasi yang disampaikan pihak berwenang Arab Saudi dalam materi sumber, serangan tersebut menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai 320 lainnya. Rincian serangan dan angka korban tersebut tetap perlu dikonfirmasi melalui sumber independen.
GACA memperpanjang penangguhan operasional bandara sambil mengevaluasi aspek keselamatan dan kesiapan fasilitas penerbangan bersama pihak-pihak terkait. Di sisi lain, Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat mengimbau maskapai penerbangan AS agar berhati-hati ketika beroperasi di dalam atau melintasi wilayah udara Arab Saudi karena meningkatnya risiko keamanan.
Kedubes AS Terbitkan Peringatan
Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) di Arab Saudi turut mengeluarkan imbauan perjalanan pada Senin, 12 Oktober. Kedutaan menyatakan bahwa pegawai pemerintah AS wajib memperoleh izin khusus sebelum menggunakan bandara mana pun di Arab Saudi. Warga negara AS juga didesak untuk sangat berhati-hati apabila memilih bepergian melalui bandara di kerajaan tersebut.
Imbauan itu muncul ketika otoritas masih mengevaluasi situasi keamanan dan potensi dampaknya terhadap infrastruktur penerbangan. Peringatan keamanan juga berpotensi memengaruhi perjalanan bisnis internasional. Riyadh diketahui menjadi tuan rumah Kongres Energi World Petroleum Council, tetapi gangguan perjalanan dilaporkan menghalangi sejumlah eksekutif senior sektor energi internasional menghadiri kegiatan tersebut secara langsung.
Pemulihan Penerbangan Tunggu Otoritas
Perpanjangan penutupan Bandara Internasional King Khalid hingga 17 Oktober menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi jadwal penerbangan di Arab Saudi. Namun, gangguan juga melibatkan bandara dan rute lain, sehingga pemulihan perjalanan udara bergantung pada perkembangan situasi keamanan serta keputusan masing-masing maskapai.
Penumpang disarankan tidak hanya mengandalkan jadwal awal pada tiket, tetapi juga memastikan status penerbangan sebelum menuju bandara. Informasi dari maskapai, pengelola bandara, dan otoritas penerbangan menjadi rujukan penting selama situasi masih berkembang. Belum terdapat kepastian dalam materi yang tersedia mengenai waktu pemulihan penuh seluruh layanan penerbangan di Arab Saudi. Perkembangan evaluasi keamanan dan pengumuman resmi berikutnya akan menentukan langkah operasional selanjutnya.
13 Orang Tewas, 320 Orang Luka-luka
Sebelumnya, pihak berwenang Arab Saudi melaporkan, serangan tersebut menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai 320 orang lainnya. Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) memperpanjang penangguhan operasional pada hari Senin (12/10/2026).
Sementara para pejabat melakukan penilaian terhadap aspek keselamatan dan kesiapan operasional fasilitas bandara dengan berkoordinasi bersama pihak-pihak berwenang terkait. (*)
(Zaky Al Hamzah/bbc/siasat)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID