Kabar Duka, Direktur Utama PNM Periode 2018–2026 Arief Mulyadi Wafat
Direktur Utama PNM Periode 2018–2026, Arief Mulyadi. (Foto: Dokpri)
GEBRAK.ID, JAKARTA – Kabar duka datang dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Arief Mulyadi, Direktur Utama PNM periode 2018–2026, meninggal dunia pada Selasa, 27 Oktober 2026, pukul 11.23 WIB. Kepergian almarhum meninggalkan duka bagi keluarga besar PNM dan pihak-pihak yang mengenal kiprahnya dalam pemberdayaan masyarakat Indonesia.
Melalui pernyataan duka cita, keluarga besar PNM menyampaikan penghormatan atas dedikasi dan pengabdian Arief selama memimpin perusahaan yang berfokus pada pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya perempuan prasejahtera melalui program pembiayaan dan pendampingan usaha. “Dedikasi dan pengabdian Almarhum akan selalu menjadi bagian dari perjalanan besar PNM,” demikian pernyataan duka cita yang disampaikan melalui WA yang diterima Gebrak.id . Ucapan bela sungkawa juga disampaikan manajemen PNM melalui akun media sosial, IG @pnm_persero
PNM juga mendoakan agar almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala kekhilafannya, diterima seluruh amal ibadahnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Berkarier di PNM sejak 1999
Arief Mulyadi merupakan salah satu eksekutif yang meniti karier dari tingkat operasional hingga menduduki posisi tertinggi di PNM. Berdasarkan profil dalam dokumen resmi perusahaan, ia memulai karier di PNM pada 1999 sebagai account officer, ketika perusahaan tersebut mulai beroperasi.
Sepanjang perjalanan kariernya, Arief pernah menduduki berbagai jabatan strategis, antara lain kepala cabang, kepala divisi, executive vice president, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha, serta Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko. Beliau kemudian diangkat menjadi Direktur Utama PNM pada 2018. Pengangkatannya untuk periode kedua berlaku efektif pada 18 April 2022, berdasarkan keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Baca Juga

Dari sisi pendidikan, Arief merupakan lulusan Fakultas Biologi, Jurusan Ekologi atau Biologi Lingkungan, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Angkatan 1993. Ia melanjutkan pendidikan magister dalam bidang Kajian Strategi Ketahanan Nasional di Universitas Indonesia (UI) Depok. Sebelum bergabung dengan PNM, Arief memiliki pengalaman di sektor penelitian dan perbankan, termasuk di Bank Nusa International pada periode 1994–1999.
Kiprah dalam Pemberdayaan Masyarakat
Selama memimpin PNM, Arief berkaitan erat dengan pengembangan program pemberdayaan usaha mikro dan kecil. Salah satu program yang menjadi bagian dari kegiatan perusahaan adalah Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), yang memberikan akses pembiayaan sekaligus pendampingan bagi perempuan prasejahtera pelaku usaha.
Dalam pemberitaan LKBN Antara pada Desember 2023, Arief menjelaskan pendekatan pemberdayaan yang mendorong para penerima manfaat untuk saling mendukung dalam menjalankan usaha. Pendekatan tersebut menempatkan pendampingan dan penguatan kelompok sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat mengembangkan kegiatan ekonominya.
Kiprahnya di PNM juga menjadi bagian dari perjalanan perusahaan dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro yang menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal. Selain menjabat sebagai Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi juga menjabat Ketua Dewan Pakar DPP Keluarga Alumni Universitas Jenderal Soedirman (KA UNSOED).
Rumah Duka di Jatibening, Bekasi
Berdasarkan pengumuman duka cita yang disampaikan PNM, rumah duka almarhum beralamat di Jalan Kakatua I Blok D4 Nomor 3A, RT 002/RW 002, Jatibening, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat 17412.
Kepergian Arief menutup perjalanan pengabdiannya di perusahaan yang bergerak dalam pemberdayaan masyarakat. Keluarga besar PNM dan KA UNSOED menyampaikan doa agar almarhum memperoleh rahmat dan ampunan Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan menghadapi kehilangan tersebut. (*)
(Zaky Al Hamzah)
Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.
Dukung lewat SaweriaMau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID