BCA Syariah Kini Permudah Nasabah Ajukan Pembiayaan Emas Mulai 5 Gram

emas-antam-anekalogam

Masyarakat yang ingin memiliki emas melalui pembiayaan syariah kini memiliki pilihan gramasi yang lebih terjangkau di BCA Syariah. PT Bank BCA Syariah menurunkan batas minimum pembiayaan emas dari 10 gram menjadi 5 gram sekaligus memperluas pilihan produk emas yang bisa dimiliki nasabah. (Foto: Aneka Logam)

GEBRAK.ID, JAKARTA — Masyarakat yang ingin memiliki emas melalui pembiayaan syariah kini memiliki pilihan gramasi yang lebih terjangkau di BCA Syariah. PT Bank BCA Syariah menurunkan batas minimum pembiayaan emas dari 10 gram menjadi 5 gram sekaligus memperluas pilihan produk emas yang bisa dimiliki nasabah.

Direktur BCA Syariah, Pranata, mengatakan perubahan tersebut merupakan bagian dari upaya perseroan memperluas akses masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi jangka panjang. Perusahaan juga menghadirkan fasilitas pengajuan pembiayaan melalui aplikasi mobile banking BSya agar nasabah dapat mengakses layanan dengan lebih mudah.

“Jadi kita dari BCA Syariah memandang, instrumen emas ini adalah instrumen untuk investasi jangka panjang,” kata Pranata dalam keterangannya pada Senin (26/10/2026).

Perluasan layanan tersebut turut terlihat dari pilihan emas yang tersedia. Jika sebelumnya pembiayaan hanya mencakup emas Antam, kini nasabah dapat memilih produk dari Antam, Galeri 24 Pegadaian, dan Hartadinata.

Pembiayaan Emas Tumbuh 127,6 Persen

Minat masyarakat terhadap pembiayaan emas tercermin dalam kinerja BCA Syariah. Per Juni 2026, pembiayaan emas perseroan mencapai Rp684 miliar, meningkat 127,6 persen dibandingkan Rp301 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pranata menilai emas masih memiliki prospek sebagai salah satu pilihan investasi jangka panjang. Meski demikian, masyarakat perlu memahami bahwa harga emas dapat bergerak naik maupun turun mengikuti kondisi pasar.

Melalui produk Emas iB, BCA Syariah menawarkan pembiayaan menggunakan akad murabahah atau jual beli sesuai prinsip syariah. Informasi pada situs resmi bank menyebutkan, uang muka dimulai dari 10 persen, dengan tenor pembiayaan satu hingga lima tahun. Pengajuan juga tersedia melalui kantor cabang maupun aplikasi BSya.

Selain pembiayaan emas, bisnis konsumer BCA Syariah turut mencatat pertumbuhan. Hingga Agustus 2026, pembiayaan konsumer perseroan mencapai Rp2,468 triliun, naik 34,69 persen dibandingkan Rp1,832 triliun pada Agustus 2025.

Industri Keuangan Syariah Masih Berpeluang Tumbuh

Anggota Komite Pengembangan Keuangan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Masyita, menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan keuangan syariah. Meski sekitar 87 persen penduduk Indonesia beragama Islam, pangsa pasar keuangan syariah nasional masih relatif kecil.

Dian menyebut total aset keuangan syariah mencapai Rp3.264 triliun per Juni 2026, tumbuh 9,82 persen secara tahunan. Nilai tersebut terdiri atas aset pasar modal syariah Rp1.991 triliun, perbankan syariah Rp1.075 triliun, serta industri keuangan nonbank syariah Rp198 triliun.

Menurut Dian, produk keuangan syariah perlu terus dikembangkan agar mudah diakses, relevan dengan kebutuhan masyarakat, kompetitif, dan sesuai prinsip syariah.

Dengan minimum pembiayaan yang lebih rendah serta pengajuan digital, BCA Syariah berupaya menjangkau lebih banyak calon nasabah. Namun, calon peminjam tetap perlu menghitung uang muka, cicilan, biaya terkait, dan kemampuan keuangan sebelum mengambil pembiayaan.

(Endro Yuwanto/Sumber: BCA Syariah)

Dukung GEBRAK.ID

Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.

Dukung lewat Saweria
Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID