Flydubai Nyaris Dibajak Kopilot, Pilot dan Penumpang Berjuang Selamatkan 174 Orang

pesawat flydubai

Pesawat Flydubai. (Foto: DW News)

GEBRAK.ID — Penerbangan flydubai rute Dubai-Tel Aviv nyaris berujung tragedi setelah seorang kopilot diduga berusaha mengambil alih pesawat dan menjatuhkannya. Insiden tersebut terjadi ketika pesawat membawa 174 orang dalam penerbangan menuju Israel.

Pesawat dengan nomor penerbangan FZ1073 itu akhirnya dialihkan ke Tabuk, Arab Saudi, dan melakukan pendaratan darurat. Seluruh penumpang dilaporkan selamat, sementara kapten dan kopilot mengalami luka dalam insiden di kokpit.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu (30/9/2026) itu kemudian memunculkan sejumlah kesaksian dari penumpang, pernyataan pejabat Israel, serta penyelidikan dari otoritas Uni Emirat Arab (UEA).

Berikut rangkaian fakta penting di balik insiden tersebut.

Pesawat sempat kehilangan ketinggian 17.000 kaki

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan salah satu pilot diduga berusaha menjatuhkan pesawat dan membunuh seluruh penumpang.

Keterangan sejumlah penumpang juga menggambarkan situasi genting ketika pesawat tiba-tiba menukik. Berdasarkan data Flightradar24, pesawat sempat kehilangan ketinggian sekitar 17.000 kaki hanya dalam waktu satu menit.

Maskapai flydubai memastikan seluruh 174 orang di dalam pesawat selamat. Sebanyak 166 di antaranya merupakan warga negara Israel.

Dalam sebuah pesan video, Netanyahu mengatakan kopilot menikam pilot lainnya ketika pesawat mendekati tujuan.

“Selama penerbangan, saat mereka mendekati negara tujuan, salah satu pilot menikam pilot lainnya dan tampaknya mencoba menjatuhkan pesawat beserta seluruh orang di dalamnya,” ujar Netanyahu.

Pesawat kemudian dialihkan menuju Tabuk pada pukul 09.45 waktu setempat. Kapten dan kopilot yang terluka selanjutnya dibawa ke rumah sakit.

Penumpang menerobos kokpit

Situasi semakin menegangkan ketika sejumlah penumpang berupaya masuk ke kokpit untuk menghentikan aksi yang diduga dilakukan kopilot.

Salah satu penumpang, Lital Shachaf, menggambarkan kejadian tersebut sebagai situasi yang mengerikan dan kacau.

“Saya hanya bisa mengatakan bahwa itu adalah sebuah keajaiban. Situasinya mengerikan dan kacau; kami bersyukur kepada Tuhan karena kami selamat. Kami sempat mengira tidak akan bisa melewatinya, namun syukurlah kami kini berada di Israel,” ujar Shachaf.

Penumpang lain, Yaniv Hayoun, menceritakan bagaimana dirinya bersama beberapa penumpang lainnya berusaha mengamankan pelaku.

Hayoun mengatakan pilot yang terluka sempat terhimpit di depan pintu kokpit sehingga pintu sulit dibuka. Setelah berhasil masuk, dia melihat salah satu pilot berada di lantai, sementara orang yang diduga sebagai penyerang berada di atas panel di antara kursi pilot.

“Tidak ada pilot di kursi mereka: satu orang berada di lantai, dan satu lagi berada di atas panel,” ujar Hayoun.

Dia kemudian meminta bantuan penumpang lain untuk melumpuhkan pelaku. “Saya memanggil sejumlah penumpang Israel yang ada di pesawat, lalu dua orang pria lainnya datang menghampiri. Kami pun melumpuhkan pelaku,” kata Hayoun.

Hayoun juga mengaku langsung mengambil kendali untuk membantu menstabilkan pesawat. “Saya segera bergerak maju, memegang kendali, dan mulai menarik tuas ke arah belakang.”

Pilot terluka tetap membuka pintu kokpit

Pilot yang diidentifikasi sebagai Smit Machchhar asal India menjadi salah satu sosok penting dalam upaya menyelamatkan penerbangan tersebut.

Machchhar disebut ditikam oleh kopilot saat keduanya berada di kokpit. Meski mengalami luka dan berlumuran darah, dia masih sempat membuka pintu kokpit dari dalam.

Tindakan tersebut memungkinkan penumpang dan awak pesawat masuk ke ruang kokpit dan membantu melumpuhkan kopilot.

Setelah itu, dua pilot flydubai lainnya yang berada di dalam pesawat mengambil alih penerbangan hingga pesawat mendarat darurat di Tabuk, Arab Saudi.

Netanyahu kemudian memuji keberanian Machchhar yang tetap berupaya menyelamatkan penerbangan meski mengalami luka. “Dia mencegah bencana fatal di udara,” kata dia.

Motif penyerangan masih diselidiki

Kopilot yang diduga melakukan penyerangan telah diamankan oleh otoritas Arab Saudi. Namun, hingga saat ini motif di balik tindakannya belum diketahui secara jelas.

Netanyahu mengatakan pelaku sedang menjalani pemeriksaan oleh otoritas Arab Saudi.

“Pilot yang melakukan penikaman itu telah ditangkap dan saat ini sedang diinterogasi oleh otoritas Saudi,” kata Netanyahu.

Identitas dan kewarganegaraan kopilot tersebut belum dipublikasikan.

Pemerintah Israel juga disebut menyiapkan langkah untuk menghadapi kemungkinan adanya ancaman lanjutan setelah insiden tersebut.

Trump berbicara dengan Netanyahu

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump turut membahas insiden tersebut dengan Netanyahu melalui sambungan telepon.

Trump menyebut tindakan kopilot itu sebagai sesuatu yang serius. Dalam keterangannya kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, Trump mengatakan pelaku kemungkinan merupakan teroris atau orang yang tidak waras.

“Saya sudah berbicara panjang lebar dengan Bibi Netanyahu mengenai peristiwa ini, dan tampaknya kopilot itu mungkin seorang teroris atau mungkin orang yang tidak waras, dan dia menikam pilotnya,” ujar Trump.

Departemen Luar Negeri AS juga memastikan terdapat empat warga negara AS dalam penerbangan Dubai-Tel Aviv tersebut.

Keempat warga AS itu kemudian ikut dievakuasi melalui pendaratan darurat di Bandara Tabuk. Pemerintah AS menyatakan telah berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memberikan bantuan konsuler.

UEA buka penyelidikan

Otoritas Uni Emirat Arab (UEA) turut bergerak menyelidiki insiden tersebut karena pesawat flydubai terdaftar di negara tersebut.

Jaksa Agung UEA Hamad Saif al-Shamsi memerintahkan pembentukan tim untuk mengusut kejadian yang disebut sebagai pertikaian di kokpit tersebut.

Penyelidikan akan menelusuri situasi dan motif kejadian, termasuk kemungkinan keterkaitan dengan aktivitas militan maupun adanya perencanaan atau arahan sebelumnya.

“Jaksa Agung menginstruksikan agar segala langkah yang diperlukan dilakukan untuk mengumpulkan informasi dan bukti, menetapkan fakta-fakta, dan menentukan situasi serta motif di balik insiden tersebut,” demikian laporan Emirates News Agency atau WAM.

Otoritas UEA juga meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan tidak menarik kesimpulan sebelum proses penyelidikan selesai.

Menurut Al-Shamsi, otoritas peradilan UEA memiliki yurisdiksi atas perkara tersebut karena pesawat terdaftar di UEA dan beroperasi di bawah bendera negara tersebut.

Penyelidikan selanjutnya diharapkan dapat mengungkap secara lebih jelas apa yang terjadi di dalam kokpit, motif kopilot, serta rangkaian kejadian yang membuat penerbangan flydubai tersebut harus dialihkan ke Arab Saudi.

(A. Rayyan/Berbagai Sumber)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID