Kriyanusa 2026 Jadi Panggung Karya Peserta PKW, dari Melestarikan Tradisi hingga Membuka Peluang Usaha
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan menggelar Gelar Wicara dengan tema Menenun Masa Depan Wirausaha Muda melalui Inovasi dan Kolaborasi dalam kegiatan Kriyanusa 2026 di Jakarta International Convention Center, Rabu (30/9/2026). (Foto: Humas Kemendikdasmen)
GEBRAK.ID, JAKARTA — Pameran Kriyanusa 2026 menjadi ajang bagi para peserta dan alumni Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) untuk memperkenalkan karya kerajinan berbasis tradisi sekaligus menunjukkan peluang usaha dari keterampilan yang mereka miliki.
Kegiatan yang berlangsung pada 26–30 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, itu merupakan hasil kolaborasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas).
Mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”, Kriyanusa 2026 menghadirkan beragam produk kerajinan Nusantara. Pameran ini juga menjadi ruang bagi para perajin untuk mengembangkan kreativitas, memperluas pasar, serta membangun usaha berbasis potensi lokal.
Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen, Yaya Sutarya, menjelaskan bahwa program PKW menyasar anak-anak yang tidak bersekolah, putus sekolah, serta penyandang disabilitas berusia di bawah 25 tahun. Melalui program tersebut, peserta mendapatkan pelatihan keterampilan agar mampu merintis usaha secara mandiri.
Kemendikdasmen merancang program ini melalui kerja sama dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), lembaga permodalan, serta berbagai pihak yang mendukung kegiatan ekonomi dan pemasaran.
“Kita bisa memastikan bahwa anak-anak yang tidak sekolah itu kita berikan keterampilan khusus melalui kecakapan wirausaha. Oleh karena itu, ada alur bagaimana program PKW ini dikerjasamakan dengan Dekranas,” ucap Yaya.
Sejak 2020 hingga 2026, Kemendikdasmen bersama Dekranas dan Dekranasda telah melatih sekitar 6.156 peserta. Sejumlah alumni bahkan berhasil mengembangkan usaha, membuka cabang, mempekerjakan lebih dari 20 orang, hingga meraih omzet bulanan yang besar.
Yaya berharap keberhasilan tersebut dapat mendorong Dekranasda di berbagai daerah untuk turut mengembangkan program serupa. “Jadi harapan kita dengan adanya kegiatan ini, dapat didorong juga Dekranas-Dekranas lain untuk bisa mengikuti program,” katanya.
Dalam Kriyanusa 2026, pengunjung dapat menyaksikan beragam produk tenun dan turunannya dari sembilan Dekranasda penerima program PKW. Mereka berasal dari Jambi, Kota Metro, Kabupaten Tasikmalaya, Aceh Barat, Manggarai Barat, Lamongan, Jepara, Sumba Barat, dan Ogan Ilir.
Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Tasikmalaya, Khifayati Nursetiana, mengatakan daerahnya telah dua kali mengikuti program PKW, yakni pada 2025 dan 2026. Pelatihan yang diberikan mencakup keterampilan membatik dan menenun.
“Program PKW ini kami tunggu-tunggu sekali, karena ketika perajin atau UMKM itu berdaya, maka sumber daya manusianya benar-benar kita pakai,” ujar Khifayati.
Ia menilai metode pelatihan perlu mengikuti perkembangan dan kebiasaan generasi muda. Salah satu upayanya ialah memberikan kesempatan kepada peserta untuk melakukan siaran langsung melalui TikTok selama pelatihan. Selain menjaga semangat peserta, cara tersebut memungkinkan mereka memperoleh tanggapan langsung dari masyarakat.
Khifayati berharap anak muda dapat mengambil peran lebih besar dalam mengembangkan kerajinan daerah. “Dekranasda berharap anak muda hari ini, sekarang ini, bisa terus bergerak menjadi pionir atau pelopor untuk terus kemajuan dari kerajinan hasil tangan,” jelasnya.
Sementara itu, alumni PKW Tenun 2022, Uci Monica, memperkenalkan kain khas Ogan Ilir dengan motif Tujur dan Padi Pegagan. Ia mengaku baru mengenal keterampilan menenun melalui program tersebut. Pengalaman itu kemudian membuka ketertarikannya untuk menekuni kerajinan tradisional sekaligus melihat peluang kerja.
“Saya ingin memiliki keterampilan yang dekat dengan kehidupan saya. Mengikuti PKW dengan teman-teman seusia saya merupakan hal yang seru. Saya juga melihat peluang kerja nyata,” ungkap Uci.
Selain memamerkan produk, stan Kemendikdasmen menghadirkan demonstrasi menenun oleh alumni PKW 2026 dari Ogan Ilir. Pengunjung dapat menyaksikan pembuatan gebeng, kain tenun khas daerah tersebut, bahkan mencoba menenun secara langsung.
Pameran ini juga menyelenggarakan gelar wicara inspiratif mengenai pelestarian wastra melalui program PKW. Melalui berbagai kegiatan tersebut, pendidikan keterampilan diharapkan tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga membuka jalan bagi lahirnya perajin dan wirausaha kreatif dari kalangan muda.
(Devona R/Sumber: Kemendikdasmen)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID