Bukan Jokowi, Ini Presiden yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Soekarno tercatat sebagai presiden yang paling banyak melakukan reshuffle kabinet. (Foto: ist)
GEBRAK.ID,JAKARTA – Indonesia kini telah memiliki delapan presiden sejak Proklamasi Kemerdekaan 1945, mulai dari Soekarno hingga Prabowo Subianto. Salah satu dinamika yang muncul dalam perjalanan pemerintahan tersebut adalah perombakan atau reshuffle kabinet.
Jika dihitung berdasarkan jumlah reshuffle selama masa pemerintahan masing-masing presiden, Soekarno tercatat sebagai presiden yang paling sering melakukan perombakan kabinet. Data yang dihimpun Databoks dari berbagai sumber mencatat Soekarno melakukan 28 kali reshuffle kabinet selama sekitar 22 tahun memimpin Indonesia. Angka tersebut jauh lebih banyak dibandingkan presiden-presiden setelahnya.
Namun, angka historis Soekarno juga memiliki perbedaan dalam sejumlah sumber. ANTARA, misalnya, mencatat sedikitnya 26 kali perombakan kabinet pada masa Soekarno. Perbedaan tersebut berkaitan dengan metode penghitungan dan apakah pergantian susunan kabinet tertentu dikategorikan sebagai reshuffle atau sebagai pembentukan kabinet baru.
8 Presiden Indonesia dan Jumlah Reshuffle Kabinet
1. Soekarno: 28 Kali Reshuffle
Soekarno merupakan presiden pertama sekaligus presiden dengan masa pemerintahan terpanjang kedua setelah Soeharto. Dalam rentang 1945-1966, terjadi perubahan kabinet berkali-kali seiring dinamika politik Indonesia. Databoks mencatat sebanyak 28 kali reshuffle dilakukan pada era Soekarno. Sementara ANTARA mencatat sedikitnya 26 kali perombakan kabinet.
Tingginya frekuensi perubahan kabinet pada masa tersebut tidak dapat disamakan begitu saja dengan sistem pemerintahan setelahnya. Pada era awal kemerdekaan, Indonesia mengalami perubahan sistem politik, termasuk masa parlementer, sehingga pergantian kabinet juga berkaitan dengan perubahan perdana menteri dan konfigurasi politik.
ANTARA mencatat pada masa Soekarno terjadi pergantian sejumlah kabinet, antara lain Kabinet Sjahrir, Amir Sjarifuddin, Hatta hingga kabinet-kabinet berikutnya.
2. Soeharto: 3 Kali
Berbeda dengan Soekarno, pemerintahan Soeharto selama 32 tahun relatif jarang melakukan perombakan kabinet. Data Databoks mencatat Soeharto melakukan tiga kali reshuffle kabinet selama masa pemerintahannya. Jumlah tersebut membuat frekuensi reshuffle pada era Orde Baru jauh lebih rendah dibandingkan era Soekarno maupun sejumlah presiden pada masa Reformasi.
3. B.J. Habibie: Tidak Ada Reshuffle
B.J. Habibie memimpin Indonesia dalam masa transisi yang relatif singkat, yakni sejak Mei 1998 hingga Oktober 1999. Dalam hitungan Databoks, tidak ada reshuffle kabinet pada masa pemerintahan Habibie. Sejumlah menteri yang meninggalkan jabatan tidak kemudian dihitung sebagai reshuffle karena posisinya dijalankan secara ad interim atau oleh pelaksana tugas.
4. Abdurrahman Wahid: 13 Kali
Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur melakukan 13 kali reshuffle selama masa pemerintahannya pada 1999-2001 menurut data Databoks. Kabinet Persatuan Nasional sendiri mengalami sejumlah perubahan nama maupun pejabat. Arsip Sekretariat Kabinet menunjukkan, misalnya, terjadi pergantian pada posisi menteri koordinator dan sejumlah kementerian selama kabinet tersebut berjalan.
Perubahan kabinet pada masa Gus Dur berlangsung dalam periode politik yang sangat dinamis setelah Indonesia memasuki era Reformasi.
5. Megawati: Tidak Ada Reshuffle
Megawati Soekarnoputri menjadi presiden setelah Gus Dur berhenti dari jabatannya pada 2001 dan memimpin hingga 2004. Menurut data Databoks, tidak tercatat adanya reshuffle kabinet pada masa Megawati. Sejumlah menteri yang meninggalkan jabatan digantikan secara ad interim atau melalui mekanisme pelaksana tugas sehingga tidak dihitung sebagai reshuffle.
6. SBY: 20 Kali dalam Dua Periode
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merupakan presiden dengan jumlah reshuffle terbanyak pada era Reformasi jika dihitung selama dua periode pemerintahannya. Totalnya mencapai 20 kali reshuffle. Rinciannya:Periode 2004-2009: 11 kali reshufflePeriode 2009-2014: 9 kali reshuffle.
Dengan demikian, bila yang dimaksud adalah satu periode lima tahun, SBY melakukan 11 kali reshuffle pada periode pertama dan 9 kali pada periode kedua. Dalam pidatonya pada 2011, SBY sendiri menyebut pada Kabinet Indonesia Bersatu periode pertama ia melakukan tiga kali reshuffle dengan alasan dan urgensi tertentu.
7. Jokowi: 9 Kali Menurut Hitungan Perombakan Kabinet
Pada dua periode pemerintahan Joko Widodo, Databoks mencatat sembilan kali reshuffle hingga 2023. Rinciannya: 2014-2019: 4 kali dan 2019-2024: 5 kali hingga periode data tersebut dihitung.
Kabinet Kerja sendiri berlangsung dari 27 Oktober 2014 sampai 20 Oktober 2019. Arsip Sekretariat Kabinet menunjukkan adanya sejumlah pergantian menteri dalam periode tersebut.
Pada Juli 2016, misalnya, Jokowi menyebut perombakan yang dilakukan saat itu sebagai reshuffle Kabinet Kerja yang kedua.
Perlu dicatat, terdapat sumber lain yang menghitung pergantian kabinet Jokowi dengan metode berbeda dan menghasilkan angka lebih tinggi. Karena itu, angka reshuffle harus selalu disebut bersama metode penghitungannya.
8. Prabowo: Sudah 7 Kali hingga 1 Oktober 2026
Presiden Prabowo Subianto menjadi presiden kedelapan Indonesia. Ia mulai menjalankan pemerintahan pada Oktober 2024 dengan Kabinet Merah Putih.
Hingga 1 Oktober 2026, Prabowo tercatat telah melakukan tujuh kali reshuffle kabinet. Perombakan ketujuh berlangsung pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Pada reshuffle terbaru tersebut, sejumlah posisi strategis berubah. Presiden melantik antara lain Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Sugiono sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Dudung Abdurachman sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, serta Arrmanatha Christiawan Nasir sebagai Menteri Luar Negeri.Pergantian tersebut juga mencakup posisi Kapolri. Jenderal Suyudi Ario Seto dilantik menggantikan Listyo Sigit Prabowo.
Sebelumnya, Prabowo melakukan reshuffle keenam pada September 2026 dengan mengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan menunjuk Suahasil Nazara.
Jadi, Siapa yang Paling Sering?Jika menggunakan hitungan Databoks/Katadata yang mencatat 28 kali untuk Soekarno, maka Soekarno merupakan presiden yang paling sering melakukan reshuffle kabinet sepanjang masa pemerintahan Indonesia. Di era Reformasi, SBY tercatat melakukan 20 kali reshuffle selama dua periode, sedangkan Jokowi sembilan kali dalam basis data yang sama sampai 2023.
Prabowo sendiri telah mencapai tujuh kali reshuffle meski masa pemerintahannya baru berjalan sekitar dua tahun. Perbandingan tersebut perlu dibaca secara hati-hati karena kondisi ketatanegaraan, sistem pemerintahan, durasi masa jabatan, jumlah kementerian, serta metode menghitung pergantian kabinet berbeda dari satu era ke era lainnya.
Karena itu, angka reshuffle tidak dengan sendirinya menunjukkan kinerja atau kualitas sebuah pemerintahan.
(Dinar K/ berbagai sumber)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID