Komdigi Targetkan Internet Rumah 100 Mbps Cuma Rp 100 Ribu, Kejar Penetrasi 50 Persen

1791964733888

Strategi Komdigi Pangkas Biaya Internet Mahal, Fokus Perkuat Fixed Broadband. (Foto:ist)

GEBRAK.ID, JAKARTA— Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah mengkaji skema penurunan tarif internet rumah. Pemerintah membidik layanan fixed broadband 100 Mbps bisa dinikmati masyarakat dengan harga Rp 100 ribu per bulan. Target tersebut disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria usai Digital Infrastructure Summit 2026 di Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2026).

Langkah ini diambil untuk menjawab keluhan mahalnya biaya internet tetap di Indonesia. “Jadi kita ingin ongkosnya juga semakin rendah dengan memperkuat fixed broadband, bukan cuma mobile broadband. Sekarang fixed broadband kita penetrasinya kurang lebih 22 persen dari total konektivitas yang ada,” kata Nezar.

Penetrasi Fixed Broadband Masih 22 Persen

Data Komdigi mencatat penetrasi fixed broadband nasional saat ini baru sekitar 21-22 persen. Angka tersebut jauh tertinggal dibanding konektivitas seluler. Di sisi lain kecepatan rata-rata internet nasional masih 32,10 Mbps. Pemerintah berharap penetrasi fixed broadband bisa didorong hingga 50 persen agar rumah tangga memiliki pilihan akses yang lebih stabil dan terjangkau.

Nezar menilai biaya langganan saat ini masih membebani. Tarif fixed broadband 100 Mbps unlimited di pasaran masih berada di kisaran Rp 350 ribu hingga Rp 550 ribu, sementara data International Telecommunication Union (ITU) menunjukkan keterjangkauan internet Indonesia masih tinggi relatif terhadap pendapatan per kapita sekitar 5.000 dolar AS.

“Jadi kita punya target untuk 100 Mbps paling tidak bisa bayar cuma 100 ribu karena saat ini ongkos untuk langganan internet di Indonesia itu menurut data dari ITU itu masih tinggi,” jelasnya.

Strategi: Manfaatkan Spektrum 1,4 GHz dan BWA

Untuk mewujudkan target tersebut, Komdigi menyiapkan spektrum frekuensi 1,4 GHz untuk layanan Broadband Wireless Access (BWA). Frekuensi ini tidak bertumpu pada fiber optik, sehingga lebih efisien untuk mengejar pemerataan internet rumah di wilayah padat dan terbatas secara ekonomi.

Dirjen Infrastruktur Digital Komdigi menyebut sasaran layanan BWA adalah kecepatan 100 Mbps dengan tarif Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu per bulan. Skema ini juga terkait dengan program Internet Rakyat yang telah diluncurkan pada Mei 2026. Layanan Internet Rakyat 100 Mbps Rp 100 ribu unlimited disebut sebagai game changer pemerataan digital.

Saat ini layanan tersebut sudah tersedia di Jawa, Maluku, dan Papua, sementara wilayah lain dilayani melalui penyelenggara lain seperti MyRepublic pemenang tender Regional II dan III.

Tantangan Pemerataan dan Dorongan 5G

Meski cakupan jaringan telekomunikasi sudah mencapai 97 persen wilayah berpenghuni di Nusantara, kualitas kecepatan masih menjadi PR. Komdigi mewajibkan pemenang lelang spektrum untuk membangun koneksi 4G dan 5G di daerah dengan populasi kecil yang selama ini tertinggal. Selain fixed broadband, pemerintah juga mendorong penetrasi 5G yang saat ini baru 8,5 persen.

Pengembangan jaringan tetap dan seluler diharapkan berjalan beriringan agar akses inklusif bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat dengan harga murah.

(Dinar K/ berbagai sumber)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID